Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Kearifan Lokal Bondowoso sebagai Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerita Fantasi untuk Siswa SMP Viga Eka Putri Nurprihardianti; Roekhan; Nurhadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3372

Abstract

Bahan ajar memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan bahan ajar digunakan sebagai penunjang dalam kegiatan belajar mengajar yang tersusun secara sistematis. Bahan ajar dalam penelitian ini memanfaatkan kearifan lokal masyarakat Bondowoso yang dibentuk dalam sebuah cerita pada setiap unit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan kearifan lokal Bondowoso sebagai pengembangan bahan ajar menulis cerita fantasi untuk siswa kelas SMP. Fokus penelitian ini adalah bentuk pemanfaatan kearifan lokal dalam bahan ajar menulis cerita fantasi untuk siswa SMP. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian analisis isi. Data penelitian ini berupa kalimat yang terdapat pada bahan ajar menulis cerita fantasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan ajar menulis cerita fantasi berjudul menoreh imajinasi dalam fantasi. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan, pemanfaatan kearifan lokal dalam bahan ajar menulis cerita fantasi untuk siswa SMP hanya ditemukan satu jenis kearifan lokal saja, yaitu kearifan lokal berwujud nyata (tangible). Kearifan lokal berwujud nyata tersebut ditemukan pada bab 1, 2 dan 3. Kearifan lokal berwujud nyata yang ditemukan berupa cagar budaya, bangunan, dan karya seni tradisional yang masih dijaga eksistensinya di Bondowoso. Pada bahan ajar tersebut tidak ditemukan jenis kearifan lokal yang tidak berwujud (intangible).
From Retrieval to Reflection: Profiling the Cognitive Levels and Stimulus Characteristics of Summative Reading Literacy Items in Indonesia Astria Prameswari; Suyono Suyono; Nurhadi
Jurnal VARIDIKA Volume 37 No 1, June 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/varidika.v37i1.8819

Abstract

Indonesia faces significant literacy challenges, as evidenced by persistently low Programme for International Student Assessment (PISA) scores. To address this issue, a multifaceted analysis is required, particularly examining the characteristics of literacy questions featured in Indonesian language assessments administered to students. One critical factor contributing to poor literacy outcomes is the quality of instruction, which necessitates further scrutiny of assessment design to evaluate the efficacy of learning materials. This study investigates the structural and cognitive dimensions of reading literacy questions in Indonesian language assessments to identify potential shortcomings. Employing a descriptive research approach, the study analyzes the typology of questions, cognitive demand levels (including 1) information retrieval, 2) comprehension, and 3) evaluation and reflection), question quantity, and textual stimuli utilized in summative assessments for eleventh-grade high school students. The findings reveal that the assessments predominantly consist of multiple-choice questions, with a total of 30–50 items per test. The distribution of cognitive levels was uneven: Level 1 (basic information retrieval) accounted for 17% of questions, Level 2 (comprehension) constituted 66%, while Level 3 (evaluation and reflection) represented only 4%. Additionally, the textual stimuli were primarily presented as excerpts or fragmented continuous texts. These findings are subject to limitations, as the study did not account for teacher backgrounds or testing infrastructure conditions. Nevertheless, the results provide valuable insights for Indonesian language educators, serving as a foundation for refining assessment strategies and diversifying evaluation methods to enhance literacy development.