Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Profesionalisasi dan Pemberdayaan Guru dalam Konteks Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional Suyono Suyono
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 31, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Professionalism and empowerment of teachers are essential in improving the quality of the national education. As supported by many research findings, teachers are determining factors in students’ achievement. This article proposes ways of developing teacher professionalism by integrating the programs in teacher education and the supervision of teachers through the establishment of Teacher Quality Certification, which periodically evaluates teacher performance. This implies that teachers should be appointed on the basis of an agreed term, not on a life-long term as implemented in the current system.
MEMBACA EFEREN-AESTETIK: UPAYA PEMINATAN PEMBELAJARAN BAHASA LINTAS KURIKULUM Rusdhianti Wuryaningrum; Suyono Suyono
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era global, pembelajaran keterampilan berbahasa merupakan piranti penting untuk memahamkan beragam ilmu pengetahuan. Konteks pembelajaran lintas kurikulum merupakan salah satu upaya mencapai kompetensi pembelajaran secara harafiah. Dengan kesuksesan keterampilan berbahasa, kemampuan pebelajar dalam berbagai ranah dapat ditingkatkan secara maksimal. Kegiatan tersebut merupakan upaya menggali potensi keterampilan bahasa siswa dalam memahami materi pembelajaran melalui penangkapan maksud bacaan. Definisi membaca kini berkembang sebagai upaya penangkapan makna dari bahan bacaan dengan pelibatan unsur grafafonik, sintaktis, dan semantik; pelibatan pengetahuan dan pengalaman diri dan konteks kehidupan pembaca. Realisasinya terdapat dalam kegiatan Membaca Eferen-Aestetik (MEA) atau efferent-aesthetic reading. Dalam pembelajaran di Sekolah Dasar (SD), kegiatan MEA diterapkan pada berbagai bahan materi, salah satunya pada Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Pada kegiatan membaca tersebut terdapat pola-pola yang diterapkan sebagai upaya making connection in reading yang  dilakukan dengan menghubungkan text-to-self, text-to-text, dan text-to-world.  Kata Kunci: membaca eferen-aestetik, wacana lingkungan hidup
Tafsir Tari Zapin Arab dan Melayu dalam Masyarakat Melayu Robby Hidajat; Suyono Suyono; Joko Sayono; Muhammad 'Afaf Hasyimy; Desy Ratna Syahputri; Syed Ahmad Iskandar; Iziq Eafifi Bin Ismail; Norliza Bt Mohd Isa
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 2 (2021): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.044 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v4i2.935

Abstract

This article aims to describe and interpret the Zapin Arab and Zapin Malay dances. Zapin dance comes from Arabic and developed within the scope of the Malay community. At first the Zapin dance culture was brought by merchants from Gujarat to various regions in the archipelago in the XV century. Zapin dance has a heroic background, because the movement was originally a sense of uplifting the spirit of the companions of the prophet for war. The development of Zapin Arabic and Malay dances are both expressed in the form of performing arts. The problem in this research is focused on the structure of the Malay zapin dance. In order to approach this problem, the structuralism theory reference from Levi Strauss' model is used. Structural theory is applied to describe Malay society. The data were collected through statements and experiences of sources, observation, and document review, then analyzed descriptively qualitatively. Data analysis uses textual and contestual interpretations, namely interpreting denotative and connotative structures. This study concludes that, (1) the Arabic Zapin dance has Arabic cultural content, and (2) the Malay Zapin dance is an Islamic expression of Malay culture.
K-Medoids Clustering untuk Pembentukan Database Stopword Bahasa Jawa Aji Prasetya Wibawa; Farid Miftahuddin; Suyono Suyono
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.2125

Abstract

Stopword is a word that can be ignored in the natural language process. This word removal process does not affect the text analysis process. The technique used to remove stopword is called Stopword Removal. This technique matches words to a stopword list. If the word is in the list it will be deleted. Javanese language to date still has a limited list of stopword. This study aims to form a list of stopword using cluster techniques namely K-medoids clustering. This technique groups words by occurrence in Javanese text. Each cluster result is tested by matching it with a stopword of javanese expert identification. The results of this study suggest that the stopword produced by k-medoids clustering with a value of K=13 has an accuracy of 70.5%. AbstrakStopword merupakan kata yang bisa diabaikan dalam permrosesan bahasa alami. Proses penghapusan kata ini ini tidak mempengaruhi proses analisis teks. Teknik yang digunakan untuk menghapus stopword disebut Stopword Removal. Teknik ini mencocokkan kata dengan daftar stopword (stoplist). Apabila kata tersebut terdapat pada daftar maka akan dihapus. Bahasa jawa sampai saat ini masih memiliki daftar stopword yang terbatas. Penelitian ini bertujuan membentuk daftar stopword menggunakan teknik cluster yakni K-medoids clustering. Teknik ini mengelompokkan kata berdasarkan kemunculan dalam teks bahasa Jawa. Dalam penerapannya, metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lima tahap. Tahapan penelitian tersebut dimulai dari pengumpulan dataset, preprocessing data, clustering, dan terakhir adalah evaluasi. Setiap hasil cluster diuji dengan mencocokkannya dengan stopword hasil identifikasi ahli bahasa Jawa. Hasil penelitian ini menunujkkan bahwa stopword yang dihasilkan k-medoids clustering dengan nilai K=13 yang memiliki akurasi sebesar 70,5%.
Penerapan Metode Suku Kata Dalam Pembelajaran Membaca Permulaan Pada Siswa Sd Sunan Giri Ngebruk Yuni Triana Dewi; Sekar Rastri Ardyaputri; Suyono Suyono; Ade Eka Anggraini
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 3 (2022): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i3.2428

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus yang bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena secara mendalam dengan cara mengumpulkan data secara mendalam pula. Hasil dari penelitian ini adalah metode suku kata dapat meningkatkan kemampuan membaca khususnya membaca permulaan pada siswa kelas 1 SD Sunan Giri Ngebruk. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan kemampuan membaca siswa. Karena setiap pagi sebelum jam pelajaran dimulai, siswa yang belum lancar membaca selalu mendapat jam tambahan. Hal tersebut juga tidak terlepas dari peran orang tua di rumah yang harus tetap mendampingi anaknya untuk belajar membaca. Terdapat kelebihan dan kekurangan pada penerapan metode suku kata dalam pembelajaran membaca permulaan. Kelebihan dari metode suku kata ini adalah siswa dapat membaca dengan lancar tanpa harus mengeja terlebih dahulu, hal ini sangat membantu siswa terlebih pada saat pembelajaran di kelas. Sedangkan kekurangan pada metode ini adalah siswa belum lancar membaca atau kesulitan jika membaca bacaan yang ada huruf tunggal di akhir atau “ng”. Agar metode suku kata ini tercapai sesuai yang diharapkan lebih baik guru memetakan kemampuan membaca awal siswa kemudian guru juga mengkomunikasikan dengan orang tua, hal ini diharapkan apa yang sudah dibelajarkan di sekolah dapat dilanjutkan di rumah guna meningkatkan pembelajaran membaca permulaan siswa.
PROBLEM-BASED LEARNING ASSISTED BY SCROLLING PICTURE MEDIA TO IMPROVE THE THIRD-GRADE ELEMENTARY STUDENTS’ SKILLS IN WRITING EXPRESSION Imroatul Mufidah; Suyono Suyono; Radeni Sukma Indra Dewi
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v12i3.9801

Abstract

This paper describes the improvement of third-grade elementary students’ writing skills of expression (instruction, announcement, appreciation, and invitation) of grade 3 elementary students by applying a problem-based learning model assisted by Scrolling Picture media. The research method used was classroom action research. The research was conducted in two cycles. Each consists of four stages, namely planning, acting, observing, and reflecting. The results indicate an increasing average of students' skills in writing expressions (instruction, announcement, appreciation, and invitation) in class. An increasing average score of writing expression skills was 71 when the pre-test results increased to 93 in the post-test of cycle I. In this cycle, the average score increased to 22 or 31%. Meanwhile, students who have reached the Minimum Completeness Criteria have also increased from 46% to 89%. In cycle II, otherwise, the student’s skills to write expressions increased compared to the cycle I post-test, which was from 93 in the post-test of cycle I increased to 98 in the post-test of cycle II. In this cycle, the average score increased by 5 or 5.3%. Meanwhile, students who have reached the Minimum Completeness Criteria also increased from 89% to 100%. It is considered satisfying enough for teachers and researchers as the indicator has been achieved successfully. It can be concluded that there is an increasing average value of expression writing skills by applying the problem-based learning model assisted by Scrolling Picture media. The increase is also seen in the students’ enthusiasm and motivation in participating in learning,carrying out responsibility, and conducting cooperation in finishing the tasks provided by the teacher. 
Peningkatan Keterampilan Menulis Tegak Bersambung melalui Portofolio di Kelas Rendah Sekolah Dasar Winanjar Rahayu; Suyono Suyono; Raden Sukma Indra Dewi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.1940

Abstract

Proses pembelajaran di jenjang Sekolah Dasar merupakan pondasi awal. Kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh siswa adalah membaca, menulis dan berhitung. Mengingat pentingnya tiga kemampuan belajar tersebut, untuk mempelajari ilmu tersebut pada kelas rendah mendapat jatah/porsi lebih banyak. Salah satunya adalah keterampilan menulis. Guru tidak hanya sebagai pengajar yang melakukan transfer ilmu pengetahuan, akan tetapi sebagai pembimbing menuntun siswa dalam belajarnya. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan metode deskriptif kualitatif. pengambilan data kualitatif berupa catatan pengamatan, dokumentasi foto dan rekapan wawancara dengan guru maupun siswa, yang akan dianalisis dengan analisis kualitatif, misalnya dengan daftar nilai siswa. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas rendah yang berjumlah 28 siswa di sekolah dasar. Dari Penelitian ini diperoleh informasi bahwa terjadi peningkatan keatifan belajar, yang semula tingkat keatifan hanya 58% meningkat menjadi 94,7%. Begitu pula dengan keterampilan siswa dalam menulis tegak bersambung mengalami peningkatan dari 69,4% menjadi 88,5%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan siswa secara klasikal yang cukup signifikan pada kegaiatan belajar siswa dalam menulis tegak bersambung. Kemampuan guru membuat perencanaan pembelajaran sangat berpengaruh pada proses pembelajaran dan peningkatan keterampilan siswa dalam menulis tegak bersambung. Pembelajaran professional guru sangat diperlukan terutama memilih media untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa.
Analisis Kesulitan Menulis Ringkasan Bacaan Tema 9 Sub Tema 2 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar Kelas VI Uung Gondo Saputro; Suyono Suyono; Radeni Sukma Indra Dewi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2933

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan menulis ringkasan bacaan pada pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengen metode studi kasus di salah satu sekolah negeri di Kota Malang kepada 23 siswa dan 1 guru. Hal penelitian ini siswa masih mengalami kesulitan dalam menuli ringkasan, hal itu ditunjukan dari hasil belajar sebanyak 56,5% masih berada di bawah skor KKM yaitu 75. Faktor yang mempengaruhi kesulitan menulis ringkasan yaitu faktor internal meliputi, siswa kesulitan dalam menemukan ide pokok dan memulai menulis paragraf, tidak mudah kosentrasi (fokus), kurangnya pemahaman tentang aturan tata tulis, kurangnya minat siswa. Sedangkan faktor eksternal yaitu kurangnya motivasi dan dukungan dari lingkungan keluarga dan guru masih belum maksimal dalam menerapkan metode serta media pembelajaran untuk meningkatkan pembelajaran menulis ringkasan.
Knitting Tradition and Mathematics: Systematizing the Literature on Indonesian Traditional Games and Mathematical Dimensions Transita Pawartani; Suyono Suyono; Intan Sari Rufiana; Shirly Rizki Kusumaningrum; Radeni Sukma Indra Dewi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.5166

Abstract

Mathematics presents significant learning challenges for students globally, which is often reflected in poor academic performance. This research explores the potential of traditional Indonesian games to enhance math learning, an under-explored approach that can also contribute to cultural preservation This research investigates how traditional Indonesian games can enhance math learning. We conducted a Systematic Literature Review, selecting articles through keyword searches in the Google Scholar database. The criteria used were articles on Indonesian traditional games. The result of this study is that traditional Indonesian games can enhance math learning by: (1) Presenting a strong rationale that the use of Indonesian traditional games in mathematics learning is often motivated by difficulties in learning mathematics as well as cultural preservation; (2) Integrating traditional games in mathematics learning according to students' characteristics, especially at the elementary level; (3) Applying relevant mathematics topics, such as geometry and number, in traditional games; (4) Integrating traditional games that are widely known by students, such as engklek and congklak, in mathematics learning; (5) Apply the presentation technique of integrating traditional games and mathematics through learning activities at school with teachers; (6) Realize that the integration of traditional games in mathematics learning affects students' affective, cognitive, psychomotor, and skill abilities that will improve their mathematics abilities.
Mining the public sentiment for wayang climen preservation and promotion Aji Prasetya Wibawa; Adjie Rosyidin; Fitriana Kurniawati; Gwinny Tirza Rarastri; Ilham Ari Elbaith Zaeni; Suyono Suyono; Agung Bella Putra Utama; Felix Andika Dwiyanto
International Journal of Visual and Performing Arts Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : ASSOCIATION FOR SCIENTIFIC COMPUTING ELECTRICAL AND ENGINEERING (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/viperarts.v5i2.1163

Abstract

Indonesia is a country that has a variety of cultural arts, one of which is shadow puppetry (Wayang). Wayang, in a staged, simple, and minimalist manner, is called Wayang Climen. Wayang Climen has been performed since the COVID-19 pandemic as a solution to keep working while still complying with health protocols. Utilization through YouTube social media attracts people to watch and provide opinions through comments. This opinion is beneficial and can be used as a feasibility study through sentiment analysis information classified as positive, negative, and neutral opinions. Sentiment analysis determines a person's opinion and tendency to opinionated sentences. The methods used are Random Forest (RF), Support Vector Machine (SVM), and Naïve Bayes (NB). The dataset comes from YouTube comments of Dalang Seno and Ki Seno Nugroho. The best accuracy is generated by SVM (70.29%). The positive sentiment shows the public's appreciation for the Wayang Climen performance, which ultimately represents the performance even though it is staged densely. This research contributes to effectively utilizing digital platforms for cultural preservation and audience engagement during challenging times, demonstrating the potential for innovative solutions in traditional arts and entertainment.