R Nunung Nurwati
Pusat Studi CSR, Kewirausahaan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK POLA ASUH OTORITER TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH Hana Faiha Fikriyyah; R Nunung Nurwati; Meilany Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.39660

Abstract

Perkembangan psikososial anak usia prasekolah atau sekitar 3-6 tahun berada di tahap inisiatif versus rasa bersalah. Orang tua sebagai lingkungan terdekat anak mempunyai peran yang penting dalam mendukung perkembangan sang anak. Salah satu hal yang dapat mendukung perkembang anak ialah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Pola asuh merupakan hubungan atau pola interaksi antara orang tua dan anak untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis anak. Pola asuh terbagi menjadi tiga jenis, salah satunya otoriter. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dampak dari pola asuh otoriter terhadap perkembangan psikososial anak di usia prasekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa studi literatur. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pola asuh otoriter memiliki berbagai dampak pada perkembangan psikososial anak usia prasekolah seperti kurang mandiri, sulit mengambil keputusan, dan sulit mengontrol emosi. The psychosocial development of preschool children or 3-6 years is in the initiative versus guilt stage. Parents as the closest environment for children have an important role in supporting the development of the child. One of the things that can support the proliferation of children is parenting applied by parents. Parenting is a relationship or pattern of interaction between parents and children to meet the physical and psychological needs of children. Parenting style are divided into three types, one of which is authoritarian. This study aims to examine the impact of authoritarian parenting on the psychosocial development of children at preschool age. The method used in this research is a literature study. The results of this study found that authoritarian parenting has a variety of impacts on the psychosocial development of preschool-aged children such as lack of independence, difficulty making decisions, and difficulty controlling emotions. 
SEKSUALITAS DAN SEKS BEBAS REMAJA Sabila Dina Hanifah; R Nunung Nurwati; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.40046

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan. Pada tahap remaja, kepribadian dan karakter individu mulai terbentuk. Ada beberapa tahapan pada masa remaja, salah satunya adalah remaja akhir. Pada tahap remaja akhir terdapat banyak perubahan yang akan muncul sebagai bentuk pengembangan  diri, diantaranya mengenal lawan jenis, jatuh cinta, dan mulai berkembangnya alat reproduksi. Salah satu faktor terjadinya pernikahan dini di Bangka Belitung disebabkan oleh seks pranikah. Teknik pengumpulan data pada artikel ini menggunakan studi kepustakaan. Dengan menggunakan perspektif psikodinamika dan teori      psikoseksual yaitu adanya dorongan dan kebutuhan seksual yang harus terpenuhi, serta pengaruh emosional yang  menjadi faktor utama seseorang melakukan dan menyalurkan aktivitas seksualnya. Hal ini berkaitan dengan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa perilaku seks bebas tidak hanya disebabkan oleh faktor lingkungan tetapi juga didorong oleh diri sendiri. Selain itu, individu yang melakukan hubungan seks pranikah cenderung mengalami kerentanan dan mengganggu fungsi sosial. Adolescence is a very vulnerable period. At the adolescent stage, individual personalities and characters begin to form. There are several stages in adolescence, one of which is late adolescence. At the late adolescence stagemany changes will appear as a form of self-development, including knowing the opposite sex, falling in love, and starting to develop reproductive organs. One of the factors in the occurrence of early marriage in Bangka Belitung is premarital sex. The data collection technique in this article uses a literature study. By using a psychodynamic perspective and psychosexual theory, namely the existence of sexual urges and needs that must be met, as well as emotional influences which are the main factors for a person to carry out and channel sexual activity. This is related to the results of research which reveals that free sex behavior is not only caused by environmental factors but is also driven by oneself. In addition, individuals who have premarital sex tend to experience vulnerability and interfere with social functioning.