Meilanny Budiarti Santoso
Pusat Studi CSR, Kewirausahaan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Universitas Padjadjaran

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

GENERASI SANDWICH: KONFLIK PERAN DALAM MENCAPAI KEBERFUNGSIAN SOSIAL Raihan Akbar Khalil; Meilanny Budiarti Santoso
Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v12i1.39637

Abstract

Konflik peran dimaknai sebagai dua peran atau lebih yang harus dijalankan secara bersamaan, namun di sisi lain individu yang bersangkutan tidak dapat menjalankan kedua peran yang ada secara maksimal. Konflik peran yang terjadi pada individu rawan berdampak negatif pada kehidupan diri dan pencapaian keberfungsian sosial. Setiap individu mengalami konflik peran, terutama pada generasi sandwich. Generasi sandwich menjalankan berbagai peran atau mengalami konflik peran, yang tentunya dapat berimplikasi pada kehidupan mereka, salah satunya dalam mencapai kebefungsian sosial. Penelitian ini membahas mengenai konflik peran yang dihadapi oleh generasi sandwich dalam mencapai keberfungsian sosial, dampak yang ditimbulkan serta mengungkap alternatif solusi bagi generasi sandwich dalam mencapai keberfungsian sosial mereka. Dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran yang dijalankan oleh generasi sandwich menyebabkan tidak dapat terpenuhinya keberfungsian sosial. Diperlukan adanya intervensi untuk memulihkan keberfungsian sosial generasi sandwich melalui pekerja sosial dengan berbagai praktik yang dapat digunakan pada level individu, keluarga, dan lingkungan kerja.
PERAN PENDAMPING PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM PENANGGULANGAN ANAK STUNTING PADA KELUARGA PENERIMA MANFAAT Hanifah Fatwa Nadilla; Nunung Nurwati; Meilanny Budiarti Santoso
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 5, No 1 (2022): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v5i1.39561

Abstract

Fenomena stunting merupakan permasalahan skala global terkait kondisi anak dengan keadaan tubuh pendek. Beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami stunting adalah faktor kemiskinan yang didalamnya mencangkup beberapa faktor lain seperti  kurangnya pemenuhan gizi yang cukup, rendahnya tingkat pendidikan Ibu, kurangnya pemenuhan sanitasi air bersih dan sebagainya. Stunting dari kacamata ilmu sosial merupakan permasalahan sosial yang kompleks karena berkaitan dengan kesejahteraan Ibu dan Anak. Maka dari itu salah satu program Kementerian Sosial yaitu Program Pendamping Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program yang melakukan intervensi pencegahan stunting melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan pemberian materi yang disampaikan langsung oleh pendamping PKH termasuk materi mengenai stunting. Peran dan yang harus dimiliki oleh pendamping PKH dalam mengatasi permasalahan termasuk permasalahan stunting yaitu peran dan keterampilan sebagai fasilitator, peran dan keterampilan sebagai pemberian edukasi kepada penerima manfaat, peran sebagai perwakilan antara pemerintah dan masyarakat atau sebaliknya serta keterampilan yang harus mampu dimiliki seperti menguasi keterampilan dalam hal-hal yang berkaitan dengan teknis. Dalam menganalisis permasalahan stunting, pendamping PKH juga tidak hanya melihat dari segi individu/orang nya melainkan juga harus melihat dari sisi kondisi lingkungannya karena, kondisi lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap masalah yang terjadi di masyarakat.Kata Kunci: Stunting, Pendamping PKH, KPM 
MAS KLIMIS (MASYARAKAT PEDULI IKLIM YANG HARMONIS) KENDARAAN PT PJB UP GRESIK DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) Dewi Luqmania; Anjumiz Sunani; Afifah Septiani; Febi Agus Dwi Riyanto; Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v12i1.41877

Abstract

Isu lingkungan menjadi persoalan serius di berbagai negara di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Penanganan lingkungan tidak dapat hanya ditangani oleh satu pihak, baik hanya pemerintah saja, atau masyarakat sendiri. Upaya mengatasi isu lingkungan perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, tidak terkecuali pihak industri atau perusahaan melalui tanggung sosial perusahaan. Beberapa pihak yang dapat dilibatkan menangani persoalan lingkungan adalah pemerintah, perusahaan atau swasta, perguruan tinggi, media, dan masyarakat. Proses penanganan dapat dilakukan melalui membangun kesadaran bersama, melakukan kajian serta aksi bersama, serta melakukan monitoring dan evaluasi bersama. Keikutsertaan dan keterlibatan para pemangku kepentingan dalam proses penanganan isu lingkungan menjadi hal penting. Proses partisipasi tersebut akan membangun karakter berdaya masyarakat sehingga pada akhirnya akan membangun kemandirian dan kesinambungan pengelolaan, dimana hal tersebut akan terwujud melalui manfaat ekonomi, sosial, dan ekologi bagi masyarakat sekitar dan keseluruhan pemangku kepentingan. Pemeliharaan kemandirian merupakan tantangan tersendiri, bahkan merupakan sesuatu yang harus dipertahankan. Environmental issues are a serious problem in various countries in the world, including Indonesia. Environmental management cannot only be handled by one party, either only the government, or the community itself. Efforts to overcome environmental issues need to involve various stakeholders, including the industry or companies through corporate social responsibility (CSR). Several stakeholders who can be involved in dealing with environmental issues are the government, companies or the private sector, academics, the media, and the community. The treatment process can be carried out through building mutual awareness, conducting joint studies and actions, and conducting joint monitoring and evaluation. The participation and involvement of stakeholders in the process of handling environmental issues is important. The participation process will build the empowered character of the community so that in the end it will build independence and sustainable management, where this will be realized through economic, social, and ecological benefits for the surrounding community and all stakeholders. Maintaining independence is a challenge in itself, even something that must be maintained.
KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP MUNCULNYA PERILAKU KENAKALAN PADA REMAJA Ghea Cantika Noorsyarifa; Meilanny Budiarti Santoso
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.45814

Abstract

Keluarga merupakan bagian atau unsur terkecil dari suatu masyarakat. Salah satu fungsi dasar keluarga yakni fungsi afektif. Fungsi afektif memiliki keterkaitan dengan fungsi internal keluarga yakni upaya perlindungan dan dukungan dalam hal psikososial bagi para anggota keluarga. Permasalahan yang terjadi dalam kehidupan keluarga berpotensi menyebabkan berkurangnya kualitas dari fungsi afektif yang diterapkan di dalam suatu hubungan keluarga. Komunikasi yang dijalankan oleh seorang anak terutama di usia remaja dengan orang tuanya tidaklah selalu berjalan dengan baik. Terjadinya suatu persoalan antara anak dan orang tua dapat memungkinkan timbulnya permasalahan, salah satunya berupa perilaku kenakalan remaja. Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, masa remaja dapat dikatakan merupakan masa yang penting dan menjadi titik kritis dalam fase tumbuh kembang seorang anak menuju usia dewasa, karena pada masa remaja seseorang didorong untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dalam menghadapi suatu permasalahan yang dihadapinya. Artikel ini membahas mengenai keluarga dan dinamika yang terjadi didalam kehidupan keluarga, sehingga menjadi penyebab terjadinya perilaku kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil studi menunjukkan bahwa kurangnya peran orang tua dalam memberikan perhatian dalam menjalin hubungan komunikasi terhadap anak menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja, maka untuk mengatasi kasus tersebut orang tua harus menjalin hubungan dan komunikasi yang baik bagi anak serta menjadi teladan yang baik bagi seorang anak.
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PADA KUALITAS PELAYANAN PROGRAM SENTRA INDUSTRI BUKIT ASAM (SIBA) BOKASHI PT BUKIT ASAM, TBK. (PTBA) Sahadi Humaedi; Meilanny Budiarti Santoso; Faris Harsen; Mustafa Kamal
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.46565

Abstract

 ABSTRAKTanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) menjadi salah satu upaya perusahaan dalam membuat perubahan bagi masyarakat, melalui program CSR perusahaan dapat membangun hubungan sosial kepada masyarakat sehingga perusahaan memiliki legitimasi yang baik. PT Bukit Asam melalui program CSR SIBA Bokashi bermaksud memberdayakan masyarakat melalui kegiatan industry kreatif dengan memanfaatkan limbah organik menjadi sebuah pupuk bokashi. Sebagai salah satu pihak yang melakukan pelayanan publik melalui program SIBA Bokashi, tentunya perlu dilakukan evaluasi terhadap pelayanan yang dilakukan terhadap masyarakat penerima program. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur tingkat kepuasan masyarakat atas aktivitas tanggung jawab sosial yang dilaksanakan oleh perusahaan dan mengukur pencapaian manfaat yang telah diterima, serta memberikan peluang bagi masyarakat untuk memberikan penilaian yang objektif mengenai perkembangan pelaksanaan program CSR PTBA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif deskriptif untuk menjelaskan indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap program yang dilaksanakan. Hasil keseluruhan IKM berada pada interval 3.335 dan berdasarkan tabel interval dalam Permen PAN RB No. 14 Tahun 2017 mengenai Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat, maka mutu program CSR SIBA Bokashi dalam kategori B dengan nilai konversi 83.37, ini menandakan bahwa kinerja program CSR SIBA Bokashi berada pada kategori sangat baik. Capaian nilai IKM yang telah didapatkan tersebut menunjukkan pelayanan yang sangat baik karena berbagai indikator penyusunnya dapat dicapai secara keseluruhan mulai dari kepastian waktu pelayanan, akurasi pelayanan, kesopanan dan keramahan, tanggung jawab, kelengkapan, dan kemudahan mendapatkan pelayanan. Kata Kunci: Kepuasan Masyarakat, Program CSR, Kualitas Pelayanan ABSTRACTCorporate social responsibility (CSR) is one of the company's efforts to make changes in society, through CSR programs companies can build social relations with the community so that companies have good legitimacy. PT Bukit Asam through the SIBA Bokashi CSR program intends to empower the community through creative industry activities by utilizing organic waste to become bokashi fertilizer. As one of the parties that perform public services through the SIBA Bokashi program, of course, it is necessary to evaluate the services provided to the community receiving the program. The purpose of this study was to measure the level of community satisfaction with social responsibility activities carried out by the company and to measure the achievement of the benefits that have been received, as well as to provide an opportunity for the community to provide an objective assessment of the development of PTBA's CSR program implementation. The method used in this study is a descriptive quantitative approach to explain the community satisfaction index (IKM) for the implemented program. The overall results of IKM are at intervals of 3,335 and based on the interval table in Permen PAN RB No. 14 of 2017 concerning Guidelines for Compiling a Community Satisfaction Survey, the quality of the SIBA Bokashi CSR program is in category B with a conversion value of 83.37, this indicates that the performance of the SIBA Bokashi CSR program is in the very good category. The achievement of IKM score that has been obtained shows very good service because the various constituent indicators can be achieved as a whole starting from the certainty of service time, service accuracy, politeness and friendliness, responsibility, completeness, and ease of getting service. 
REMAJA SEBAGAI PELAKU CYBERBULLYING DALAM MEDIA SOSIAL Shafa Yuandina Sekarayu; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.39558

Abstract

Masa peralihan menuju dewasa menimbulkan berbagai tantangan bagi remaja untuk bisa mengembangkan kemampuan sosial dan emosionalnya. Penggunaan media sosial yang tidak seimbang dengan pengawasan, perhatian, dan rasa tanggung jawab dapat menimbulkan perilaku cyberbullying. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji mengenai remaja sebagai pelaku cyberbullying dalam media sosial. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur terhadap bahan bacaan, seperti jurnal, buku, dan penemuan hasil penelitian yang berkaitan dengan cyberbullying dan kondisi psikososial remaja. Hasil yang diperoleh adalah kondisi psikososial remaja yang sedang membutuhkan pengakuan terhadap diri dan lingkungannya menyebabkan penggunaan media sosial secara tidak bertanggung jawab dan dapat menimbulkan perilaku cyberbullying. The transitional period to adulthood poses various challenges for adolescents to develop their social and emotional abilities. The use of social media that is not balanced with supervision, attention, and a sense of responsibility can lead to cyberbullying. This article aims to examine teenagers as perpetrators of cyberbullying in social media. The method used in this article is a literature study of reading materials, such as journals, books, and research findings related to cyberbullying and adolescent psychosocial conditions. The results obtained are that the psychosocial condition of adolescents who are need of recognition of themselves and their environment causes the use of social media to be irresponsible which can cause adolescents to engage in cyberbullying behavior.
PROGRAM POLI PENGOBATAN TRADISIONAL TERINTEGRASI: IMPLEMENTASI INOVASI SOSIAL SAAT PANDEMI Dewi Luqmania; Afifah Septiani; Santoso Tri Raharjo; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.35595

Abstract

Tingginya kasus covid 19 di Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Gresik telah berdampak pada perilaku masyarakat. Banyak warga menjadi merasa sakit walaupun bukan covid 19, melainkan sakit yang disebabkan oleh munculnya rasa takut dan khawatir terhadap situasi pandemi covid 19. Di sisi lain, banyak warga yang sakit namun merasa khawatir dan takut untuk berobat ke rumah sakit, sehingga 45% warga Gresik lebih memilih menggunakan obat herbal untuk memelihara kesehatan dan sebagai obat penyembuhan secara alami dengan melakukan pengobatan tradisional. Kajian ini berupaya menggambarkan implementasi inovasi sosial melalui Program Poli Pengobatan Tradisional (Poli Batra) Terintegrasi sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan warga masyarakat dengan memanfaatkan pendekatan tradisional pengobatan melalui pemanfaatan bahanbahan herbal atau pengobatan alami. Program yang diinisiasi oleh CSR PT PJB Unit Pembangkitan Gresik ini didorong oleh situasi pandemi dengan berkolaborasi bersama berbagai stakeholder, salah satu stakeholder dalam program ini adalah Puskesmas Alun-Alun Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka, yaitu dengan mempelajari berbagai sumber referensi berupa jurnal ilmiah nasional, internasional, dokumen laporan CSR Perusahaan terkait dengan topik yang diangkat dalam artikel. Hasil studi menunjukkan bahwa program inovasi sosial ini telah memberikan dampak positif bagi berbagai stakeholder yang terlibat dan dengan adanya perubahan sistemik dari inovasi dan integrasi di dalam program serta didorong oleh prosedur yang secara otoritas telah disahkan, tentu hal ini meningkatkan nilai keberlanjutan program. The high number of COVID-19 cases in Indonesia, including in the Gresik Regency, has had an impact on people's behavior. Many residents feel sick even though it's not covid 19, but sick caused by the emergence of fear and worry about the covid 19 pandemic situation. On the other hand, many people who are sick but feel worried and afraid to go to the hospital, so 45% of Gresik residents prefer to use herbal medicine to maintain health and as a natural healing medicine by doing traditional medicine. This study seeks to describe the implementation of social innovation through the Integrated Traditional Medicine Poly Program (Poli Batra) as an effort to meet the health needs of the community by utilizing traditional approaches to treatment through the use of herbal ingredients or natural remedies. The program, which was initiated by PT PJB's CSR Gresik Generation Unit, was driven by the pandemic situation by collaborating with various stakeholders, one of the stakeholders in this program is the Gresik Square Health Center. The method used in this study is a descriptive qualitative method with data collection techniques carried out by library research techniques, namely by studying various reference sources in the form of national, international scientific journals, company CSR report documents related to the topics raised in the article . The results of the study show that this social innovation program has had a positive impact on the various stakeholders involved and with systemic changes from innovation and integration in the program and driven by procedures that have been authorized by authorities, this certainly increases the value of the sustainability program. 
SEKSUALITAS DAN SEKS BEBAS REMAJA Sabila Dina Hanifah; R Nunung Nurwati; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.40046

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan. Pada tahap remaja, kepribadian dan karakter individu mulai terbentuk. Ada beberapa tahapan pada masa remaja, salah satunya adalah remaja akhir. Pada tahap remaja akhir terdapat banyak perubahan yang akan muncul sebagai bentuk pengembangan  diri, diantaranya mengenal lawan jenis, jatuh cinta, dan mulai berkembangnya alat reproduksi. Salah satu faktor terjadinya pernikahan dini di Bangka Belitung disebabkan oleh seks pranikah. Teknik pengumpulan data pada artikel ini menggunakan studi kepustakaan. Dengan menggunakan perspektif psikodinamika dan teori      psikoseksual yaitu adanya dorongan dan kebutuhan seksual yang harus terpenuhi, serta pengaruh emosional yang  menjadi faktor utama seseorang melakukan dan menyalurkan aktivitas seksualnya. Hal ini berkaitan dengan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa perilaku seks bebas tidak hanya disebabkan oleh faktor lingkungan tetapi juga didorong oleh diri sendiri. Selain itu, individu yang melakukan hubungan seks pranikah cenderung mengalami kerentanan dan mengganggu fungsi sosial. Adolescence is a very vulnerable period. At the adolescent stage, individual personalities and characters begin to form. There are several stages in adolescence, one of which is late adolescence. At the late adolescence stagemany changes will appear as a form of self-development, including knowing the opposite sex, falling in love, and starting to develop reproductive organs. One of the factors in the occurrence of early marriage in Bangka Belitung is premarital sex. The data collection technique in this article uses a literature study. By using a psychodynamic perspective and psychosexual theory, namely the existence of sexual urges and needs that must be met, as well as emotional influences which are the main factors for a person to carry out and channel sexual activity. This is related to the results of research which reveals that free sex behavior is not only caused by environmental factors but is also driven by oneself. In addition, individuals who have premarital sex tend to experience vulnerability and interfere with social functioning.
PROSES PEMBERDAYAAN ANAK YATIM MELALUI PROGRAM MANDIRI ENTREPRENEUR CENTER (MEC) OLEH YATIM MANDIRI BOGOR Salsa - Haura; Maulana - Irfan; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34294

Abstract

 Abstrak Organisasi pelayanan sosial, khususnya panti asuhan menjadi suatu lembaga yang sangat populer untuk membentuk perkembangan anak yatim, atau anak-anak yang tidak memiliki keluarga ataupun yang tidak tinggal bersama dengan keluarga. Lembaga panti asuhan mempunyai peran dalam memberikan pendidikan keagamaan, pendidikan formal, serta memberikan perlindungan dan rasa aman bagi anak. Namun, harapan ini sulit dicapai seutuhnya dikarenakan adanya kondisi-kondisi dimana panti asuhan tidak dapat memberikan bimbingan dalam bidang pendidikan, pekerjaan, serta dalam pembentukan karakter dan penyesuaian diri anak di masyarakat. Hal tersebut membuat panti asuhan tidak dapat  memenuhi standar pelayanan sosial yang mencakup aspek peningkatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu program pemberdayaan bagi anak-anak yatim untuk dapat menumbuhkan kemandiriannya, sehingga anak-anak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Yayasan Yatim Mandiri merupakan lembaga amil zakat yang fokus pada pemberdayaan anak-anak yatim melalui program unggulannya yaitu Mandiri Entrepreneur Center (MEC). MEC merupakan pusat pendidikan dan pelatihan kewirausahaan untuk mencetak sumber daya manusia, khususnya anak yatim agar bisa berdaya saing di bidang ekonomi.