Sabila Dina Hanifah
Program Studi Kesejahteraan Sosial, FISIP, Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SEKSUALITAS DAN SEKS BEBAS REMAJA Sabila Dina Hanifah; R Nunung Nurwati; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.40046

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan. Pada tahap remaja, kepribadian dan karakter individu mulai terbentuk. Ada beberapa tahapan pada masa remaja, salah satunya adalah remaja akhir. Pada tahap remaja akhir terdapat banyak perubahan yang akan muncul sebagai bentuk pengembangan  diri, diantaranya mengenal lawan jenis, jatuh cinta, dan mulai berkembangnya alat reproduksi. Salah satu faktor terjadinya pernikahan dini di Bangka Belitung disebabkan oleh seks pranikah. Teknik pengumpulan data pada artikel ini menggunakan studi kepustakaan. Dengan menggunakan perspektif psikodinamika dan teori      psikoseksual yaitu adanya dorongan dan kebutuhan seksual yang harus terpenuhi, serta pengaruh emosional yang  menjadi faktor utama seseorang melakukan dan menyalurkan aktivitas seksualnya. Hal ini berkaitan dengan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa perilaku seks bebas tidak hanya disebabkan oleh faktor lingkungan tetapi juga didorong oleh diri sendiri. Selain itu, individu yang melakukan hubungan seks pranikah cenderung mengalami kerentanan dan mengganggu fungsi sosial. Adolescence is a very vulnerable period. At the adolescent stage, individual personalities and characters begin to form. There are several stages in adolescence, one of which is late adolescence. At the late adolescence stagemany changes will appear as a form of self-development, including knowing the opposite sex, falling in love, and starting to develop reproductive organs. One of the factors in the occurrence of early marriage in Bangka Belitung is premarital sex. The data collection technique in this article uses a literature study. By using a psychodynamic perspective and psychosexual theory, namely the existence of sexual urges and needs that must be met, as well as emotional influences which are the main factors for a person to carry out and channel sexual activity. This is related to the results of research which reveals that free sex behavior is not only caused by environmental factors but is also driven by oneself. In addition, individuals who have premarital sex tend to experience vulnerability and interfere with social functioning.