Shafa Yuandina Sekarayu
Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Shafa Yuandina Sekarayu; Nunung Nurwati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.33436

Abstract

ABSTRAKPernikahan merupakan ikatan lahir dan batin berupa penyatuan antara laki-laki dan perempuan atas dasar keinginan untuk memiliki keturunan dan keluarga. Pada dasarnya pernikahan dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki kematangan dalam segi fisik, psikologis, dan ekonomi. Namun, di Indonesia sekitar 12 - 20% masih bisa ditemukan pernikahan yang belum disertai dengan kesiapan dari berbagai aspek seperti fisik, ekonomi, dan pengetahuan mengenai kehidupan rumah tangga. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan deskriptif yang akan menggali lebih dalam mengenai pernikahan dini dan keterkaitannya dengan kesehatan reproduksi. Pernikahan usia dini dilakukan oleh seseorang yang rata-rata berusia dibawah 19 tahun yang rata-rata belum siap dalam berbagai aspek dalam pernikahan. Hal ini kemungkinan akan berdampak terhadap kesehatan reproduksi baik untuk perempuan maupun laki-laki. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang dari berbagai aspek dalam melaksanakan pernikahan sehingga upaya untuk menghindari dampak buruk pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi dapat diminimalisir. ABSTRACT Marriage is a physical and spiritual bond in the form of a union between a man and a woman based on the desire to have offspring and a family. Basically, marriage is carried out by someone who has matured physically, psychologically and economically. However, in Indonesia, around 12-20% can still be found marriages that have not been accompanied by readiness from various aspects such as physical, economic, and knowledge of household life. This article uses qualitative and descriptive research methods that will explore more about early marriage and its relation to reproductive health. Early marriage is carried out by someone who is under 19 years old on average who is not ready for various aspects of marriage. This is likely to have an impact on reproductive health for both women and men. Therefore, various aspects of preparation are needed in carrying out the marriage so that efforts to avoid the negative impact of early marriage on reproductive health can be minimized.
REMAJA SEBAGAI PELAKU CYBERBULLYING DALAM MEDIA SOSIAL Shafa Yuandina Sekarayu; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.39558

Abstract

Masa peralihan menuju dewasa menimbulkan berbagai tantangan bagi remaja untuk bisa mengembangkan kemampuan sosial dan emosionalnya. Penggunaan media sosial yang tidak seimbang dengan pengawasan, perhatian, dan rasa tanggung jawab dapat menimbulkan perilaku cyberbullying. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji mengenai remaja sebagai pelaku cyberbullying dalam media sosial. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur terhadap bahan bacaan, seperti jurnal, buku, dan penemuan hasil penelitian yang berkaitan dengan cyberbullying dan kondisi psikososial remaja. Hasil yang diperoleh adalah kondisi psikososial remaja yang sedang membutuhkan pengakuan terhadap diri dan lingkungannya menyebabkan penggunaan media sosial secara tidak bertanggung jawab dan dapat menimbulkan perilaku cyberbullying. The transitional period to adulthood poses various challenges for adolescents to develop their social and emotional abilities. The use of social media that is not balanced with supervision, attention, and a sense of responsibility can lead to cyberbullying. This article aims to examine teenagers as perpetrators of cyberbullying in social media. The method used in this article is a literature study of reading materials, such as journals, books, and research findings related to cyberbullying and adolescent psychosocial conditions. The results obtained are that the psychosocial condition of adolescents who are need of recognition of themselves and their environment causes the use of social media to be irresponsible which can cause adolescents to engage in cyberbullying behavior.