Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FAKTOR PENYEBAB ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN KLASIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA TINGKAT SD DI WILAYAH KOTA MUARA BUNGO Akhmad Teddy; Diva Alya; Maryeni; Yumita; Opi Andriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i1.718

Abstract

Dicanangkannya pendidikan inklusi di Indonesia dengan tujuan untuk memfasilitasi kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) sudah banyak dijalankan di seluruh Indonesia khususnya wilayah muara bungo, tetapi dalam pelaksanannya menemukan banyak kendala-kendala atau permasalahan di sekolah khususnya bagi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor anak berkebutuhan khusus dan klasifikasi anak berkebutuhan khusus pada tingkat SD di wilayah Kota Muara Bungo. Subyek penelitian adalah siswa yang mengalami kebutuhan khusus Pendidikan Inklusi. Data diperoleh melalui open-ended questionnaire (pertanyaan terbuka). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis menggunakan teknik koding. Desain penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan indigenous psychology bagian dari tradisi pendekatan ilmiah dimana aspek yang penting dalam pendekatan ini adalah usaha untuk menemukan metode yang sesuai untuk mengungkap fenomena dalam suatu investigasi. Hasil penelitian menunjukkan ada berbagai permasalahan yang ditemui orang tua itu sendiri seperti kurangnya pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab ABK dan klasifikasi ABK.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH DASAR MUARA BUNGO Kartini; Roza Anjliana; Safitri; Zahratulmi; Opi Andriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i1.719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui landasan empiris dan filosofi pendidikan inklusif. Landasan empiris yang dipakai dalam pelaksanaan pendidikan inklusif yaitu: (1) deklarasi hak asasi manusia 1948. (2) konvensi hak anak 1989. (3) konferensi dunia tentang pendidikan untuk semua 1990. Pendidikan inklusi pada anak usia dini dimulai dengan mengakomodasi kebutuhan anak, mengidentifikasi kebutuhan khusus anak, serta memetakan potensi perkembangan dan hambatan anak saat ini maupun di masa depan. Pendidikan inklusif senantiasa mengedepankan aspek kesetaraan bagi anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh layanan pendidikan. Sistem pendidikan inklusif yang di implementasikan pada tingkatan pendidikan anak usia dini masih menyisakan persoalan, yakni pelaksanaan pendidikan inklusif yang ternyata masih tidak inklusif.
FASILITAS YANG MENUNJANG PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI Cindy Novriani; Rauzatul Iwa; Rezky Purnama Syahputri; Tasya Isni Febiana; Opi Andriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i1.734

Abstract

Sekolah Inklusi merupakan sebuah pelayanan pendidikan dimana Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) belajar bersama satu ruang dengan anak normal. Mereka belajar bersama, meskipun kemungkinan materi yang diberikan berbeda. Saat ini belum ada standar fasilitas kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi. Penelitian ini menganalisa kebutuhan ruang, persyaratan ruang sekolah yang dapat mendukung proses belajar pada sekolah inklusi. Analisa kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi ini berdasarkan karakteristik umum yang terdapat pada anak lamban belajar, kesulitan belajar, autis dan Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metodologi kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah inklusi harus memiliki ruang-ruang khusus yang merupakan bagian dari penanganan anakanak berkebutuhan khusus, ruang tersebut memiliki persyaratan ruang yang spesifik sesuai dengan karaktek anak yang ditangani. Ruang khusus tersebut diantaranya: (a) Ruang Belajar Individu yang digunakan untuk anak belajar bersama guru secara individual atau bisa juga secara kelompok dengan jumlah siswa terbatas, yaitu maksimum 5 siswa, (b) Ruang Renung dibutuhkan untuk anak yang sedang mengamuk atau tantrum berat, (c) Ruang konsultasi dipergunakan untuk orang tua berkonsultasi dengan guru , psikolog dan pedagog di sekolah.
KONSEP LAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Haqdila Elfira Syafitri; Tifani Fatmawati Sukma M; Rani Desperawati; Opi Andriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i1.792

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Layanan akademik dilihat dari (a) aspek peserta didik, sekolah telah memberikan layanan berupa identifikasi dan assesmen bagi anak berkebutuhan khusus; (b) aspek kurikulum, sekolah belum melakukan pengembangan kurikulum khusus ABK; (c) aspek sarana dan prasarana, sarana dan prasarana yang ada di sekolah masih sama seperti sekolah pada umumnya namun di SD Negeri Ngentakrejo sudah menyediakan sarana berupa akses jalan untuk ABK dan proses pembuatan ruangan khusus untuk pendampingan ABK; (d) aspek pendidik, pendidik masih merasa kesulitan dalam melayani ABK. (2) Layanan non-akademik dilihat dari (a) aspek pengembangan life skills, masih sebatas kegiatan ekstrakurikuler, di SD Negeri Ngentakrejo sudah merencanakan adanya kegiatan cetak batako, paving block, sablon, dan membatik; (b) aspek kegiatan ekstrakurikuler, layanan yang diberikan sekolah masih sama yaitu tidak membeda-bedakan antar anak baik itu ABK maupun nonABK.
Kesulitan Belajar Dan Membaca Pada Anak Berkebutuhan Khusus Wiwik Depani Putri; Nazratul Fitri; Riyo Handani; Opi Andriani
Simpati Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v2i1.515

Abstract

Children with special needs are individuals with certain conditions of instability who require a special approach in education. Children with special needs often face learning and reading difficulties. Several factors that can cause these difficulties are neurological disorders, motor difficulties, visual perception difficulties, language and communication difficulties as well as lack of support and adjustments in the learning process. This research aims to dig deeper into this problem and provide an understanding of the factors that influence learning and reading difficulties in children with special needs. The keywords used in this research are children with special needs, learning difficulties, reading difficulties. The method used is qualitative with a case study approach. The research was conducted involving children with special needs, data was collected through classroom observations, interviews with parents and teachers, as well as observations of children's learning and reading progress
HUBUNGAN PENGUASAAN KURIKULUM MERDEKA DENGAN SELF-EFFICACY GURU MENGHADAPI PERBEDAAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Opi ANDRIANI; Subhanadri; Desi Julita
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v8.i2.3947

Abstract

Latar belakang penelitian didasarkan pada tuntutan Kurikulum Merdeka yang menempatkan guru sebagai perancang pembelajaran adaptif dalam konteks kelas yang heterogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penguasaan Kurikulum Merdeka dan self-efficacy guru dalam menghadapi perbedaan peserta didik di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah guru Sekolah Dasar di Kecamatan Pasar Muara Bungo, dengan jumlah responden sebanyak 35 guru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 17 Desember 2025 menggunakan angket penguasaan Kurikulum Merdeka dan self-efficacy guru. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan memanfaatkan SPPS 24. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penguasaan Kurikulum Merdeka dan self-efficacy guru dalam menghadapi perbedaan peserta didik. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi penguasaan guru terhadap Kurikulum Merdeka, semakin kuat keyakinan guru dalam mengelola keragaman peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan penguasaan kurikulum perlu diintegrasikan dengan pengembangan aspek psikologis guru untuk mendukung pembelajaran yang berkeadilan.