Uut Septiana
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Model Discovery Learning Berbasis Wanatani Terhadap ecoliteracy Aspek Kognitif Materi Kearifan Lokal Uut Septiana; Roy Ardiansyah; Dwi Yuniasih Saputri
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 5 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i5.123666

Abstract

Degradasi ekosistem akibat aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab memicu urgensi peningkatan pemahaman lingkungan sejak dini. Namun, pengetahuan literasi ekologi (ecoliteracy) peserta didik sekolah dasar pada aspek kognitif masih tergolong rendah, diperparah oleh ketergantungan guru terhadap materi ajar konvensional yang kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model Discovery Learning berbasis kearifan lokal Wanatani (agroforestry) terhadap peningkatan ecoliteracy aspek kognitif pada peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas IV sekolah dasar negeri se-Gugus Ahmad Dahlan Kecamatan Sruweng tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yang menetapkan SDN 1 Sruweng sebagai kelas eksperimen (n=31) dengan perlakuan model Discovery Learning berbasis Wanatani dan SDN 2 tanggeran sebagai kelas kontrol (n=22) dengan model Problem Based Learning. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes esai ecoliteracy aspek kognitif sebanyak 15 butir soal yang valid dan reliabel ( α= 0,955). Teknik analisis data menggunakan uji t independen (Independent Sample t-test), N-Gain Score, dan uji Effect Size. Hasil analisis uji statistic uji t independen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), sehingga hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (H₁) diterima. Kelas eksperimen mencapai nilai rata-rata posttest sebesar 66,28 dengan rata-rata N-Gain 0,30 (kategori sedang). Perhitungan Effect Size menggunakan menggunakan rumus Cohen’s d menunjukkan nilai 0,49 (kategori small effect). Penerapan model Discovery Learning Berbasis Wanatani memberikan dampak positif dalam memperkuat penguasaan kognitif literasi ekologi peserta didik melalui visualisasi dan praktik kearifan lokal yang konkret. 
Penerapan Model Collaborative Learning Untuk Meningkatkan Critical Thinking Skill Pada Siswa Sekolah Dasar Ika Nur Laela; Meylinda Nurlatifah; Nabila Zahra Atika; Restina Salsabila Eka W; Uut Septiana
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v3i1.2710

Abstract

Collaborative learning is learning that involves students by forming small groups that work together to solve problems that aim to encourage students to play an active role and be able to think critically during learning. The characteristics of the collaborative learning model are considered to be able to train students' stimulus so that it can train and improve students' critical thinking skills. Collaborative learning is expected to be able to improve thinking skills and high thinking skills, especially critical thinking skills. Based on the results of the articles we have reviewed, it shows that collaborative learning that is applied can significantly provide benefits in improving thinking skills. However, there are some challenges that must be addressed such as time management of collaborative learning implementation and ensuring that all students get the same opportunity as other students.