Degradasi ekosistem akibat aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab memicu urgensi peningkatan pemahaman lingkungan sejak dini. Namun, pengetahuan literasi ekologi (ecoliteracy) peserta didik sekolah dasar pada aspek kognitif masih tergolong rendah, diperparah oleh ketergantungan guru terhadap materi ajar konvensional yang kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model Discovery Learning berbasis kearifan lokal Wanatani (agroforestry) terhadap peningkatan ecoliteracy aspek kognitif pada peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas IV sekolah dasar negeri se-Gugus Ahmad Dahlan Kecamatan Sruweng tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yang menetapkan SDN 1 Sruweng sebagai kelas eksperimen (n=31) dengan perlakuan model Discovery Learning berbasis Wanatani dan SDN 2 tanggeran sebagai kelas kontrol (n=22) dengan model Problem Based Learning. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes esai ecoliteracy aspek kognitif sebanyak 15 butir soal yang valid dan reliabel ( α= 0,955). Teknik analisis data menggunakan uji t independen (Independent Sample t-test), N-Gain Score, dan uji Effect Size. Hasil analisis uji statistic uji t independen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), sehingga hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (H₁) diterima. Kelas eksperimen mencapai nilai rata-rata posttest sebesar 66,28 dengan rata-rata N-Gain 0,30 (kategori sedang). Perhitungan Effect Size menggunakan menggunakan rumus Cohen’s d menunjukkan nilai 0,49 (kategori small effect). Penerapan model Discovery Learning Berbasis Wanatani memberikan dampak positif dalam memperkuat penguasaan kognitif literasi ekologi peserta didik melalui visualisasi dan praktik kearifan lokal yang konkret.
Copyrights © 2026