Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Debit Aliran pada Saluran Berbelok dan Saluran Tidak Seragam Diyah Ayu Widayanti; Ary Sismiani; Reni Sulistyawati A. M.
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v7i2.2925

Abstract

The flow that has a free surface is a form of water flow in an open channel. However, the flow of water in open channels is not always the same, due to topographic differences along the channel. This results in a difference in the value of the flow velocity and the value of the discharge. Therefore, it is necessary to conduct a study on discharge on flow velocity and wet cross-sectional area in different types of channels. The type of channel used in this study is a turning channel and a non-uniform channel, both of which are located in the Yogyakarta Mataram Channel. The data used is secondary data obtained from previous research in the form of channel cross-section data and flow velocity in each channel. The results of the analysis show that the discharge in both types of channels has the same curve pattern as the average flow velocity curve. Then the suitability of the two curve patterns is influenced by the value of the wet cross-sectional area, where the greater the value of the wet cross-sectional area, the greater the value of the discharge, and vice versa.Aliran yang memiliki permukaan bebas merupakan salah satu bentuk aliran air pada saluran terbuka. Meskipun demikian aliran air pada saluran terbuka tidaklah selalu sama, karena adanya perbedaan topografi di sepanjang saluran. Hal tersebut mengakibatkan adanya perbedaan nilai kecepatan aliran dan nilai debit aliran. Oleh karenanya perlu dilakukan suatu penelitian mengenai debit aliran terhadap kecepatan aliran dan luas penampang basah pada jenis saluran yang berbeda. Jenis saluran yang digunakan pada penelitian ini yaitu saluran berbelok dan saluran aliran tidak seragam, yang mana kedua jenis saluran tersebut berlokasi di Saluran Mataram Yogyakarta. Adapun data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari penelitian sebelumnya berupa data penampang saluran dan kecepatan aliran di masing-masing saluran. Hasil analisis yang didapat bahwa nilai debit aliran di kedua jenis saluran tersebut memiliki pola kurva yang sama dengan pola kurva kecepatan aliran reratanya. Kemudian sesuai atau tidaknya kedua pola kurva tersebut dipengaruhi oleh besarnya nilai luas penampang basahnya, yang mana semakin besar nilai luas penampang basah maka semakin besar nilai debit alirannya, begitu pula sebaliknya.
Peningkatan Kesadaran Dan Pemahaman Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Era Revolusi Industri 5.0: Increased Awareness and Understanding of Occupational Health and Safety (K3) in the Era of Industrial Revolution 5.0 Hudoyo, Citra Pradipta; Widayanti, Diyah Ayu; Rachmanudin, Muhammad Edwin
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.343

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam dunia industri yang semakin kompleks, terutama di era Revolusi Industri 5.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan / Artificial Intellegence (AI) dan Internet of Things (IoT). Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan K3 yang adaptif terhadap perkembangan teknologi guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Melalui pendekatan edukatif yang melibatkan presentasi materi, sesi diskusi, serta kuis interaktif berhadiah, seminar ini berupaya memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai tantangan dan strategi dalam implementasi K3 di berbagai sektor. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep K3, sebagaimana dibuktikan melalui partisipasi aktif dalam diskusi dan sesi kuis. Dengan demikian, seminar ini berkontribusi dalam menciptakan budaya keselamatan kerja yang lebih baik serta memberikan solusi inovatif yang dapat diterapkan di lingkungan kerja.
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Proyek Konstruksi Infrastruktur Jalan: Evaluasi dan Mitigasi Hudoyo, Citra Pradipta; Rachmanudin, Muhammad Edwin; Widayanti, Diyah Ayu
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 9 No. 1 Maret 2025: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v9i1.24656

Abstract

Penilaian risiko dalam proyek konstruksi infrastruktur jalan sangat penting untuk memastikan keselamatan kerja dan kelancaran proyek. Meskipun berbagai metode manajemen risiko telah diterapkan, banyak proyek masih menghadapi kegagalan dalam mengelola risiko, terutama yang berkaitan dengan keselamatan kerja dan kerusakan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method) yang menggabungkan analisis kuantitatif melalui kuesioner dan analisis kualitatif melalui wawancara dengan pakar. Sebanyak 110 responden yang berpengalaman dalam proyek konstruksi jalan berpartisipasi dalam pengisian kuesioner, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi sepuluh risiko tertinggi. Wawancara dengan pakar dilakukan untuk mengevaluasi penyebab, dampak, dan langkah mitigasi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama meliputi kerusakan jalan akibat penggunaan alat berat yang melebihi kapasitas jalan dan kecelakaan kerja akibat penggunaan alat yang tidak tepat. Tindakan mitigasi yang disarankan meliputi perbaikan prosedur kerja, pelatihan keselamatan, dan pengawasan yang lebih ketat. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan metode campuran dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam menilai risiko, sehingga meningkatkan efektivitas mitigasi risiko dan keselamatan kerja dalam proyek konstruksi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kontraktor dan pemangku kepentingan dalam mengelola risiko K3 secara lebih efektif di masa mendatang.