Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA DI DESA MERBO Pipit Afifah
EKSYDA: Jurnal Studi Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 1 (2020): EKSYDA
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With the high growth expectations of the creative economy sector, we are faced with the challenge of being able to stimulate the creation of forms of creativity that have higher value. Various economic problems such as poverty and low quality of human resources and the level of competition in the labor market, education. This kind of condition indicates that the level of community education in Merbo Village is still low, which in the end also impacts on the low human resources in Merbo Village, causing the community in the village to be unable to live in prosperity and develop. As increasing natural resources is realizing the many potentials in Merbo Village to be developed into something more valuable and economically valuable, community groups who are members of the organization. The efforts of the Village government and Human Resources directly provide good conditions to improve the quality and capacity of the community in creating and assisting the development of Village development. This research is a qualitative descriptive which will describe the low human resources in Merbo Village, Mataram Baru.
ANALISIS PERAN YAYASAN BAITUL MAL BRILiaN TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI ( STUDY KASUS PENERIMAN MANFAAT MUSTAHIK INCOME GENERATING PROGRAM DI DESA BRAJA CAKA KECAMTAN WAY JEPARA LAMPUNG TIMUR) Edi Jatmiko; Pipit Afifah
Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam pengentasan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, khususnya di daerah pedesaan. Desa Braja Caka di Kabupaten Lampung Timur menjadi contoh nyata di mana masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian dan usaha mikro dengan pendapatan yang fluktuatif. Sebagai solusi, Yayasan Baitul Mal BRILiaN (YBM BRILiaN) meluncurkan program Mustahik Income Generating Program (MIGP), sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi berbasis syariah yang menggabungkan bantuan modal, pelatihan keterampilan, dan pendampingan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field research, melibatkan wawancara terhadap 10 penerima manfaat serta analisis dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program MIGP berhasil meningkatkan pendapatan rata-rata mustahik sebesar Rp400.000 per bulan dan menciptakan ekosistem usaha yang kolaboratif melalui sistem bagi hasil dan pemasaran kolektif. Sebanyak 90% penerima menyatakan program ini lebih efektif daripada bantuan konsumtif, meskipun 10% masih mengalami kesulitan dalam memahami mekanismenya. Faktor keberhasilan utama meliputi keterbukaan terhadap inovasi, kedisiplinan pembukuan, dan pemanfaatan jaringan sosial. Tantangan yang dihadapi antara lain resistensi terhadap perubahan (15% penerima) dan variasi tingkat adopsi program. Rekomendasi strategis mencakup penyempurnaan modul pelatihan berbasis kebutuhan spesifik, penguatan kelembagaan kelompok usaha, dan integrasi dengan program pemerintah seperti KURuntuk memperluas dampak pemberdayaan
Perlindungan Debitur Dalam Pembiayaan Melalui Jaminan Fidusia Tinjauan Analisis Hukum Ekonomi Syariah Widodo; Pipit Afifah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19841

Abstract

Penggunaan jaminan fidusia dalam pembiayaan konsumen syariah menimbulkan persoalan hukum terkait perlindungan debitur, khususnya dalam aspek keadilan, kepastian hukum, dan mekanisme eksekusi. Secara yuridis, jaminan fidusia merupakan instrum en perlindungan kreditur, sehingga perlindungan debitur tidak bersumber dari keberadaan jaminan itu sendiri, melainkan dari pengaturan hukum dan pembatasan pelaksanaan eksekusinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum debitur dalam pembiayaan konsumen berbasis syariah yang menggunakan jaminan fidusia, ditinjau dari hukum positif Indonesia dan perspektif hukum ekonom i syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang- undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan jaminan fidusia belum sepenuhnya mencerminkan perlindungan debitur, terutama dalam praktik eksekusi. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, praktik tersebut berpotensi bertentangan dengan prinsip keadilan, larangan kezaliman (ẓulm), dan tujuan maqāṣid al-syarī‘a h, khususnya ḥifẓ al-māl. Oleh karena itu, penerapan jaminan fidusia dalam pembiayaan syariah perlu diselaraskan dengan prinsip rahn, karakter akad syariah, serta fatwa DSN-MUI dan regulasi OJK Syariah.