Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Suhu dan Waktu Karbonisasi Cangkang Kemiri Untuk Produksi Briket Komersil Kidung Tirtayasa Putra Pangestu; Baharuddin; Gelma Syafira
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i1.21

Abstract

Briket merupakan salah satu sumber energi alternatif berbasis biomassa yang telah diteliti dan dikembangkan untuk mengurangi degradasi lingkungan akibat penggunaan bahan bakar fosil sejak lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu dan suhu optimal pada proses karbonisasi cangkang kemiri untuk menghasilkan briket berkualitas tinggi. Limbah cangkang kemiri dipilih untuk diubah menjadi briket dan diuji. Suhu karbonisasi divariasikan menjadi 300, 400, 500, dan 600 oC, sedangkan waktu karbonisasi divariasikan menjadi 60, 90, dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu karbonisasi kulit kemiri yang tinggi menghasilkan kerapatan yang tinggi, susut bobot yang rendah, laju pembakaran yang rendah, dan nilai kalor yang tinggi. Suhu karbonisasi tidak memberikan pengaruh terhadap kadar air dan kuat tekan, sedangkan waktu karbonisasi tidak memberikan pengaruh terhadap seluruh parameter kualitas yang diuji dalam penelitian ini. Kualitas briket lebih sensitif terhadap perubahan suhu karbonisasi dibandingkan dengan waktu karbonisasi. Meskipun briket yang dikarbonisasi pada suhu 600 oC selama 60 menit menghasilkan kualitas yang lebih baik (kerapatan lebih tinggi, kehilangan berat lebih rendah, laju pembakaran lebih rendah, dan nilai kalor lebih tinggi) dibandingkan dengan kondisi karbonisasi lain yang diuji dalam penelitian ini, namun hasil pengujian parameter kadar air dan nilai kalor tidak memenuhi persyaratan SNI.
EVALUASI KUALITAS MADU DARI PAKAN SUBTITUSI CAIRAN GULA PASIR PADA LEBAH Tetragonula biroi Budiaman; Baharuddin; Muhammad Iqbal; Andi Prastiyo
Jurnal Eboni Vol. 8 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v8i1.3204

Abstract

Stingless bees, particularly Tetragonula biroi, have been widely cultivated in Sulawesi. Beekeeping in urban environments presents different vegetation conditions and sometimes lacks food sources for bees. This study aims to evaluate the quality of T. biroi honey produced by feeding liquid granulated sugar during the nectar-poor season. This study was conducted in Kampung Rimba, Makassar, South Sulawesi, from March to April 2023. Honey quality parameters were evaluated by comparing the results with the Indonesian National Standard (SNI 8664:2018). The results showed that the quality of the honey produced did not all meet SNI standards. The quality that was met was found in the sucrose, with an average of 2.47% and acidity level, with an average of 46.68% NaOH/kg. Other qualities that did not meet were moisture content, with an average of 31.04% and reducing sugar, with an average of 40.85%. These results indicate that sugar substitute feed for T. biroi bees can be used during the lean season. The use or replacement of liquid granulated sugar can only be applied when the beekeeping area lacks nectar food sources.