Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kandungan Karbohidrat dan Protein Total dari Daun Kacang Panjang (Vigna cylindrica L) Sebagai Hasil Aktivitas Pertumbuhan Hartati; Nikman Azmin; Muh. Nasir
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang (Vigna cylindrica L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting yang dikonsumsi luas sebagai sumber nutrisi nabati. Meskipun sebagian besar perhatian ditujukan pada buahnya, bagian daun juga menyimpan potensi gizi yang tinggi dan peran fisiologis penting dalam pertumbuhan tanaman. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami dinamika kandungan karbohidrat dan protein dalam daun sebagai indikator fisiologis yang dapat digunakan untuk memantau status pertumbuhan dan efisiensi metabolik tanaman secara non-destruktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karbohidrat dan protein total pada daun kacang panjang pada dua tahap pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (daun muda) dan fase generatif (daun tua), dengan menggunakan metode non-sulfurisasi. Pendekatan ini dipilih untuk mempertahankan keaslian senyawa yang terkandung tanpa modifikasi kimia, sehingga hasil yang diperoleh merepresentasikan kondisi alami jaringan tanaman. Analisis dilakukan melalui metode fenol-sulfat untuk karbohidrat dan metode destruksi untuk protein, disertai pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun muda memiliki kandungan karbohidrat total sebesar 19,1% dan protein total sebesar 6,2 ± 0,4%, sedangkan daun tua menunjukkan kandungan karbohidrat sebesar 12,1% dan protein total sebesar 4,5 ± 0,3%. Penurunan kandungan pada daun tua mencerminkan proses fisiologis seperti redistribusi nutrien menuju organ reproduktif. Temuan ini mengindikasikan bahwa kandungan biomolekul dalam daun dapat digunakan sebagai indikator pertumbuhan tanaman, yang berpotensi diterapkan dalam sistem monitoring pertanian berbasis fisiologi tanaman.
Analisis Bentuk dan Ukuran Morfologi Polen Pada 10 Genus Famili Solanaceae Nehru Nehru; Nikman Azmin; Muh. Nasir
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik bentuk dan ukuran morfologi polen pada 10 genus famili Solanaceae sebagai karakter diagnostik tambahan dalam taksonomi dan identifikasi tumbuhan. Pengamatan morfologi polen dilakukan menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 40× hingga 400× dan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk analisis ornamentasi permukaan eksin. Karakter yang diamati meliputi bentuk polen, diameter polar dan ekuatorial, tipe apertur, panjang kolpi, pola ornamentasi eksin, dan ketebalan dinding polen. Hasil penelitian menunjukkan variasi morfologi polen yang signifikan di antara 10 genera yang diteliti. Ukuran polen bervariasi dari terkecil pada americanum (15-25 μm diameter polar) hingga terbesar pada melongena (40-50 μm). Analisis kluster hierarchical berdasarkan karakter morfologi polen menghasilkan pengelompokan dalam dua kluster utama dengan tingkat similaritas 70%: Kluster I mencakup genera dengan polen besar dan ornamentasi kompleks, sedangkan Kluster II mencakup genera dengan polen kecil-sedang dan ornamentasi sederhana. Genus Solanum menempati posisi intermediet dalam dendrogram, mencerminkan peranannya sebagai genus yang paling luas dan generalis dalam Solanaceae dengan keragaman lebih dari 1.300 spesies. Karakter morfologi polen terbukti memiliki nilai diagnostik yang tinggi untuk diferensiasi dan identifikasi genus dalam Solanaceae.
Evaluation of Science Learning through Artificial Intelligence-Based Formative Feedback among Primary School Teacher Education Students Muh Nasir; Juryatina Juryatina; Mei Indra Jayanti; M Ekahidayatullah
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.20462

Abstract

This study examines the use of Artificial Intelligence (AI)-based formative feedback in the evaluation of science (IPA) learning among Primary School Teacher Education (PGSD) students. It addresses the limitations of conventional evaluation, particularly delayed feedback and the limited opportunities for conceptual correction in science learning. The study employed a mixed-methods approach with an explanatory sequential design; the quantitative component used a one-group pretest–posttest pre-experimental design without a control group, involving 40 students across two classes. The intervention used a web-based AI-driven digital evaluation application that generated generative and personalized feedback. Quantitative data were collected through pretest–posttest scores and a questionnaire, while qualitative data were obtained through interviews and system log analysis. The results show a statistically significant increase in learning-outcome scores after implementation, with a moderate improvement (6–7 points) and a medium effect size (Cohen's d = 0.65). The quality of AI-based feedback was categorized as good (mean = 3.13), particularly in terms of speed and usefulness, with a response time of less than five seconds. Qualitative findings indicate that immediate feedback supported conceptual understanding, helped identify misconceptions, and encouraged reflective learning behavior; however, limitations were found in feedback clarity and network stability. Because of the absence of a control group, this improvement cannot be fully attributed to AI feedback. The findings are preliminary and context-bound, yet indicate a positive contribution of AI-based formative feedback as an adaptive evaluation tool that needs to be tested with stronger designs.
Problem-Based Learning Effect on Elementary Students Critical Thinking with Science Literacy as Covariate Mei Indra Jayanti; Muh Nasir; Umar Umar
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.20580

Abstract

Critical thinking skills among elementary school students in Indonesia remain at a suboptimal level, as evidenced by the 2022 PISA science literacy score of 383, substantially below the OECD average of 485. Despite a growing body of research on Problem-Based Learning (PBL) in Indonesian science education, studies that statistically control for students' initial cognitive profiles when estimating PBL's effect on critical thinking remain scarce at the elementary level, limiting the precision and credibility of existing effect estimates. This study aimed to examine the effect of PBL on the critical thinking skills of fifth-grade students at SDN 33 Lampe, Bima City, Indonesia, with science literacy as a covariate. A quasi-experimental post-test only control group design was employed, with two classes selected through cluster random sampling and randomly assigned to conditions: Class V.A (n = 31) as the PBL group and Class V.B (n = 29) as the control group receiving conventional instruction. Science literacy data were obtained from a cognitive diagnostic assessment administered before the intervention as an independent covariate, while critical thinking was measured using a validated essay instrument covering six dimensions of Facione (2015). Data were analyzed using Analysis of Covariance (ANCOVA) with estimated marginal means reported for each group. Results indicated a highly significant effect of instructional model on critical thinking (F(1, 57) = 54.868, p < .001, partial η² = .490), with the PBL group obtaining an adjusted mean of 17.71 points higher than the control group after controlling for science literacy. Science literacy also demonstrated a significant covariate effect (partial η² = .178). Within the scope and constraints of this single-school study, PBL was associated with significantly higher critical thinking scores compared to conventional instruction.
Model Pendampingan Digital Marketing Berbasis 4P Bagi Pelaku Usaha Kecil Desa Rada M. Ekahidayatullah; Juryatina Juryatina; Muh. Nasir; Nurul Uyun; Sukarni Sukarni; Nehru Nehru
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i4.2564

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku usaha kecil di Desa Rada dalam memanfaatkan digital marketing secara sederhana dan kontekstual melalui penerapan Model Pendampingan Digital Marketing 4P. Model ini terdiri atas empat tahapan, yaitu pengenalan, praktik, pendampingan, dan pemantapan, yang dirancang secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi dasar, praktik langsung pembuatan konten promosi, pendampingan perbaikan konten, serta penguatan melalui simulasi penerapan mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami alur dasar digital marketing, menghasilkan konten promosi sederhana, serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan untuk menerapkan pemasaran digital secara mandiri. Pendekatan pendampingan berbasis praktik terbukti lebih efektif dibandingkan pelatihan satu arah karena mendorong keterlibatan aktif dan pembelajaran kontekstual. Kegiatan ini memberikan implikasi positif terhadap pengembangan usaha kecil berbasis produksi lokal dan berpotensi untuk direplikasi pada desa lain dengan karakteristik serupa. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pendampingan lanjutan dan monitoring berkala guna mendukung keberlanjutan penerapan digital marketing oleh pelaku usaha kecil.