Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

POTENSI PEMANENAN AIR HUJAN DENGAN TEKNIK ROOF TOP RAIN WATER HARVESTING UNTUK KEBUTUHAN DOMESTIK DI KAWASAN RT 12 DESA REJO SARI KOTA PAGAR ALAM Sela Lusiana; Alharia Dinata; Ali Okta Akbar
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 11 No. 01 Maret (2023): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/berings.v11i01 Maret.67

Abstract

Basically, rain water harvesting is defined as a collection of rainwater flows that can be used for domestic household needs, agricultural needs, and environmental management. Rainwater that falls to the earth has two impacts, namely a negative impact and a positive impact. The negative impact of excessive rain can cause disasters such as floods or puddles. The positive impact of rain is that it can be used by humans, be it agriculture, as well as domestic and other needs. Rejo Sari Village Rt 12 is one of the many villages that have difficulty distributing water for domestic needs. This generally occurs in the dry season, while in the rainy season the water is very abundant. then in order to overcome these problems One of them is to analyze the Roof Top Rain Water Harvesting technique or often referred to as rainwater harvesting for domestic needs, the Q obtained at RT 12 Rejosari Village, Pagar Alam City in each house can be seen in table 4.21 above. if the sum of the 62 houses is 542,604 m3/day. with a total catchment area of ​​0.2415 Ha. Based on the results of the calculation and analysis of the potential for rainwater harvesting in the area of ​​Rt 12, Rejo Sari Village, Pagar Alam City, it can be seen in table 5 above that the potential for water that can be harvested from the entire roof of the house is 288,234 liters/day. It can be concluded that this rainwater harvesting technique is not only for the control of runoff but this technique can also be used to harvest rainwater within the scope of domestic needs
PERENCANAAN SPAM PEDESAAN DI WILAYAH AFDELING I KELURAHAN GUNUNG DEMPO Ade Harry Saputra; Ali Okta Akbar
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 11 No. 02 Oktober (2023): Bering : Jurnal Ilmiah Bering Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v11i02 Oktober.125

Abstract

Kawasan Afdeling 1 yang terletak di bawah kaki Gunung Dempo, Kecamatan Pagar Alam Selatan, merupakan salah satu kawasan yang belum ada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menyediakan sumber air bersih bagi masyarakat Afdeling 1. Kelurahan Gunung Dempo, juga tidak ada sumber pasokan air minum yang tersedia. (SPAM) di pedesaan, sehingga tidak ada sumber air bersih yang berkualitas, bahkan saat musim kemarau. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan SPAM perdesaan di wilayah Afdeling 1 kecamatan Gunung Dempo. Berdasarkan hasil penelitian perencanaan SPAM di Kawasan Afdeling 1 Desa Gunung Dempo dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan proyeksi penduduk di Afdeling 1 10 tahun mendatang adalah 11.676 jiwa. untuk kebutuhan air non domestik yaitu 1.401.120 liter/hari. Berdasarkan hasil survei dapat disimpulkan bahwa SPAM di Kawasan Afdeling 1 Desa Gunung Dempo direncanakan menggunakan pipa PVC dengan total panjang pipa 1.000 meter. Dari hasil perhitungan Rencana Anggaran Biaya SPAM di Area Afdeling 1 Desa Gunung Dempo yaitu sebesar Rp. 1.854,365,578,28, Direncanakan bangunan resapan air dengan panjang 12 m, lebar 7 m dan tinggi 5 m
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN PAGAR ALAM SELATAN Ali Okta Akbar; Didi Ardiansyah; Masagus Taswin; Tarmizi; Samsul Bahri Burlian
JURNAL NGABDIMAS Vol. 6 No. 02Desember (2023): NGABDIMAS (Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/ngabdimas.v6i02 Desember.195

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan yang dialami oleh pemerintah maupun masyarakat. Belum teolahnya sampah mengakibatkan terjadinya penumpukan maupun timbunan sampah sehingga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Pada pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada Masyarakat tentang pemanfaatan serta pengeolahan sampah baik sampah organic maupun sampah anorganik. Pemberian pengetahuan kepada Masyarakat dikawasan Pagar Alam Selatan tentang pengolahan sampah dapat menghasilkan beberapa produk yang bermanfaat serta berdaya jual dan dapat menambah penghasilah Masyarakat.
Sosialisasi Identifikasi Jenis Tanah Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Tanah Longsor pada Masyarakat Heri Wijaya; Elpita Aisah; Ali Okta Akbar; Didi Ardiansyah
NGABDIMAS Vol. 9 No. 01 Juni (2026): Jurnal Ngabdimas Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : PPPM Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/tqree822

Abstract

Ruas Jalan Provinsi Sumatera Selatan no 037, Lematang, Kelurahan Perahu Dipo Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan merupakan kawasan lereng dan perbukitan yang memiliki potensi tinggi terhadap bencana tanah longsor. Kondisi geomorfologi, curah hujan tinggi, serta karakteristik tanah yang didominasi tanah lempung dan tanah podsolik merah kuning menjadi faktor utama meningkatnya kerawanan longsor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pemuda Karang Taruna Kelurahan Perahu Dipo, mengenai identifikasi jenis tanah sebagai bentuk mitigasi bencana tanah longsor. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, observasi lapangan, dan pengujian laboratorium tanah meliputi kadar air, berat jenis, analisa saringan, dan batas Atterberg. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah di lokasi penelitian tergolong tanah lempung plastisitas tinggi berdasarkan klasifikasi USCS dengan simbol CH serta termasuk kelompok A-7-6 menurut klasifikasi AASHTO. Karakteristik tersebut menunjukkan tanah memiliki daya dukung rendah, kohesi tinggi, dan mudah mengalami perubahan volume saat jenuh air sehingga berpotensi longsor pada lereng curam. Kegiatan sosialisasi mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ciri tanah rawan longsor serta langkah mitigasi sederhana di lingkungan sekitar.
Analisis Pengaruh Abu Sekam padi Terhadap Nilai Indeks Plastisitas Tanah Lempung di Kelurahan Perahu Dipo Kota Pagar Alam Heri Wijaya; Elpita Aisah; Ali Okta Akbar; Didi Ardiansyah
Jurnal Tekno Vol. 23 No. 1 (2026): JURNAL TEKNO
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/9zrk8827

Abstract

Tanah lempung di Kota Pagar Alam umumnya memiliki plastisitas tinggi dan daya dukung rendah sehingga kurang ideal digunakan sebagai tanah dasar konstruksi tanpa perbaikan. Berdasarkan kajian pustaka, stabilisasi tanah menggunakan bahan pozzolan seperti abu sekam padi yang kaya silika terbukti mampu memperbaiki karakteristik tanah lempung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap nilai batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI) tanah lempung lokal. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi campuran abu sekam padi sebesar 0%, 2%, 6% dan 10%, serta pengujian parameter Atterberg sesuai standar ASTM. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan perubahan nilai LL, PL, dan nilai PI pada setiap variasi campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LL menurun dari 52,14% menjadi 43,68%, nilai PL meningkat dari 27,28% menjadi 27,40%, dan nilai PI menurun signifikan dari 24,86% menjadi 16,28% pada campuran 10%. Penurunan nilai PI menunjukkan bahwa tanah mengalami perbaikan sifat plastisitas dari kategori tinggi menjadi rendah, sehingga lebih stabil dan layak digunakan sebagai lapisan dasar konstruksi. Dengan demikian, abu sekam padi terbukti efektif sebagai bahan stabilisasi alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk tanah lempung di Kota Pagar Alam.