Widuri Widuri
STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN STRES MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19: THE RELATIONSHIP OF SPIRITUAL WELL-BEING WITH STUDENTS STRESS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Ferry Apandi; Widuri Widuri; Rista Islamarida
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i1.317

Abstract

Perubahan metode pembelajaran yang harus diadaptasi dan tuntutan tugas yang banyak di masa pandemi Covid-19 memungkinkan menjadi salah satu faktor stres bagi mahasiswa. Upaya yang dilakukan mahasiswa dalam menurunkan stres dimasa pandemi salah satunya dengan memenuhi kebutuhan kesejahteraan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan stres mahasiswa di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 257 responden yang dipilih dengan teknik pengambilan random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Spiritual Well Being, Religious Well Being dan Extenstional Well Being. Metode analisis yang digunakan adalah uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,3% responden memiliki kesejahteraan spiritual tinggi, sedangkan 9,7% memiliki kesejahteraan spiritual sedang. Dari aspek stres, 57,6% mengalami stres ringan, 40,1% stres sedang, dan 2,3% stres berat. Hasil analisis dengan uji korelasi spearman rank diperoleh nilai p= 0,000 (<0,05) dengan nilai correlation coefficient (R=-0,386) yang artinya memiliki keeratan hubungan dalam kategori lemah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dengan stres mahasiswa di masa pandemi Covid-19.
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN EARLY WARNING SYSTEM DI BANGSAL RAWAT INAP DEWASA: THE RELATIONSHIP BETWEEN NURSES' WORKLOAD AND THE EARLY WARNING SYSTEM IMPLEMENTATION COMPLIANCE IN ADULT INPATIENT WARD Tulus Bukhori; Widuri Widuri; Jennifa; Tri Arini
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v7i2.401

Abstract

Kepatuhan pelaksanaan early warning system (EWS) oleh perawat dalam upaya menurunkan morbiditas dan mortalitas pasien di rumah sakit salah satunya dipengaruhi oleh faktor beban kerja. Meningkatnya beban kerja perawat di unit perawatan dapat diakibatkan karena kurangnya tenaga, banyaknya prosedur administratif yang harus diselesaikan, dan beban tugas atau job description yang masih kurang jelas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan EWS di ruang rawat inap dewasa. Penelitian menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 41 responsen. Instrumen penelitian menggunakan time and motion study dan cheklist EWS yang sudah ada petunjuk teknis di Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI. Analisis data menggunakan uji Kendall’s Tau-b. Hasil penelitian menunjukkan beban kerja perawat mayoritas masuk kategori sedang (61%) dan kepatuhan pelaksanaan EWS mayoritas masuk kategori kurang patuh (58,5%). Ada hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan EWS (p= 0,001). Sedangkan usia (p= 0,491), jenis kelamin (p= 0,612), masa kerja (p= 0,839), dan tingkat pendidikan (p= 0,855) tidak berhubungan dengan kepatuhan pelaksanaan EWS. Manajemen Rumah Sakit dapat merumuskan kebijakan baru terkait penambahan SDM perawat sesuai dengan kapasitas pelayanan dan menyelenggarakan kegiatan pelatihan EWS. The compliance of implementing the early warning system (EWS) by nurses in an effort to reduce morbidity and mortality of patients in hospitals is influenced by factors such as workload. An increase in nurses' workload in the care unit may be caused by a lack of staff, numerous administrative procedures that need to be completed, and unclear job descriptions. The purpose of this study is to determine the relationship between nurses' workload and compliance with the implementation of EWS in adult inpatient wards. This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 41 respondents. The research instruments used included time and motion study and EWS checklist, which had technical guidelines available at Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI. Data analysis was performed using Kendall's Tau-b test. The results of the study showed that most nurses' workload was categorized as moderate (61%), and the majority of compliance with EWS implementation was categorized as non-compliant (58.5%). There was a significant relationship between nurses' workload and compliance with EWS implementation (p= 0.001). Minewhile Age (p= 0.491), gender (p= 0.612), years of service (p= 0.839), and education level (p= 0.855) were not found to be related to compliance with EWS implementation. Hospital management may formulate new policies related to increasing the nursing workforce in accordance with service capacity and conduct EWS training activities.