Selvinus Yohame
Sekolah Tinggi Teologi REAL Batam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cultivating an Attitude of Religious Moderation for Students at SD Eppata II Batu Aji Batam Rita Evimalinda; Rikardo Dayanto Butar-Butar; Evans Dusep Dongoran; Hanyta Priscila Harahap; Viktor Deni Siregar; Yunira Nababan; Nia Lorena Hutagalung; Selvinus Yohame; Devina Romauli Nadapdap; Kristina Natalia Siregar; Rasmita Br. Sitepu; Ester Br. Simbolon; Suzaya Bitia Silsilia; Vera Angelyna Pakpahan
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v4i2.2922

Abstract

Abstract: Religious moderation is a manner of view, attitude, and behavior that always takes a position in the middle, is always fair, and is diligent in religion. Generalities also emphasize the importance of tolerance and respect for one another's religious differences and differing views. Religious moderation is a multicultural road that entices all religions in Indonesia by upholding the values, tolerance, and harmony between religions. This is to enable all believers to honor one another and understand sesame. Religious moderation also focuses on increased mutual compassion, equality, and understanding among religious people. The PKM team (devotion to society) conducted a study with the eppata ii stone aji batam elementary, with the program for the implanting of religious imposition for students. This PKM activity is done to help learners in the use of the Christian language and values and to improve the quality of the learning process. The result of this activity is that students can understand how to respect one another, tolerate one another, and understand how to act politely toward others. Keyword: Moderation, Religion, And Learne Abstrak Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan perilaku yang selalu mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil, dan tekun dalam beragama. Moderasi beragma juga menekankan pentingnya toleransi dan saling menghargai perbedaan agama dan pandangan yang berbeda. Moderasi beragama merupakan jalan tengah multicultural Indonesia yang mengakomodir semua agama yang ada di Indonesia dengan cara menegakkan nilai-nilai luhur, toleransi, dan kerukunan antar umat beragama. Hal ini bertujuan agar semua umat beragama dapat saling menghormati dan memahami sesame. Moderasi beragama juga berfokus pada peningkatan rasa saling kasih sayang, kesetaraan, dan pemahaman antar umat beragama. Tim PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) melakukan suatu penelitian ke SD Eppata II Batu Aji Batam, dengan program penanaman sikap moderasi beragama bagi pelajar. Kegiatan PKM ini dilakukan untuk membantu peserta didik dalam penggunaan berbahasa dan nilai-nilai kekristenan dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pelajara dapat memahami bagaimana caranya saling menghormati, saling bertoleransi satu dengan yang lain, dan memahami bagaimana cara bertata kerama yang sopan terhadap orang lain. Kata Kunci: Moderasi, Agama, dan Peserta didik
Meningkatkan Keaktifan dan Kreativitas Siswa Melalui Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Siro Fenisia Br Sembiring; Vanbe Toven Hulu; Selvinus Yohame
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i2.112-122

Abstract

Dalam Pendidikan agama Kristen, Guru sebagai pendamping dan pendorong peserta didik dalam pembelajaran untuk lebih kreativ lagi dalam pembelajaran agama kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAK sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing rohani sangat berpengaruh terhadap peningkatan keaktifan dan kreativitas siswa. Guru yang mampu menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan kontekstual berhasil mendorong siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam memahami serta menerapkan nilai-nilai kekristenan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dan deskriptif dengan pendekatan pustaka. Hasil dari tulisan ini menjelaskan bahwa guru sangat berperan penting dalam meningkatkan keaktifan dan kreativitas peserta didik dengan menciptakan lingkungan yang mendukung dan menggunkaan metode pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa dalam proses pembelajaran Agama Kristen.