Muhammad Luthfi Faturrakhman
Pusat Survei Geologi

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Endapan Kipas Aluvial di Daerah Bukitlawang, Sumatra Utara Berdasarkan Interpretasi Citra Landsat ETM7 dan IFSAR Muhammad Luthfi Faturrakhman; Fitriani Agustin
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 1 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v18i1.81

Abstract

Bukitlawang alluvial fan deposit formed, North Sumatra is one of the geomorphological aspect that can be observed in landsat and radar images.  Flow direction of the alluvial fan is  from west to east with having the total distribution of 77 Km2. Sumatra fault which is located at the eastern side of it plays a major role in the formation of alluvial fan deposit in this area. The type of alluvial fan is debris flow with the primary sedimentary process is a debris flow deposit.Keyword : Bukitlawang alluvial fan, Sumatra fault, Geomorphology, Radar – Landsat images.
Lingkungan Pengendapan Formasi Tanjung di Lintasan Gunungbatu, Binuang, Kalimantan Selatan Muhammad Luthfi Faturrakhman; Jamal Jamal; Sigit Maryanto; Nela P. Rattyananda
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 3 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v22i3.583

Abstract

Pengkajian aspek lingkungan pengendapan terhadap batuan sedimen klastika penyusun Formasi Tanjung di Gunungbatu menarik karena batuan tersingkap baik di lokasi ini. Batuan ini tersingkap di tebing dan selokan jalan, perlapisan batuan miring sedang hingga curam ke arah barat-baratlaut, tebal lapisan terukur mencapai 160 m. Batuan yang dijumpai di lintasan ini secara umum berupa batupasir yang berselingan dengan batulempung, dan sisipan batubara. Batuan pada awalnya merupakan hasil endapan sungai, khususnya wilayah limpasan. Lingkungan pengendapan berkembang menjadi wilayah limpah banjir, khususnya di cekungan banjir yang sering terganggu akibat banjir. Selanjutnya, lingkungan pengendapan batuan lebih menuju ke laut, meskipun masih berada di lingkungan fluvial hingga daerah rawa pada dataran delta, dengan pengaruh laut. Batuan sumber formasi ini terangkut dan terendapkan di cekungan pengendapan di bagian timur-tenggara.Katakunci: Formasi Tanjung, klastika, limpah banjir, rawa, sedimentologi.
Analisis Geologi dan Geomorfologi Kuantitatif Daerah Vulkanik Menggunakan Citra Landsat 8 dan TerraSAR-X (Studi Kasus Gunungapi Ungaran) Muhammad Luthfi Faturrakhman; Nela P. Rattyananda; Sonia Rijani; Sigit Maryanto
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 1 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v23i1.677

Abstract

Gunungapi Ungaran yang terletak di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia. Analisis geomorfologi kuantitatif menggunakan citra inderaan jauh dan pengamatan lapangan dapat membantu untuk mengetahui kondisi tatanan geologi di Gunungapi Ungaran. Intepretasi inderaan jauh berupa rona, tekstur, bentuk dan pola aliran pada citra Landsat 8 dengan kombinasi kanal 5, 6, 7 dan TerraSAR-X, dikombinasikan dengan hasil pengamatan lapangan. Tujuan studi ini untuk mengetahui kondisi geologi di sekutar Gunungapi Ungaran, khususnya sebaran batuan vulkanik dan struktur geologi. Analisis geomorfologi kuantitatif sinusitas muka gunung serta rasio dasar dan tinggi lembah digunakan untuk mengetahui kondisi tektonik. Berdasarkan hasil analisis citra satelit dan pemetaan geologi diketahui bahwa Gunungapi Ungaran terbagi menjadi 11 satuan batuan yang didominasi oleh batuan vulkanik dan batuan beku. Analisis geomorfologi kuantiantif menunjukkan Gunungapi Ungaran memiliki nilai lat 3 dan termasuk daerah dengan derajat tektonik rendah.Katakunci: Geomorfologi, Gunungapi Ungaran, inderaan jauh, kuantitatif.
Geometri dan Sebaran Perlipatan berdasarkan analisis citra Landsat 9 dan TerraSAR-X Daerah Watuputih dan sekitarnya Kabupaten Rembang Muhammad Luthfi Faturrakhman; Emi Sukiyah; Jamal
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 24 No. 2 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v24i2.736

Abstract

Cekungan Air Tanah Watuputih secara fisiografis merupakan bagian dari Zona Antiklinorium Rembang. Zona ini  terdiri dari rangkaian perlipatan en-echelon berarah barat -timur yang terbentuk akibat aktivitas tektonik pada Neogen Akhir. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa struktur geologi memegang peranan penting dalam proses hidrogeologi pada daerah Watuputih.  Analisis penginderaan jauh dengan menggunakan teknik band composite, image fusion dan principal component analysis dapat membantu dalam mengidentifikasi geometri dan deliniasi lipatan di daerah Watuputih dan sekitarnya. Perlipatan di daerah Watuputih tersusun dari batuan sedimen berumur Neogen dengan kondisi telah mengalami deformasi dan pelapukan yang intensif terutama pada satuan batugamping. Geomorfologi daerah Watuputih menunjukan bentuk jajaran perbukitan dengan arah ketinggian kurang dari 400m dan terdiri dari jajaran perbukitan antiklin dan lembah sinklin bearah relatif barat – timur. Perlipatan pada daerah Watuputih diidentifikasi terbentuk akibat Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala dengan arah barat daya – timur laut.Kata Kunci Geomorfologi, Lipatan, Rembang, Watuputih, Landsat