p-Index From 2021 - 2026
1.116
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Elektrik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemodelan Robot Pemetik Buah Kelapa Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Fanny j. Doringin; Ali A. S. Ramschie
Jurnal Elektrik Vol. 1 No. 1 (2022): Vol.1 No.1 1 Juni 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v1i1.330

Abstract

Proses panen buah kelapa tergantung dari kebutuhan. Dalam proses panen buah kelapa adabeberapa cara yang biasa dilakukan seperti membiarkannya jatuh saat telah masak, memanjat untuk memilih buah kelapa yang akan dipanen dan menggunakan bambu yang difungsikan sebagai gala untuk mengambil buah keplapa. Dari ketiga cara tersebut kuranglah efektif, karena melibatkan tenaga manusia yang memiliki keterbatasan fisik/tenaga. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu pemodelan sistem robotic yang dapat diimplementasikan untuk memanjat pohon kelapa guna proses pemetikan buah kelapa. Metode yang digunakan dalam pembuatan sistem ini dimulai dengan tahapan studi literatur, studi lapangan untuk memperoleh data-data sehubunagn dengan pembuatan sistem kontrol. Tahapan selanjutnya adalah perancangan perangkat keras yang disimulasikan melalui program Proteus, yang bertujuan untuk memodelkan sistem yang akan dibangun dan dilanjutkan dengan perancangan perangkat lunak berupa pembuatan algoritma untuk kerja sistem. Tahap selanjutnya adalah melakukan uji coba kerja dari sistem kontrol berdasarkan algoritma system yang dibuat lewat simulasi program proteus. Dari hasil pengujian yang dilakukan terhadap model robot pemetik buah kelapa, ternyata dapat melakukan proses pemanjatan pohon kelapa, proses turun dari pohon kelapa, proses untuk rotasi kamera sebagai pemantau buah kelapa yang akan dipanen dan proses untuk mengaktifkan dan menonaktifkan kerja dari mesin pemotong buah kelapa, melalui inputan yang diberikan.
Implementasi Sistem Proteksi Dan Automatic Transfer Switch (ATS) Pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Denada Ramschie; Ali A. S. Ramschie; Lovenia Wenas; Ronny Katuuk
Jurnal Elektrik Vol. 2 No. 1 (2023): Vol.2 No.1 1 Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v2i1.678

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) telah menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan energi bersih dan berkelanjutan. Namun, seperti halnya sistem kelistrikan lainnya, PLTS juga rentan terhadap gangguan dan permasalahan yang dapat mengganggu kinerja dan keandalannya. Penerapan sistem proteksi dan Automatic Transfer Switch (ATS) menjadi penting untuk memastikan operasi yang aman terhadap sistem PLTS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak terhadap pengimplementasian sistem proteksi dan ATS pada sistem PLTS. Sistem proteksi yang digunakan mencakup proteksi Baterai, proteksi tegangan lebih dan tegangan kurang serta pembatasan arus beban, guna melindungi peralatan listrik yang terhubung dengan sistem PLTS. ATS difungsikan sebagai media permindahan ke sumber listrik PLN jika terdeteksi ketersediaan daya listrik pada sistem PLTS tidak mencukupi. Hasil pengujian menunjukan bahwa sistem proteksi yang diimplementasikan pada Baterai dapat memproteksi kinerja Baterai dalam mensuplai kelistrikan ke beban listrik, dimana saat terindikasi tegangan Baterai telah turun ke batas minimum yang diatur (10.7 Volt), maka secara otomatis sistem proteksi akan memutuskan suplai kelistrikan dari Baterai dan akan dipindahkan ke suplai kelistrikan dari PLN melalui ATS. Jika tegangan Baterai terdeteksi telah naik sampai pada nilai 12.5 Volt melalui proses pengisian dari panel surya, maka secara otomatis ATS akan mengarahkan suplai kelistrikan ke sistem PLTS. Sistem proteksi juga akan melindungi peralatan listrik terhadap tegangan output output berlebih, diatas 240 Volt dan tegangan kurang dibawah 190 Volt. Dimana jika hal ini terjadi, maka secara otomatis suplai kelistrikan ke beban akan diputus. 
Pemodelan Sistem Untuk Kerja Kipas Pada Proses Pengaturan Temperatur Panel Surya dengan Konsep PID Guna Optimalisasi Proses Pembangkitan Ronny Evert Katuuk; Johan F. Makal; Fanny J. Doringin; Ali A. S. Ramschie
Jurnal Elektrik Vol. 1 No. 2 (2022): Vol.1 No.2 1 Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v1i2.441

Abstract

Untuk mengurangi dampak dari pengaruh temperatur terhadap proses pembangkitan panel surya, maka dibuatlah model sistem dengan memanfaatkan kontrol Proporsional Integral Derevativ (PID) untuk mengatur kerja kipas dalam hal proses pendinginan panel surya. Prinsip kerja model sistem ini adalah berdasarkan peningkatan temperatur dari panel surya, dimana saat temperatur panel surya meningkat 10% dari temperatur kerja dari panel surya, maka secara otomatis kontrol PID akan mengaktifkan kerja kipas. Dan saat temperatur panel surya turun mencapai temperatur kerja panel surya, maka secara otomatis kerja kipas akan dinonaktifkan. Metode yang digunakan dalam menghasilkan model sistem untuk kerja kipas pada proses pengaturan temperatur panel surya dengan konsep PID, guna optimalisasi proses pembangkitan adalah metode Prototyping. Dimana metode ini diawali dari tahapan studi pustaka guna mendapatkan data-data sesuai dengan kebutuhan dalam menghasilkan model sistem ini. Tahapan selanjutnya adalah tahapan perancangan dan pembuatan model sistem. Tahapan selanjutnya adalah pengujian model sistem melalui program simulasi, guna mendapatkan hasil kerja dari model sistem yang dihasilkan. Hasil pengujian model sistem menunjukan bahwa, model sistem yang dibuat dapat mengatur temperatur kerja panel surya, agar selalu berada pada rentang temperatur yang sesuai dengan spesifikasi dari panel surya. Saat terindikasi temperatur panel surya berada pada nilai toleransi, maka Blower tidak akan diaktifkan. Saat terindikasi temperatur panel surya berada diatas nilai toleransi, maka blower akan diaktifkan dengan putaran yang disesuaikan dengan peningkatan temperatur. Saat terjadi overhead, maka Blower akan berputar secara maksimum guna mendinginkan panel surya.
Analisa Kebutuhan Baterai Dan Sistem Pengisian Dan Pengosongan Baterai Untuk Sistem Hybrid (PLTB & PLTS) Di Kawasan Pesisir Danau Tondano Glaudio Lumanauw; Ali A. S. Ramschie; Fery Anus Bungkaes
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1211

Abstract

Pembangkit listrik hybrid, yang menggabungkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), memiliki potensi besar untuk menyediakan energi terbarukan di kawasan pesisir, termasuk di sekitar Danau Tondano. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis kebutuhan baterai serta sistem pengisian dan pengosongan (charge–discharge) pada pembangkit listrik tenaga hybrid yang menggabungkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di kawasan pesisir Danau Tondano, melalui perhitungan beban listrik harian dan estimasi potensi energi yang dihasilkan dari kedua sumber berdasarkan data aktual di lapangan.Sistem hybrid PLTS–PLTB di kawasan pesisir Danau Tondano mampu menghasilkan energi listrik dengan variasi yang dipengaruhi kondisi radiasi matahari dan kecepatan angin. Dari hasil pengukuran, PLTS memberikan kontribusi pengisian terbesar pada siang hari dengan tegangan 18–19 V dan arus 1,2–1,8 A, sedangkan PLTB menyumbang energi tambahan dengan tegangan sekitar 12–14 V dan arus 0,4–0,9 A.
Pemanfaatan PLTS Pada alat Produksi Serbuk Arang Tempurung Kelapa sebagai Bahan Toiletries Herbal Gloria Montolalu; Ali A. S. Ramschie
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1212

Abstract

Sistem PLTS pada alat-alat produksi serbuk arang tempurung kelapa(cocos nucifera) sebagai bahan dasar sediaan toiletries herbal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan menganalisis sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi cadangan untuk alat produksi serbuk arang tempurung kelapa. Pemanfaatan limbah ini menjadi bubuk arang memiliki nilai tambah tinggi, khususnya untuk produk toiletries herbal. Namun, proses produksinya masih sangat bergantung pada pasokan listrik konvensional. Melalui penerapan sistem PLTS, penelitian ini berupaya mengurangi ketergantungan pada listrik PLN, menawarkan solusi energi berkelanjutan, dan meminimalkan biaya operasional jangka panjang. Metode yang digunakan adalah Rancang Bangun yang terintegrasi dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tahap analisis meliputi identifikasi profil konsumsi daya dan potensi energi surya di lokasi. Tahap desain berfokus pada perancangan konfigurasi sistem yang efisien. Tahap pengembangan mencakup perakitan dan integrasi sistem PLTS ke dalam alat produksi. Tahap evaluasi dilakukan untuk menguji kinerja dan efisiensi energi yang dihasilkan, memastikan sistem berfungsi optimal. Hasilnya, sistem PLTS ini berhasil menyediakan daya cadangan secara andal, menghasilkan penghematan biaya operasional signifikan dibandingkan hanya mengandalkan listrik PLN. Implementasi ini tidak hanya mendukung industri kecil dan menengah (IKM) dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai, tetapi juga berkontribusi pada inisiatif energi bersih. Penelitian ini diharapkan menjadi model penerapan energi terbarukan bagi sektor industri serupa.
Ikramul Fajri Helingo* 1 , Ali A Pemanfaatan Teknologi Iot Sistem Skoring Permainan Biliard Dengan Memanfaatkan Sensor Warna Ikramul Fajri Helingo; Ali A. S. Ramschie; Franky G. C. Manoppo; Chirstopel H. Simanjuntak
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 2 (2025): Vol.4 No.2 1 Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i2.1218

Abstract

Permainan biliar 9 dan 10 bola memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam mencatat skor berdasarkan bola yang masuk ke lubang. Namun, pencatatan skor biasanya masih dilakukan secara manual, sehingga rentan terhadap kesalahan dan kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memfasilitasi pemahaman konsep kinematika yang abstrak melalui praktik langsung, kolaborasi, dan integrasi seni. Sistem ini menggunakan sensor warna TCS3200 untuk mendeteksi warna bola, mengatur giliran pemain, serta menampilkan skor secara real-time di layar web. Komponen utama yang digunakan meliputi mikrokontroler ESP32, sensor warna TCS3200, dan motor servo. Akurasi deteksi dijaga melalui kalibrasi sensor dengan referensi warna putih dan hitam, kompensasi cahaya lingkungan, serta penentuan ambang batas tiap warna bola. Penelitian ini menggunakan metode rekayasa sistem dengan pendekatan eksperimen terapan, mencakup perancangan, implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi warna bola dengan akurasi rata-rata sebesar 95,45%, mengontrol motor servo sesuai dengan logika penilaian, serta menampilkan skor secara langsung, sehingga mampu mengurangi kesalahan, meningkatkan efisiensi, serta memberikan pengalaman bermain yang lebih modern.