Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

User Acceptance Testing through Blackbox Evaluation for Corn Distribution Information System Zulkarnaini; Ayu Firdhayanti; Taufik Taufik; Bobby Bachry
bit-Tech Vol. 6 No. 2 (2023): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v6i2.1065

Abstract

Corn Distribution Information System in Bandar Lampung has witnessed a significant surge in interest, highlighting the importance of ensuring system reliability and functionality. This research endeavors to investigate and enhance these aspects through the application of the black box testing approach, focusing on the user-centric perspective of User Acceptance Testing (UAT). Black box testing, a methodology emphasizing system functionality without delving into internal structures, is complemented by UAT to provide comprehensive evaluation. In executing 27 study cases to evaluate the system, 22 patients demonstrated proper functionality, while 5 issues were identified. Notably, 4 issues pertained to the unavailability of the export function to CSV, and 1 patient encountered difficulties with road letter generation facilities. The discussion elucidates that UAT through Black Box proves to be a valuable approach, effectively bridging the methodological gap of traditional black box and providing insightful input from end users. Furthermore, this methodology successfully identified 5 focal points that can serve as development suggestions for the company's system, previously undiscovered. In conclusion, the study underscores the efficiency of integrating UAT with black box in enhancing Corn Distribution Information System's dependability and functionality. Identified issues shed light on areas for improvement, emphasizing the need for ongoing research in system testing methodologies. Future studies are recommended to explore the integration of UAT with white box testing, iterative testing for bug identification, and comprehensive security testing within the system network. This approach ensures a holistic evaluation, addressing potential limitations and contributing to the continuous refinement of the information system.
Federated Learning Berbasis Privasi untuk Prediksi Tingkat Keparahan COVID-19 Multi-Rumah Sakit Hendri Purnomo; Zulkarnaini; Seli Puri Andani
Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi Vol. 7 No. 02 (2026): Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtia.v7i02.9784

Abstract

Pandemi COVID-19 menuntut klasifikasi tingkat keparahan yang akurat di berbagai rumah sakit, namun peraturan privasi data (HIPAA, GDPR, dan Undang-Undang PDP Indonesia) melarang pembagian data pasien mentah. Selain itu, data klinis antar rumah sakit secara alami bersifat non-IID. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja federated learning (FL) dengan differential privacy (DP) untuk klasifikasi tingkat keparahan COVID-19 yang menjaga privasi menggunakan rekam medis elektronik. Kami mengembangkan model hybrid CNN-LSTM yang memproses fitur statistik dan tanda-tanda penting berturut-turut. Eksperimen menggunakan dataset COVID-19 (199.999 sampel, 17 fitur) yang dibagi ke dalam 3, 5, dan 10 rumah sakit virtual dengan tingkat non-IID yang berbeda (α = 1,0; 0,5; 0,1). DP-SGD diterapkan dengan anggaran privasi ε = 0,1; 1,0; 10,0; dan tanpa DP. FL tanpa DP mencapai akurasi 88,36% (F1 = 0,8809), hanya selisih 1,1% dari model bermata (89,47%) dan 12,9% lebih tinggi dibandingkan model lokal saja (78,34%). Dengan DP pada ε = 0,1, akurasi turun sebesar 6,2% (menjadi 82,93%), sementara inferensi keanggotaan AUC serangan turun dari 0,4823 menjadi 0,0387, yang menunjukkan perlindungan privasi yang kuat. Tingkat non-IID yang lebih tinggi (α = 0,1) meningkatkan jumlah putaran konvergensi dari 35 menjadi 60, namun tetap mempertahankan akurasi 85,12%. Biaya komunikasi untuk lima rumah sakit sebesar 162 MB (<500 MB). Semua hipotesis terkonfirmasi. Kerangka kerja FedCOVID-DP memungkinkan kolaborasi klasifikasi tingkat keparahan yang sesuai privasi tanpa berbagi data mentah, tahan terhadap serangan, mampu menangani data non-IID, serta memiliki biaya komunikasi rendah, sehingga layak diterapkan di rumah sakit di Indonesia dan secara global.