Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) BIDANG PENDIDIKAN DI DESA SRIKATON KECAMATAN PONDOK KELAPA KABUPATEN BENGKULU TENGAH Egi Gusti Anda; Desita Rahayu; Ridianto Ridianto
Jurnal STIA Bengkulu Vol 9 No 2 (2023): Juli
Publisher : STIA Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56135/jsb.v9i2.107

Abstract

Kemiskinan   hampir  menjadi  masalah di semua negara, baik di negara maju maupun di negara berkembang dengan tingkat permasalahan yang berbeda-beda. Indonesia pun tidak terlepas dari masalah pengentasan kemiskinan. Salah satu upaya pemerintah mengatasi masalah kemiskinan adalah melalui Program Keluarga Harapan (PKH).  Salah satu desa di Kabupaten Bengkulu Tengah - Srikaton termasuk kategori desa tertinggal, dan memiliki penduduk miskin dengan anak usia sekolah yang terpaksa berhenti karena kesulitan biaya. Adanya PKH menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah anak putus sekolah. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian tentang efektivitas PKH. Peneliti ingin mengamati  ketepatan antara harapan yang kita inginkan dengan hasil yang di capai dari PKH. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu peneliti mengamati langsung ke lapangan untuk memperoleh data yang benar-benar terjadi, yang terjadi di latar alam berupa kata-kata, tulisan, lisan dari orang-orang yang menjadi informasi dalam penelitian ini, tektik pengumpulan data dalam penelitian ini, observasi,wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data dalam penelitian ini, tahap reduksi data, tahap penyajian data, tahapan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKH bidang pendidikan di desa Srikaton cenderung efektif dilihat dari ketepan waktu, ketepatan perhitungan biaya, ketepatan pengukuran, ketepatan menentukan pilihan,ketepatan berpikir, ketepatan arahan, ketepatan tujuan, ketepatan sasaran.
PENGARUH PENGALAMAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Kasus Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kaur) Ridianto Ridianto
Jurnal STIA Bengkulu Vol 9 No 2 (2023): Juli
Publisher : STIA Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56135/jsb.v9i2.111

Abstract

Pengalaman bekerja pada pekerjaan sejenis perlu mendapatkan pertimbangan dalam penempatan tenaga kerja. Kenyataan menunjukkan makin lama tenaga kerja bekerja, makin banyak pengalaman yang dimiliki tenaga kerja yang bersangkutan Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Penelitian ini merupakan bersifat deskirptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dimana penelitian ini untuk mempelajari dinamika korelasi antara variabel bebas.pengujian menggunakan SPSS 16.0. Dari hasil penelitian tersebut maka Pengalaman dan Kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap perkembangnya
Efektivitas Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Siak) Pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kaur Menurut Perspektif Pegawai Operasional Ridianto Ridianto
Jurnal STIA Bengkulu Vol 10 No 1 (2024): Januari
Publisher : STIA Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56135/jsb.v10i1.151

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran efektivitas sistem informasi kependudukan yang ada pada Kantor Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil Kabupaten Kaur. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner sebagai alat pengumpul data utama kepada pegawai Kantor Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil Kabupaten Kaur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penerapan sistem informasi kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kaur serta kendala yang ditemui dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualititatif sehingga diperoleh gambaran yang jelas tentang objek yang diteliti dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kaur sudah efektif terlihat dari pelayanan kependudukan yang lebih cepat. Penggunaan sistem informasi kependudukan dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Meningkatnya kinerja pegawai dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil Kabupaten Kaur dalam menjalankan kegiatannya.
EFISIENSI KERJA DI ERA DIGITAL DENGAN MEMANFAATKAN FASILITAS GOOGLE FORM PADA LAYANAN ADMINISTRASI DIDESA TALANG BOSENG BENGKULU TENGAH Dhika Alfatah; Herman Ginting; Sri Suharti; Ridianto Ridianto; Romdana Romdana
Jurnal Semarak Mengabdi Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : STIA Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56135/jsm.v2i2.102

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi zaman semakin maju sehingga segala administrasi sudah mulai digitalisasi.Dengan media digital diharapkan proses administrasi dapat menjadi lebih mudah baik bagi masyarakat maupun bagi pemerintahan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan efisien salah satunya melalui penggunaan google form. Sosialisasi dilakukan dalam pelatihan ini dengan memberikan pemaparan tentang penggunaan dan pembuatan google form, melalui pemberian materi, serta melihat secara langsung tata cara penggunaan google form dalam pelayanan administrasi desa didesa talang boseng
Efektivitas Pelayanan Puskesmas Terhadap Kesehatan Masyarakat di Kecamatan Ilir Talo( Studi kasus Pelayanan Kesehatan Puskesmas Ilir Talo ) Rian Ricardo; Ridianto Ridianto; Solichin Solichin
Jurnal STIA Bengkulu Vol 10 No 2 (2024): Juli
Publisher : STIA Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56135/jsb.v10i2.178

Abstract

UUntuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih efektif secara menyeluruh dan merata sampai kepelosok pedesaan maka tegas digariskan dalam undang-undang yang mengatakan bahwa pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan, keseimbangan, manfaat, pelindungan, penghormatan terhadap hak dan kewajiban, keadilan, gender dan nondiskriminatif dan norma-norma agama.Dalam konteks ini melalui undangundang kesehatan ini mempertegas bahwa hendaknya pengelolaan kesehatan bertujuan untuk memberi pelayanan yang optimal kepada seluruh komponen masyarakat sebagai bentuk rasa kemanusiaan untuk masyarakat Indonesia yang maju dan sejaterah efektifitas pelayanan di Puskesmas kecamatan ilir talo maka terjadi suatu masalah sebagai bentuk dari ketidak seriusan dan ketidak konsistenan petugas-petugas kesehatan di Puskesmas tersebut. Kondisi ini tentu menjadi kritik terhadap kebijakan pemerintah secara khusus berkaitan dengan pelayanan dibidang kesehatan yang memang selama ini belum memberi kontribusi penuh kepada masyarakat sebagai tujuan kebijakan ini dibuat. Dana yang besar dikucurkan kepada perbaikan kesehatan ternyata tidak sesuai dengan harapan yang terjadi dilapangan. Persoalan sumber daya petugas kesehatan di setiap Puskesmas yang ditempatakan ditengah-tenagah masyarakat, pelayanan yang tebang pilih serta moralitas petugas
Partisipasi Masyarakat Dalam Upaya Pemeliharaan Objek Wisata Bukit Kandis Desa Durian Demang Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah Farhan Ashabul Kahfi; Romdana Romdana; Ridianto Ridianto
Jurnal STIA Bengkulu Vol 10 No 2 (2024): Juli
Publisher : STIA Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56135/jsb.v10i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji partisipasi masyarakat dalam upaya pemeliharaan objek wisata Bukit Kandis di Desa Durian Demang, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan fokus pada tiga aspek partisipasi, yaitu partisipasi uang, partisipasi tenaga, dan partisipasi pikiran-pikiran atau ide-ide. Dalam aspek partisipasi uang, penelitian ini mengkaji bagaimana masyarakat merespons upaya pemerintah untuk berpartisipasi dengan memberikan kontribusi materi atau uang. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam respons masyarakat terhadap permintaan ini, dengan beberapa memberikan sukarela sementara yang lain mungkin merasa terbebani. Faktor utama yang mempengaruhi partisipasi ini adalah faktor ekonomi, terutama karena sebagian besar pendapatan masyarakat Desa Durian Demang berasal dari sektor pertanian dan peternakan. Dalam aspek partisipasi tenaga, penelitian ini mengidentifikasi anggota Karang Taruna Desa Durian Demang sebagai kelompok yang paling aktif dalam memberikan tenaga untuk pemeliharaan objek wisata Bukit Kandis. Namun, kesibukan pribadi dan tuntutan pekerjaan juga merupakan faktor yang membatasi partisipasi masyarakat dalam hal ini. Sementara dalam aspek partisipasi pikiran-pikiran atau ide-ide, penelitian ini menyoroti pentingnya ide-ide konstruktif dalam menyusun program pemeliharaan objek wisata Bukit Kandis
Analysis of Public Service Quality in The Field of Population Administration at The Ratu Agung Subdistrict Office in Bengkulu City Ridianto
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.3526

Abstract

This study aims to analyze the quality of public services in the field of population administration at the Ratu Agung Sub-district Office in Bengkulu City. Population administration services are a form of basic service greatly needed by the public. This study employed a qualitative approach, with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. The analytical framework used in this study is the SERVQUAL theory by Parasuraman et al., which encompasses five main dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The results indicate that the quality of public services at the Ratu Agung Sub-district Office is generally considered good, although several challenges remain, such as limited service space and human resources, as well as network disruptions that impact service speed. The implications of this study highlight the importance of improving infrastructure, strengthening staff competencies, and developing a more effective digital population service system. It is hoped that the results of this study can serve as evaluation material and input for the sub-district government in order to improve the quality of public services that are prime and oriented towards public satisfaction.
Service Quality at the Bengkulu City Motor Vehicle Tax Service Unit Ridianto; Mulyadi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2766

Abstract

This study evaluates service quality at the Bengkulu City Motor Vehicle Tax Service Unit using the SERVQUAL framework. A quantitative descriptive survey was conducted with 50 motor vehicle taxpayers selected through accidental sampling. Data were obtained through direct observation and a five-point Likert-scale questionnaire covering tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy, and overall taxpayer satisfaction. The findings show that all five service dimensions were rated in the good category. Assurance and empathy obtained the highest mean scores (3.43 each), followed by reliability (3.31), tangibles (3.04), and responsiveness (2.94). The overall SERVQUAL mean was 3.23. Respondents generally appreciated the safety and comfort of the waiting area, the accuracy of officers, procedural clarity, and the assurance provided during transactions. Nevertheless, the lowest responsiveness score indicates that complaint handling, service speed, and consistency in courteous communication still require improvement. Administrative complexity, waiting time, limited mobile-service facilities, uneven digital capability, and the need for stronger service monitoring were also identified as operational constraints. The study concludes that the unit has established a positive service foundation, but sustained improvement in responsiveness, digital integration, staff professionalism, and feedback management is necessary to strengthen taxpayer satisfaction and support voluntary compliance.