Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KAJIAN ANALISIS ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OPOV) KABUPATEN SUMBAWA Lukman Hakim
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v1i1.36

Abstract

Masalah pokok dalam pembangunan daerah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan dengan menggunakan potensi sumberdaya manusia, sumberdaya alam, sumberdaya finansial dan sumberdaya kelembagaan. Mata rantai pembangunan daerah dalam konteks pembangunan perdesaan harus dimulai dengan memanfaatkan database yang mencakup data pendekatan One Village One Product (OVOP). Pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah melalui gerakan satu desa satu produk (one village one product (OVOP)) dengan memanfatkan sumberdaya akan menghasilkan satu produk yang unik sesuai khas daerah dapat meningkatkan kinerja ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat perdesaan. Pengembangan produk One Village One Product (OVOP) diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usahanya dan lebih jauh lagi dapat memberikan multiplier effect bagi pengembangan perekonomian daerah, terutama di Kabupaten Sumbawa. Tujuan umum kajian adalah untuk mengidentifikasi jenis komoditas berbasis sumber daya lokal yang prospektif akan memiliki daya saing dan melihat keterkaitan produksi dengan proses hulu dan hilirnya, serta merumuskan permasalahan serta rekomendasi dalam rangka penerapan konsep OVOP di Kabupaten Sumbawa. Secara lebih rinci kajian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi komoditas pertanian dan bentuk produk yang dipasarkan di desa pada kawasan-kawasan strategis daerah yang telah ditetapkan di Kabupaten Sumbawa yang memiliki potensi daya saing; (2) Membuat ranking komoditas pertanian dan bentuk produk yang teridentifikasi di desa pada kawasan-kawasan strategis daerah yang telah ditetapkan di Kabupaten Sumbawa. Lokasi kajian meliputi wilayah Desa Labangka, Desa Batu Dulang, Desa Pelat, Desa Jotang, Desa Labuhan Jambu, Desa Luar, Desa Juru Mapin, Desa Moyo merupakan desa-desa yang terletak di kawasan strategis daerah Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan pendekatan deskriftif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penelaahan data sekunder, survei dan wawancara mendalam dengan informan kunci meliputi pola tanam, teknologi produksi, skala usaha, tingkat produksi dan produktivitas. Identifikasi permasalahan dilakukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi pelaku usaha (petani/pekebun /peternak/petani ikan atau nelayan) dan atau pemerintah daerah terkait dengan upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi di wilayahnya.
IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN POTENSI EKOWISITA DI KABUPATEN SUMBAWA Lukman Hakim; Rudi Masniadi; Dwi Mardhia
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i1.59

Abstract

Kabupaten Sumbawa memiliki luas wilayah 6.643,98 km², memiliki potensi pariwisata yang layak jual kepada para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Pengembangan ekowisata di Kabupaten Sumbawa berangkat dari keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendidik mereka menjadi sadar lingkungan, tergerak untuk berpartisipasi dalam memelihara keseimbangan lingkungan, melakukan konservasi sumber daya alam dan melestarikan budaya daerah. Adapun tujuan Penelitaian ini adalah 1. Mengidentifikasi potensi-potensi Ekowisata di Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Tarano, Kecamatan Lunyuk, dan Kecamatan Moyo Hulu; 2. Menyediakan dokumen dan basis data untuk pengembangan ekowisata di Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Tarano, Kecamatan Lunyuk, dan Kecamatan Moyo Hulu. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode survey yang menekankan pada survei data primer, dan dilengkapi dengan data sekunder terhadap berbagai obyek atau sasaran kajianSurvei cepat terintegrasi untuk inventarisasi potensi pengembangan ekowisata dirumuskan dengan memperhatikan kebutuhan setiap pengguna data (user need), dan lebih diarahkan pada pemecahan permasalahan (problem solving oriented) secara terpadu dan berkesinambungan. Konsep pengembangan ekowisata pada dasarnya merupakan suatu proses yang meliputi tahapan-tahapan yaitu: (1) menjalin komunikasi dan kerjasama dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan kalangan pengusaha atau swasta, (2) memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan pentingnya ekowisata dalam hal peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup, (3) membangun kemampuan masyarakat (community capacity building) dalam meningkatkan produktivitas potensi lokal dan menumbuhkan kesadaran akan lingkungan hidup, (4) mempersiapkan tenaga ahli dan penyediaan sarana prasarana dalam menunjang keberhasilan pengembangan program ekowisata, dan (5) melakukan promosi yang memadai baik di lokal Kabupaten Sumbawa maupun nasional.
ANALISIS PEMASARAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK) DI HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) SWAGOTRA ARTHAGIRI KABUPATEN SUMBAWA Yadi Hartono; Lukman Hakim; Susilawati Susilawati
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i1.1466

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran HHBK di Hkm Swagotra Arthagiri.Penelitian ini telah dilaksan akan pada bulan Juni 2023.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriftif kuantitatif dan pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses penelitian dilakukan dengan cara menggunakan sampel sebanyak 49 responden. Dari data yang diperoleh digunakan untuk melakukan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran HHBK di Hkm Swagotra Arthagiri.Dimana terdapat dua saluran pemasaran yaitu saluran pertama adalah petani, pedagang pengumpul dan konsumen.Saluran kedua adalah petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer dan konsumen. Untuk margin pemasaran buah mangga didapatkan saluran I Rp.11.600 dan saluran II Rp.19.822. Untuk margin pemasaran buah jeruk didapatkan saluran I Rp.8.750 dan saluran II Rp.17.250. Untuk margin pemasaran buah srikaya didapatkan saluran I Rp.2.500 dan saluran II Rp.5.500. Untuk margin pemasaran buah jambu mente didapatkan saluran I Rp.5.000 dan saluran II Rp.18.000. Efisiensi pemasaran buah mangga saluran I 4% dan saluran II 9,1%. . Efisiensi pemasaran buah jeruk saluran I 10,03% dan saluran II 9,91%. . Efisiensi pemasaran buah srikaya saluranl I 20% dan saluran II 21,71%. . Efisiensi pemasaran buah jambu mente saluran II 8,33% dan saluran II 3,88%.
STRATEGI PENGEMBANGAN UPLAND BAWANG MERAH DI KABUPATEN SUMBAWA Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Lukman Hakim; Karmi Safitri Demula
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i1.1472

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu Menyusun alternatif strategi pengembangan Upland bawang merah di Kabupaten Sumbawa. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive sampling), Responden dalam penelitian ini adalah ketua kelompok tani yang mendapatkan bantuan program Upland bawang merah, Manager Upland, On Granting Officer program Upland, Kabid Sarana prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa dan Dosen Fakultas Pertanian dengan jumlah sampel sebanyak 7 kelompok tani. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif kualitatif dengan menggunakan Analisis SWOT. Hasil dari penelitian menunjjukan strategi agresif S-O yaitu menggunakan strategi memanfaatkan peluang yang ada dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki. Program Upland memiliki kekuatan dan peluang yang dapat di manfaatkan dengan maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani.
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN KREDIT SAHABAT (KRABAT) DALAM RANGKA MEWUJUDKAN PROGRAM DESA BEBAS RENTENIR (STUDI MULTI KASUS BUMDES BATONGO & BUMDES LKM SABEDO) Lukman Hakim; Jhon Kenedi
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i2.1679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan KreditSahabat (KRABAT) melalui program desa bebas rentenir di Kabupaten Sumbawa.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, .Dengan jenis studi multi kasus (multi case study) dengan mengambil dua kelompokresponden yaitu BUMDes Batongo desa Plampang dan BUMDes LKM Sabedo DesaSabedo. Berdasarkan temuan konseptual dari kedua responden tersebut kemudiandilakukan analisis dengan melakukan komparasi dan pengembangan konseptual yangdihasilkan dari kedua responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sasaranpenerima Krabat pada BUMDes Batongo dan BUMDes LKM Sabedo merupakanpetani miskin yang terdata pada Basis Data Terpadu yang dikeluarkan oleh TNP2Kdan hasil musyawarah desa. Jumlah penerima Krabat dari Basis Data Terpadu lebihbanyak yang disasar oleh BUMDes Batongo bila dibandingkan dengan BUMDes LKMSabedo. Pencairan Krabat pada BUMDes Batongo dilakukan sesuai denganpermohonan petani miskin, tidak dilakukan penjadawalan khusus sebagaimana padaBUMDes LKM Sabedo dilakukan sampai enam tahapan. Meski demikian LKMSabaedo menetapkan agunan pinjaman di atas RP. 2.000.000 (Dua Juta Rupiah)menggunakan sertifikat sementara BUMDes Batongo menggunakan menggunakanSPPT. Pengembalian kredit pada BUMDes Batongo diberikan oleh petani miskinsebelum jatuh tempo. Sementara pada BUMDes LKM Sabedo masih dilakukanpencairan pada bulan tersebut. Akan tetapi pada dua BUMDes tersebut menunjukkanpengembalian Krabat 100 persen. Pengembangan Krabat pada BUMDes Batongotelah dilakukan melalui penyertaan modal dari biaya provisi, administrasi dan collectingyang dibayarkan oleh petani senilai 8 persen. Sedangkan pada BUMDes LKM Sabedobelum dilakukan pengembangan kredit.
ANALISIS MANAJEMEN PRODUKSI BENIH PADI BERSERTIFIKAT PADA BBI PERTANIAN UPB UTAN KABUPATEN SUMBAWA Yadi Hartono; Siti Nurwahidah; Lukman Hakim; Syahdi Mastar; Annas Annas
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i2.1681

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, proses dan pengawasan produksi benih padi bersertifikat pada BBI Pertanian UPB Utan. Tujuan penelitian dijawab dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sebagai salah satu fungsi manajemen telah dijalankan oleh BBI Pertanian UPB Utan dalam kegiatan produksi benih sertifikat. Hal ini ditandai dengan tersedianya dokumen perencanaan produksi yang dinamai Rencana kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). RKAB memuat hal-hal diantaranya: target produksi dan luas lahan tanam, jadwal semai dan tanam; jadwal pemeriksaan tanam; (c). jumlah/target produksi dan mekanisme penyaluran benih ke pasar/petani, dan lain-lain. BBI Pertanian UPB Utan juga telah menjalankan manajemen produksi yang mencakup penetapan rancangan sistem produksi serta pengoperasian dan pengendalian sistem produksi. Hal ini dilihat dari mekanisme pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi. Dalam hal produksi benih BBI Pertanian UPB Utan selalu mengacu pada SOP produksi benih bersertifikat dimulai dari: pengadaan benih sumber, penyiapan lahan lahan/areal penangkarang hingga pengemasan dan pemasangan label. Terakhir, BBI Pertanian Utan juga telah menjalankan ke 4 fungsi pengawasan, yaitu fungsi Routing, fungsi Loading dan Scheduling dan fungsi Dispatching dan fungsi Follow-up. Hal ini tercermin dari mekanisme pengawasan yang melibatkan pihak luar yakni BPSB dan pengawasan dilakukan secara sistematis mulai dari fase sebelum tanam sampai pelabelan benih. Pengawasan juga dilakukan pengaturan muatan pekerjaan baik pada pengawasan lapangan maupun pengawasan laboratorium.
PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN AYAM GEPREK JUNIOR DI CABANG KEBAYAN KECAMATAN SUMBAWA Muhammd Aries Zukhri Angkasa; Alia Wartiningsih; Lukman Hakim; Yadi Hartono; Yudha Zulti Saputra
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i2.1683

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tahap pengambilan keputusan terhadap pembelian Ayam Geprek Junior di Cabang Kebayan. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive sampling) yaitu dengan pertimbangan bahwa ayam geprek junior cabang kebayan adalah salah satu ayam geprek yang berlokasi sangat strategis sehingga banyak konsumen yang berminat dan cabang yang pertama kali berdiri di Kecamatan Sumbawa. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli ayam geprek junior di cabang kebayan, jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Ayam Geprek Junior di Cabang Kebayan Kecamatan Sumbawa diperoleh kesimpulan bahwa masing-masing tahap terdiri dari 3 indikator dimulai dari 1). Pengenalan Masalah dengan persentase tertinggi pada indikator pertama tempat yang nyaman dan bersih, indikator kedua tergantung keinginan dan indikator ketiga tergantung kemauan. 2).Pencarian Informasi dengan persentase tertinggi pada indikator pertama media sosial, indikator kedua lewat media sosial dan indikator ketiga Instagram. 3). Evaluasi Alternatif dengan persentase tertinggi pada indikator pertama jarak toko dan tempat tinggal, indikator kedua ayam geprek lain dan indikator ketiga cari tempat lain. 4). Keputusan Pembelian dengan persentase tertinggi pada indikator pertama diri sendiri, indikator kedua jarak dan indikator ketiga karena dekat. 5). Perilku Pasca Pembelian dengan persentase indikator pertama tidak menentu, indikator kedua rasa sambal yang enak dan indikator ketiga biasa saja. Hal ini dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian Ayam Geprek Junior Cabang Kebayan.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PRODUK MINUMAN UMKM YANG MEMILIKI SERTIFIKAT HALAL DI KABUPATEN SUMBAWA Siti Nurwahidah; Alia Wartiningsih; Yadi Hartono; Lukman Hakim; Artya Nanda
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1855

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan produk minuman umkm yang memiliki sertifikat halal di Kecamatan Sumbawa dan Kecamatan Labuhan Badas. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive (sengaja) di Kecamatan Sumbawa dan Kecamatan Labuhan Badas dengan pertimbangan bahwa di dua Kecamatan tersebut banyak UMKM minuman yang memiliki sertifikat halal. Responden dalam penelitian ini adalah umkm minuman di Kecamatan Sumbawa dan Kecamatan Labuhan Badas dengan jumlah sampel sebanyak 40 umkm minuman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis data dengan menggunakan tehnik analisis regresi linier berganda. Hasil perhitungan regresi yaitu nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0.962 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (jam kerja, volume penjualan, modal, dan promosi & delivery) terhadap variabel terikat (pendapatan) adalah sebesar 96,2% sedangkan sisanya 3,8%. Hasil pengujian secara parsial yang menunjukkan signifikan atau berpengaruh terhadap pedapatan UMKM minuman yaitu variabel jam kerja,  variabel volume penjualan , dan variabel modal Sedangkan yang tidak signifikan yaitu variabel variabel Promosi & Delivery. Berdasarkan hasil pengujian koefisien regresi pada Uji-F (serentak) variabel (jam kerja, volume penjualan, modal, dan promosi & delivery),  secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM minuman di Kecamatan Sumbawa dan Kecamatan Labuhan Badas
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI MINUMAN KEKINIAN (STUDI KASUS DI KEDAI “NGINUM” KECAMATAN UTAN KABUPATEN SUMBAWA) Lukman Hakim; Yadi Hartono; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Syahdi Mastar; M Irfan Adekantari
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1856

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tahap pengambilan keputusan terhadap pembelian Minuman Kekinian di Kedai “Nginum” Kecamatan Utan. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa Minuman Kekinian di Kedai Nginum Cabang Kecamatan Utan adalah salah satu kedai minuman yang berlokasi sangat strategis sehingga banyak konsumen yang berminat dan cabang yang pertama kali berdiri di Kecamatan Utan. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli Minuman Kekinian di Kedai Nginum Cabang Kecamatan Utan, sebanyak 40 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa masing-masing tahap terdiri dari 3 indikator dimulai dari 1). Pengenalan Masalah dengan persentase tertinggi pada indikator pertama harga yang terjangkau, indikator kedua tergantung keinginan dan indikator ketiga tergantung kemauan. 2).Pencarian Informasi dengan persentase tertinggi pada indikator pertama teman, indikator kedua lewat media sosial dan indikator ketiga Facebook. 3). Evaluasi Alternatif dengan persentase tertinggi pada indikator pertama kualitas minuman, indikator kedua mini market dan indikator ketiga membeli minuman lain. 4). Keputusan Pembelian dengan persentase tertinggi pada indikator pertama diri sendiri, indikator kedua harga terjangkau dan indikator ketiga karena lebih enak dari yang lain. 5). Perilku Pasca Pembelian dengan persentase indikator pertama tidak menentu, indikator kedua banyak varian rasa dan indikator ketiga suka banget. Hal ini dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam membelian Minuman Kekinian di Kedai Nginum Cabang Kecamatan Utan.
ANALISIS RISIKO USAHA TERNAK AYAM PETELUR DI KECAMATAN BRANG ENE KABUPATEN SUMBAWA BARAT Syahdi Mastar; Yadi Hartono; Nila Wijayanti; Lukman Hakim; Amri Kusuma
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1857

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis Risiko usaha ternak ayam petelur di Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat. Lokasi ini dipilih atas pertimbangan bahwa di Kecamatan Brang Ene terdapat 6 lokasi usaha peternak ayam petelur, responden dalam penelitian ini adalah peternak ayam petelur dengan jumlah sampel sebanyak 6 peternak. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif kualitatif. Hasil dari analisis Risiko Budidaya dilihat dari Risiko kematian, Risiko Lingkungan dan Risiko Penyakit, . Risiko kematian disebabkan oleh cuaca dingin dan panas, cara mengatasi cuaca dingin yaitu memberi lampu di kandang agar suhu kandang bisa dalam keadaan normal dan memasang terpal atau waringagar suhu udara yang dingin tidak masuk, sedangkan cuaca panas dengan mensemprot ayam agar tetap lembab dan membuka waring atau terpal agar sirkulasi udara masuk. Risiko lingkungan disebabkan oleh bau tidak sedap dan pencurian, cara mengatasi bau tidak sedap yaitu menjaga kebersihan kandang supaya tidak bau, sedangkan pencurian dengan menjaga kandang lebih ketat lagi dan memberi gembok yang besar agar susah untuk dirusak. Risiko penyakit disebabkan oleh penyakit buta, ngorok dan Virus ND. Cara mengatasi penyakit buta adalah memperbaiki sanitasi kandang. Membersihkan kotoran dalam kandang secara rutin. Peternak bisa menggunakan Starbio sebanyak 0,25 kg yang dicampur ke dalam 100 kg pakan ayam. Ngorok cara mengatasi penyakit ngorok pada ayam peterlur yaitu dengan cara memberikan suplemen yang mengandung vitamin dan mineral esensial. Gunanya untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam. Virus ND Pemberian antibiotik akan lebih efektif jika dilakukan bersamaan dengan pemberian multivitamin agar stamina ayam cepat pulih dan meringankan infeksi yang terjadi. Risiko pasar disebabkan oleh harga yang tidak Stabil. Cara mengatasi harga yang tidak Stabil yaitu peternak dapat menjalin kontrak dengan pembeli telur, seperti pengecer atau perusahaan makanan. Hal ini dapat memberikan kestabilan harga dan permintaan yang lebih konsisten. Selain itu peternak mencari mitra pedagang di luar daerah.