Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI ZAKAT PRODUKTIF BERBASIS MASJID BABUSSALAM PERESPEKTIF EKONOMI SYARIAH Nihro Afandi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/join.v5i1.2245

Abstract

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui zakat produktif merupakan strategi dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis implementasi zakat produktif berbasis masjid dalam meningkatkan kapasitas usaha mustahik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui empat tahapan, yaitu identifikasi dan seleksi mustahik, edukasi dan pelatihan, implementasi zakat produktif, serta pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mustahik berada pada kategori usaha mikro dengan pendapatan rendah dan keterbatasan pada aspek modal, literasi keuangan, serta sarana usaha. Pelaksanaan program memberikan dampak berupa peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan, pemanfaatan modal yang lebih terarah, serta adanya perbaikan kapasitas produksi dan kualitas usaha. Selain itu, terjadi transformasi pola pikir mustahik dari penerima bantuan konsumtif menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri dan produktif. Meskipun peningkatan pendapatan belum signifikan dalam jangka pendek, namun terdapat indikasi penguatan keberlanjutan usaha. Dengan demikian, zakat produktif berbasis masjid dengan pendekatan terintegrasi dan berbasis kebutuhan terbukti memiliki efektivitas dalam mendorong pemberdayaan ekonomi mustahik secara berkelanjutan.
Pemberdayaan UMKM Melalui Workshop Digital Marketing Di Desa Gamping, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo Uswatun Chasanah; Riyadul Mubtadiah; Rofiq Abidin; Nihro Afandi; Imam Mawardi
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2023): November: Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v1i1.10833

Abstract

Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, keterbatasan literasi digital masih menjadi kendala dalam pengembangan usaha, khususnya dalam aspek pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui workshop digital marketing di Desa Gamping, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik, dan pendampingan penggunaan media digital seperti media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan platform digital untuk pemasaran produk. Selain itu, peserta mulai mampu membuat konten promosi sederhana serta mengelola akun bisnis secara mandiri. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan daya saing UMKM dan memperluas akses pasar secara berkelanjutan.
Tinjauan Ayat Al-Qur'an dan Hadis Ekonomi Tentang Etika Produksi dalam Islam: Review of Quranic Verses and Economic Hadith on Production Ethics in Islam Nihro Afandi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.6601

Abstract

Etika produksi dalam Islam berdasarkan ayat-ayat Alquran dan hadits. Dalam Alquran, etika produksi menekankan kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Misalnya, Surah Al-Mutaffifin (83:1-3) mengutuk kecurangan dalam takaran dan timbangan, menekankan kejujuran dalam perdagangan. Ayat ini menggarisbawahi pentingnya integritas dalam produksi dan distribusi barang. Selain itu, Surah An-Nahl (16:90) menyerukan keadilan dan melarang tindakan yang tidak adil, seperti dalam Hadis Riwayat Bukhari yang menyebutkan bahwa pedagang yang jujur dan terpercaya akan ditempatkan bersama para nabi dan orang-orang saleh di akhirat. menegaskan perlunya praktik produksi yang adil dan bertanggung jawab. Hadits juga memperkuat prinsip-prinsip ini. Nabi Muhammad SAW menyatakan, "Barangsiapa menipu, maka ia bukan golongan kami," menunjukkan pentingnya kejujuran dalam segala aspek produksi. Didalam Hadits lain juga menyebutkan perlunya memperhatikan hak-hak pekerja, seperti memberikan upah yang adil sebelum keringat mereka mengering. Dengan demikian, etika produksi Islam mencakup integritas, keadilan, tanggung jawab sosial, dan perlindungan terhadap hak-hak pekerja, memastikan bahwa setiap langkah dalam proses produksi sesuai dengan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Tinjauan ini menunjukkan bahwa etika produksi dalam Islam bertujuan menciptakan keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Driving The Blue and Green Sectors With Robust Islamic Economic Values Nur Hidayah; Muhammad Jazuli; Eka Julia Safitri; Nihro Afandi
AT TARIIZ : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 5 No 03 (2026): AT TARIIZ : JURNAL EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/attariiz.v5i03.2728

Abstract

The development of the blue sector (marine and fisheries) and the green sector (sustainable agriculture, renewable energy, and environmental management) plays a crucial role in driving inclusive and sustainable economic growth. This study aims to examine how Islamic economic values such as justice, balance, and sustainability can strengthen both sectors in a resilient and ethical manner. This study employed a qualitative approach with library research, utilizing various secondary data sources such as scientific journals, books, and relevant reports. The analytical technique employed was descriptive-qualitative analysis through the collection, review, and synthesis of related literature. The study’s results indicate that the application of Islamic economic principles, through instruments such as green sukuk, productive zakat, and profit-sharing financing, can encourage sustainable investment while maintaining environmental sustainability and community well-being. Therefore, this approach is relevant as a framework for sustainable development that aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in developing countries