Etika produksi dalam Islam berdasarkan ayat-ayat Alquran dan hadits. Dalam Alquran, etika produksi menekankan kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Misalnya, Surah Al-Mutaffifin (83:1-3) mengutuk kecurangan dalam takaran dan timbangan, menekankan kejujuran dalam perdagangan. Ayat ini menggarisbawahi pentingnya integritas dalam produksi dan distribusi barang. Selain itu, Surah An-Nahl (16:90) menyerukan keadilan dan melarang tindakan yang tidak adil, seperti dalam Hadis Riwayat Bukhari yang menyebutkan bahwa pedagang yang jujur dan terpercaya akan ditempatkan bersama para nabi dan orang-orang saleh di akhirat. menegaskan perlunya praktik produksi yang adil dan bertanggung jawab. Hadits juga memperkuat prinsip-prinsip ini. Nabi Muhammad SAW menyatakan, "Barangsiapa menipu, maka ia bukan golongan kami," menunjukkan pentingnya kejujuran dalam segala aspek produksi. Didalam Hadits lain juga menyebutkan perlunya memperhatikan hak-hak pekerja, seperti memberikan upah yang adil sebelum keringat mereka mengering. Dengan demikian, etika produksi Islam mencakup integritas, keadilan, tanggung jawab sosial, dan perlindungan terhadap hak-hak pekerja, memastikan bahwa setiap langkah dalam proses produksi sesuai dengan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Tinjauan ini menunjukkan bahwa etika produksi dalam Islam bertujuan menciptakan keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Copyrights © 2024