Ani Rindiani
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Taman Kanak-Kanak Kuncup Kartika Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Ani Rindiani; Qiqi Yuliati Zaqiah
J-STAF : Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah Vol. 1 No. 1 (2022): January
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62515/staf.v1i1.21

Abstract

This study aims to find out how the Limited Face-to-face Learning (PTMT) policy is applied in Early Childhood Education institutions. This study uses kualitative methode and an analytical descriptive approach, methode of collecting data and information using observation, interviews and study documentation. Informants in this mini research are the Principal, Teachers and Parents. The research subjects were chosen with the consideration that TK Kuncup Kartika was the earliest educational institution to implement the PTMT policy in the Jatinangor District. The illustration is that the stages of making Limited Face-to-face Learning (PTMT) policies include regulatory studies, studies on the empirical condition of Covid 19 in the Jatinangor District, and observing parents' expectations. The implementation of the PTMT policy begins with carrying out pre-learning, then designing the Limited Face-to-Face Learning (PTMT) design during the Covid 19 Pandemic, and establishing Standard Operating Procedures (SOP) for learning in schools. The analysis of the results of the implementation of the Limited Face-to-Face Learning (PTMT) policy uses a SWOT analysis. The implementation of the Limited Face-to-Face Learning (PTMT) policy has a positive impact on schools, especially on increasing the achievement of six aspects of student development.
Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Taman Kanak-Kanak Kuncup Kartika Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Ani Rindiani; Qiqi Yuliati Zaqiah
J-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah Vol. 1 No. 1 (2022): January
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62515/staf.v1i1.21

Abstract

This study aims to find out how the Limited Face-to-face Learning (PTMT) policy is applied in Early Childhood Education institutions. This study uses kualitative methode and an analytical descriptive approach, methode of collecting data and information using observation, interviews and study documentation. Informants in this mini research are the Principal, Teachers and Parents. The research subjects were chosen with the consideration that TK Kuncup Kartika was the earliest educational institution to implement the PTMT policy in the Jatinangor District. The illustration is that the stages of making Limited Face-to-face Learning (PTMT) policies include regulatory studies, studies on the empirical condition of Covid 19 in the Jatinangor District, and observing parents' expectations. The implementation of the PTMT policy begins with carrying out pre-learning, then designing the Limited Face-to-Face Learning (PTMT) design during the Covid 19 Pandemic, and establishing Standard Operating Procedures (SOP) for learning in schools. The analysis of the results of the implementation of the Limited Face-to-Face Learning (PTMT) policy uses a SWOT analysis. The implementation of the Limited Face-to-Face Learning (PTMT) policy has a positive impact on schools, especially on increasing the achievement of six aspects of student development.
Gerakan Sigap Stunting (Gesit) Melalui Penyuluhan Sosial dan Pelatihan Pengolahan Bahan Makanan Lokal di Desa Cikondang Kabupaten Sumedang Asep Saepudin; Wiwit Widiansyah; Irniyati Samosir; Nandang Susila; Ani Rindiani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 2 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana anak memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari World Health Organization (WHO). Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan Penyuluhan sosial dan Pelatihan pengolahan bahan makanan lokal dalam upaya menanggulangi terjadinya stunting. Rangkaian kegiatan penyuluhan sosial dan pelatihan pengelolaan makanan lokal sebagai program intervensi edukasi diharapkan dapat menanggulangi terjadinya stunting di masyarakat. Kegiatan penyuluhan sosial dan pelatihan pengolahan bahan makanan lokal yang dilakukan terdiri atas tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan desain program, penerapan program dan evaluasi program. Hasil dari penyuluhan sosial dan pelatihan pengolahan bahan makanan lokal bagi orang tua berhasil dapat meningkatkan kemampuan berwirausaha masyarakat yang pada gilirannya berdampak terhadap peningkatan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat mencegah terjadinya gizi buruk pada anak.
Membangun Kemandirian Perempuan Melalui Keterampilan Kewirausahaan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga (Implementasi Project Based Learning di Desa Legok Kidul Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang) Asep Saepudin; Eri Susanto; Dedah Ningrum; Diah Retno Anggraini; Ani Rindiani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental, maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Kemiskinan ini tidak terjadi begitu saja. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan, di antaranya yaitu: (a) faktor individual, (b) faktor Sosial, dan (c) faktor kultural. Dampak dari kemiskinan ini sangat jelas dirasakan oleh banyak pihak, termasuk kaum perempuan yang sudah menikah, keadaan mereka sangat bermacam-macam ada perempuan yang diceraikan oleh suaminya, atau bahkan ditinggal meninggal oleh suaminya, atau mereka memiliki suami tapi suami mereka tidak menafkahi mereka dan keluarga, sehingga mereka memilih untuk berjuang sendiri dalam menafkahi diri sendiri dan keluarga. Permasalahan ini harus segera diatasi, bagaimana mempersiapkan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, melalui berbagai upaya pemberdayaan dalam rangka mempersiapkan mereka menjadi sosok perempuan mandiri yang menjalankan peran ganda. Berdasarkan fenomena tersebut, diperlukan solusi edukasi di antaranya melalui program pelatihan dalam bentuk Project Based Learning (PBL) untuk membangun kemandirian perempuan melalui keterampilan kewirausahaan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Legok Kidul Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang. Program pelatihan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, koordinasi kegiatan, pengembangan disain program, aksi program dan pelaporan sertapublikasi.