Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Indigenous Knowledge in Reducing HCN Content in the Processing of Gadung Tubers (Dioscorea hispida) as Student Teaching Materials Fitri Rahmawati; Ari Ashari; Muhammad Zulhariadi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.5662

Abstract

The research aims to understand the indigenous knowledge of the community in processing gadung tubers (Discorea hispida) and to identify the most effective variations in reducing HCN content for educational purposes, specifically in the form of an Environmental Knowledge Module for students in the Biology Education program at FKIP Cordova University. The research methodology involves an experimental approach with four core stages: conducting surveys and interviews with the community in Beru Village, Jereweh District, West Sumbawa Regency; developing observation sheets for gadung tuber processing based on local knowledge; and engaging in practical activities with the research team, the community, and two biology education students. The research results, based on the module validation, show an average score of 77.5%, categorizing it as good. The conclusion of the study is that the most effective variation in reducing HCN content involves the addition of 300 grams of salt compared to other variations, along with the inclusion of squeezed castor leaves juice. The practical activities conducted in accordance with the local knowledge of Beru Village community in Jereweh District have progressed well, producing gadung sticks as safe-to-consume food products.
Strategi Pengembangan Ekowisata Capung di Kawasan Wisata Air Terjun Tibu Ijo Kabupaten Lombok Barat M. Setyo Nugroho; Muhammad Zulhariadi
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol. 9 No. 1 (2026): Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v9i1.5297

Abstract

Ekowisata capung merupakan bentuk wisata berbasis alam yang menjadikan capung (Odonata) dan habitatnya sebagai daya tarik utama melalui kegiatan seperti pengamatan (dragonfly watching), interpretasi/edukasi lingkungan, dan fotografi, yang dikelola dengan prinsip konservasi, dampak minimal, serta manfaat ekonomi–sosial bagi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan ekowisata capung di Kawasan Wisata Air Terjun Tibu Ijo di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif eksploratif untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata capung di kawasan Wisata Air Terjun Tibu Ijo di Kawasan Wisata Air Terjun Tibu Ijo.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langung berupa pengamatan ke lokasi penelitian, wawancara mendalam dengan informan (data primer) dan studi dokumentasi untuk data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ekowisata Air Terjun Tibu Ijo memiliki kekuatan utama pada keindahan panorama air terjun, keberadaan kolam renang alami, aktivitas trekking, potensi seni budaya Sasak Lombok, serta keanekaragaman capung yang menjadi daya tarik ekowisata. Tren wisata “back to nature”, kemajuan teknologi informasi, pertumbuhan pasar ekowisata global, dukungan komunitas pemerhati capung, dan peluang kolaborasi pentahelix memperbesar ruang pengembangan destinasi. Karena itu, arah strategi yang menonjol adalah penguatan produk wisata alam berbasis daya dukung lingkungan, memperluas pasar melalui promosi yang lebih intensif, serta membangun kerja sama lintas pihak dengan prinsip keberlanjutan dan konservasi sebagai fondasi utama