Roly Marwan Mathuridy
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Lama Operasi, Usia dan Berat Badan dengan Kejadian Hipotermia pada Anak Pasca Operasi di Kamar Operasi Rumah Sakit Banjarmasin Siaga Mariani; Evy Noorhasanah; Roly Marwan Mathuridy; Sasmita Dewi; Karmila
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1599

Abstract

Hipotermia adalah kondisi di mana suhu inti tubuh menurun di bawah suhu fisiologis normal, sering terjadi pada pasien di ruang pemulihan karena beberapa faktor seperti suhu lingkungan yang rendah, infus cairan dingin, luka terbuka, penurunan aktivitas otot, usia, dan pengobatan. Jumlah pasien yang menjalani operasi di Rumah Sakit Siaga Banjarmasin, khususnya Bedah Anak pada tahun 2022 berjumlah 369 pasien, pada tahun 2023 berjumlah 487 pasien, dan pada Januari hingga Maret 2024 berjumlah 89 pasien. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien anak yang menjalani operasi dengan total sampel 48 orang. Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rho dengan menggunakan purposive sampling. Terdapat hubungan antara lama operasi, usia, dan berat badan dengan kejadian hipotermia dengan nilai koefisien korelasi lama operasi sebesar 0,683, koefisien korelasi usia sebesar 0,418, dan koefisien korelasi berat badan sebesar 0,530 dengan nilai ap sebesar 0,000 0,05. Nilai ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara lama operasi, usia, dan berat badan.
Hubungan Stres Kerja dengan Kinerja Perawat IGD di RSUD Ratu Zalecha Martapura Vina Navia; Rohni Taufikasari; Roly Marwan Mathuridy
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25003

Abstract

ABSTRACT Emergency Department (ED) nurses are healthcare professionals who work in conditions characterized by a high level of urgency, heavy workload, and demands for speed and accuracy in decision-making. These conditions have the potential to cause work-related stress which, if not well managed, may affect nurses’ performance and have an impact on service quality and patient safety. Therefore, work stress is an important factor to be examined in relation to the performance of ED nurses. This study aimed to determine the relationship between work stress and the performance of ED nurses at RSUD Ratu Zalecha Martapura. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 30 ED nurses selected using a total sampling technique. Work stress was measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10), while nurse performance was measured using a performance questionnaire based on Campbell’s theory. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Pearson correlation test. The results showed that all respondents (100%) were at a moderate level of work stress. Most nurses had good performance (86.7%), while the rest had adequate performance (13.3%). The bivariate analysis showed a p-value of 0.377 (p 0.05) with a correlation coefficient of r = 0.167, indicating that there was no significant relationship between work stress and the performance of ED nurses. These findings indicate that the performance of ED nurses can be maintained despite a moderate level of work stress, which may be influenced by other factors such as work experience and environmental support. Keywords: Work Stress, Nurse Performance, ER, Hospital.  ABSTRAK Perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan tenaga kesehatan yang bekerja dalam kondisi dengan tingkat urgensi tinggi, beban kerja berat, serta tuntutan kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan stres kerja yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi kinerja perawat dan berdampak pada kualitas pelayanan serta keselamatan pasien. Oleh karena itu, stres kerja menjadi salah satu faktor yang penting untuk diteliti dalam kaitannya dengan kinerja perawat IGD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat IGD di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 perawat IGD yang diambil menggunakan teknik total sampling. Stres kerja diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan kinerja perawat diukur menggunakan kuesioner kinerja berdasarkan teori Campbell. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) berada pada tingkat stres kerja sedang. Sebagian besar perawat memiliki kinerja dalam kategori baik (86,7%), sedangkan sisanya berada pada kategori cukup (13,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,377 (p 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,167, yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat IGD. Hasil ini mengindikasikan bahwa kinerja perawat IGD tetap dapat dipertahankan meskipun berada pada tingkat stres kerja sedang, kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengalaman kerja dan dukungan lingkungan kerja. Kata Kunci: Stres Kerja, Kinerja Perawat, IGD, Rumah Sakit.