Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Pemberian Makanan Tambahan Pada Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Rumoh Gizi Gampong Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Susanti Susanti; Sri Gustini; Khairunnisak Khairuninnisak
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13990

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada dibawah standar yang ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang kesehatan. Usia yang rawan terjadinya berbagi penyakit infeksi dan masalah gizi yang dapat berakibat pada terjadinya kondisi stunting adalah usia balita terutama usia 24 – 59 tahun. Kurangnya pemahaman tentang stunting merupakan faktor yang memicu kesadaran masyarakat akan bahaya stunting pada anak usia  dini. Pendidikan masyarakat memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stunting. Salah satu upaya pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk mewujudkan amanat pemerintah adalah dengan membentuk Rumoh Gizi Gampong yang terletak di Gampong Lapang wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan yang dilakukan di Rumoh Gizi Gampong salah satunya adalah sosialisasi pemberian makanan tambahan pada ibu yang memiliki balita dengan kondisi kurang gizi dan stunting. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan status gizi pada balita maka akan dilakukan edukasi melalui penyuluhan dan demonstrasi langsung tentang pemberian makanan tambahan pada balita yang ditujukan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga terutama ibu dalam mengolah bahan makanan yang tersedia di keluarga untuk diolah menjadi makanan tambahan untuk balita. Terdapat adanya perbedaan mean rata-rata pengetahuan ibu yang memiliki balita di Rumoh Gizi gampong Lapang sebelum dan sesudah dilakukana penyuluhan tentang Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam upaya pencegahan stunting sebesar 2,80 dengan p value 0,000 (α 0,05). Penyuluhan kesehatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah berhasil meningkatkan pemahaman ibu tentang pemberian makanan tambahan pada balita dalam upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: Rumoh Gizi Gampong, Edukasi Pemberian Makanan Tambahan, Balita   ABSTRACT Stunting is a disorder of growth and development of children due to chronic malnutrition and recurrent infections, which is characterized by their length or height being below the standards set by the Minister who organizes government affairs in the health sector. The age that is prone to sharing infectious diseases and nutritional problems that can result in stunting conditions is the age of toddlers, especially aged 24-59 years. Lack of understanding about stunting is a factor that triggers public awareness of the dangers of stunting in early childhood. Community education plays a very important role in increasing public awareness about stunting. One of the efforts of the West Aceh Regency government to realize the government's mandate is to establish the Gampong Nutrition Rumoh located in Gampong Lapang, the working area of the Johan Pahlawan Health Center, West Aceh Regency. One of the activities carried out at Rumoh Gizi Gampong is socialization of supplementary feeding to mothers who have toddlers with malnutrition and stunting conditions. The purpose of this community service activity is to improve the nutritional status of toddlers, education will be carried out through counseling and direct demonstrations about supplementary feeding for toddlers aimed at increasing family knowledge and skills, especially mothers in processing food ingredients available in the family to be processed into additional food for toddlers. There is a difference in the average mean knowledge of mothers who have toddlers in Rumoh Gizi Gampong Lapang before and after counseling on Supplementary Feeding (PMT) in stunting prevention efforts is 2.80 with a p value of 0.000 (α 0.05). Health counseling carried out in community service activities has succeeded in increasing mothers' understanding of supplementary feeding for toddlers in an effort to prevent stunting. Keywords: Rumoh Gizi Gampong, Supplementary Feeding Education, Toddler
Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Susanti Susanti; Sri Gustini; Muhammad Husaini
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17347

Abstract

ABSTRACT SIMRS is a communication information technology system that processes and integrates the entire flow of hospital service processes in the form of a network of coordination, reporting, and administrative procedures to obtain information precisely and accurately, and each hospital is required to organize SIMRS. Human resources (Brainware) is an important factor in implementing SIMRS. The purpose of this study was to determine the influence of Human Resource Competence on the Implementation of Hospital Management Information System (SIMRS) Application at the Outpatient Poly of Cut Nyak Dhien Meulaboh Regional General Hospital. The research method is mixed methods. The design type uses Explanatory Sequential. This research was conducted on SIMRS officers/users in the outpatient room/outpatient polyclinic of Cut Nyak Dhien Meulaboh Hospital. The data collection method in the first stage was carried out quantitative research using questionnaires to provide an overview of the influence of the competence of Human Resources who were on duty in the polyclinic as many as 58 people followed by qualitative data collection. The results showed that the competence of nurse human resources had an effect on the implementation of SIMRS (pvalue 0.000 0.05). It can be concluded that the higher the competence of nurse human resources, the higher the ability in the implementation of SIMRS. Keywords: Outpatient, SIMRS Implementation, HR Competency  ABSTRAK SIMRS merupakan sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan Rumah Sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan, dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat, dan setiap rumah sakit wajib menyelenggarakan SIMRS. Sumber Daya Manusia (human resources/Brainware) merupakan faktor penting dalam menjalankan SIMRS. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia  terhadap Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh. Metode penelitian dengan metode campuran/mix methods. Jenis rancangan menggunakan Explanatory Sequential. Penelitian ini dilakukan pada petugas/pengguna SIMRS di ruang rawat jalan/Poli rawat jalan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Metode pengumpulan data pada tahap pertama dilakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk memberikan gambaran tentang  pengaruh  kompetensi Sumber Daya Manusia  yang bertugas di ruang rawat poli sebanyak 58 orang dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan pearson Correlation. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi SDM perawat berpengaruh terhadap penerapan SIMRS (pvalue 0,000 0,05). Dapat disimpulkan semakin tinggi kompetensi SDM perawat maka semakin tinggi kemampuan dalam penerapan SIMRS. Kata Kunci: Rawat Jalan, Penerapan SIMRS, Kompetensi SDM
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Ikan Teri (Stolephorus Commersonii) sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Gampong Suak Indrapuri Kabupaten Aceh Barat Susanti Susanti; Sri Gustini; Muhammad Husaini; Nanda Norisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.22641

Abstract

ABSTRACT Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in growthdisorders in children, namely the child's height is lower or shorter (dwarf) than the standard age. Efforts to preventstunting are carried out by processing anchovies into other food ingredients such as anchovy sticks. The purpose ofthis community service activity is to improve the knowledge and skills of mothers in efforts to prevent and treatstunting through the processing of foodstuffs from anchovies into processed food to be given to children in stuntingprevention. The implementation of this community service activity is by providing counseling and demonstrationsabout processing anchovies into anchovy sticks. The measurement results showed an increase in high knowledge from20% to 93.3%. It is hoped that the implementation of this community service can be a forum to share information andincrease public education related to the processing of anchovies into other food ingredients that can be consumed bybabies and toddlers in an effort to prevent  stunting. Keywords: Stunting, Anchovy Processing, Community Empowerment.  ABSTRAK Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Upaya pencegahan stunting diilakukan dengan pengolahan ikan teri menjadi bahan makanan lainnya seperti stik ikan teri. Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam upaya pencegahan dan perawatan stunting melalui pengolahan bahan makanan dari ikan teri menjadi makanan olahan untuk diberikan pada anak dalam pencegahan stunting. Pelaksanaan kegiatan pengadian masyarakat ini dengan pemberian penyuluhan dan demontrasi tentang pengolahan ikan teri menjadi stik ikan teri. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan pengetahuan tinggi dari 20% menjadi 93,3%. Diharapkan Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dapat menjadi wadah untuk berbagi informasi dan meningkatkan edukasi masyarakat terkait dengan pengolahan ikan teri menjadi bahan makanan lain yang dapat dikonsumsi oleh bayi dan balita dalam upaya pencegahan stunting Kata Kunci: Stunting, Pengolahan Ikan Teri, Pemberdayaan Masyarakat.