Misniarti Misniarti
Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN POLA PEMBERIAN MP ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 6-23 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CURUP DESTRI MUTIARA DWI PUTRI; MISNIARTI MISNIARTI; EVA SUSANTI; SRI HARYANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11499

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan ibu dan pola pemberian MP ASI merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan status gizi. Gizi memiliki peran penting dalam siklus kehidupan manusia, sejak dalam kandungan hingga lanjut usia. Kekurangan gizi pada anak baduta dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang yang berlanjut hingga dewasa jika tidak ditangani sejak dini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian diskreptif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Probability Sampling dengan cara Cluster Random Sampling didapatkan sampel sebanyak 100 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisoner yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Uji statistik yaitu menggunakan uji Chi Square. Hasil dan Pembahasan: Diperoleh nilai p value 0,000 < 0,005 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi anak dan nilai OR 4,086 dan hasil analisa data diperoleh nilai p value 0,000 < 0,005 sehingga terdapat hubungan antara pola pemberian MP ASI dengan status gizi anak dan nilai OR 3,796. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pola pemberian MP ASI dengan status gizi anak umur 6-23 bulan diwilayah kerja Puskesmas Curup.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Anak Sekolah Dasar tentang Anticipatory Quidance dan Pertolongan Pertama Kecelakaan Misniarti Misniarti; Sri Haryani; Roestam Adjie Rochmat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24266

Abstract

ABSTRAK  Pendahuluan: Sekolah dan lingkungannya menduduki urutan ketiga tempat terjadinya cedera, data anak usia 5-14 tahun yang mengalami cedera sebanyak 12,1% yang mengganggu kegiatan sehari-harinya.  Ada bebrapa cedera yang sering terjadi pada anak sekolah dasar (SD) seperti terkilir 27,5%, luka robek 23,2%, patah tulang 5,8%, dan cedara lainnya. Sedangkan angka kejadian cedera disekolah dan lingkungannya pada provinsi Bengkulu adalah 18,5 %. SD Muhamadiaya 05 Rimbo Recap terdapat 195 orang siswa yang berusia 6 – 15 tahun dan belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang anticipatory quidance dan pertolongan kecelakaan pada anak. Tujuan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak sekolah dasar tentang anticipatory quidance dan pertolongan pertama kecelakaan. Metode Pengabdian Masyarakat: menggunakan metode edukasi dengan cara penyampaian materi tentang anticipatory quidance dan pertolongan pertama kecelakaan pada anak sekolah dasar dan simulasi serta praktik pertolongan pertama kecelakaan. Pengetahuan siswa mengalami peningkatan setelah diberikannya edukasi anticipatory quidance dan pertolongan pertama kecelakaan di desa rimbo recap tahun 2025. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat dengan cara melakukan edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anak sekolah tentang aticisipatory Quidance dan pertolongan pertama kecelakaan. Kata Kunci: Sekolah Dasar, Antisipatory Quidance, Pertolongan Pertama, Kecelakaan.  ABSTRACT Introduction: Schools and their environment rank third in the occurrence of injuries, data on children aged 5-14 years who experienced injuries as much as 12.1% which disrupted their daily activities. There are several injuries that often occur in elementary school children (SD), such as sprains 27.5%, lacerations 23.2%, fractures 5.8%, and other injuries. While the incidence of injuries in schools and their environment in Bengkulu province is 18.5%. SD Muhamadiaya 05 Rimbo Recap has 195 students aged 6-15 years and have never received counseling on anticipatory quidance and first aid for children. Objective: There is an increase in knowledge and skills of elementary school children about anticipatory quidance and first aid for accidents. Community Service Method: using educational methods by delivering material on anticipatory quidance and first aid for accidents to elementary school children and simulations and practices of first aid for accidents. Students' knowledge increased after being given anticipatory quidance and first aid for accidents education in Rimbo Recap village in 2025. Conclusion: Community service by conducting education is effective in increasing the knowledge and skills of school children about anticipatory quidance and first aid for accidents.. Keywords: Elementary School, Anticipatory Guidance, First Aid, Accidents