Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA DI DESA ORINGBELE, FLORES TIMUR Silifosto Sili Dilen; Yohanes Kornelius Ethelbert; Stephanie Perdana Ayu Lawalu; Alfry Aristo Jansen Sinlae; Karolus Tatu Sius
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i2.2494

Abstract

Abstract: This community service program was conducted in Oringbele Village, East Flores, with a focus on empowering the youth through character education. The program aimed to instill values such as integrity, responsibility, and social awareness among the young generation. Through youth engagement and leadership training, positive changes were observed in the attitudes and behaviors of the youth. The long-term goal is to shape a morally upright and responsible generation that contributes positively to society. A sustained decrease in juvenile delinquency rates is expected as the values of character education are integrated into daily life.Keywords: Youth Empowerment, Character Education, Integrity, Responsibility, Social Awareness, Oringbele Village. Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Oringbele, Flores Timur, dengan fokus pada pemberdayaan generasi muda melalui pendidikan karakter. Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai seperti integritas, tanggung jawab, dan kesadaran sosial di kalangan generasi muda. Melalui keterlibatan pemuda dan pelatihan kepemimpinan, perubahan positif terlihat dalam sikap dan perilaku para pemuda. Tujuan jangka panjangnya adalah membentuk generasi yang moral dan bertanggung jawab yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Penurunan berkelanjutan dalam tingkat kenakalan remaja diharapkan terjadi seiring dengan integrasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Pemberdayaan Pemuda, Pendidikan Karakter, Integritas, Tanggung Jawab, Kesadaran Sosial, Desa Oringbele.
Sosialiasasi Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Bagi Anak Muda di SMAN 1 Mauponggo Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo Helena Laway; Maria Ariani Mali; Veronika Boleng Kelen; Indriyati Boleng Kelen; Yohanes Kornelius Ethelbert
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Juli 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/pjraa174

Abstract

Pemberdayaan anak muda merupakan proses strategis yang bertujuan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa. Generasi muda di kecamatan Mauponggo, mengalami kesulitan karena minimnya akses terhadap peluang ekonomi dan pembelajaran kewirausahaan yang memadai. Tingginya angka pengangguran dan minimnya pemahaman tentang pentingnya pemberdayaan ekonomi mandiri merupakan permasalahan sosial. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan kaum muda informasi dan kemampuan kewirausahaan yang mereka butuhkan untuk menjadi lebih mandiri secara finansial. Diharapkan sosialisasi ini akan menghasilkan generasi baru yang kreatif dan mandiri yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berkelanjutan. Metode yang digunakan berupa metode ceramah, diskusi kelompok, sesi tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Mauponggo dengan melibatkan siswa/I kelas X dan XI. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa motivasi dan kesiapan pemuda dalam mendukung pembangunan ekonomi desa dapat ditingkatkan melalui pemahaman mereka tentang kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini memberikan dampak positif yang membuat mereka dapat berkembang menjadi pelaku   ekonomi inovatif.
Peran Pemerintah Desa dalam Pelestarian Nilai Budaya Perkawinan Tiga Tungku Masyarakat Adat Leworahang Veronika Boleng Kelen; Indriyati Indriyati; Yohanes Kornelius Ethelbert; Sisilia Oliviera Mambo
PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies Vol. 4 No. 4 (2025): PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies
Publisher : Policy, Law and Political Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/publicness.v4i4.306

Abstract

The Tiga Tungku (Likat Telo) customary marriage system of the Leworahang indigenous community serves as a cultural framework that maintains inter-clan balance through the roles of opu (the groom’s family) and belake (the bride’s family). However, modernization, globalization, and shifting values among younger generations have altered its meaning and weakened its social function. This study aims to analyze the role of village government in preserving the cultural values of the Tiga Tungku marriage system and to identify collaborative strategies between traditional institutions and the village government in sustaining social cohesion. Employing a qualitative ethnographic case study in Ile Padung Village, East Flores Regency, data were collected through participatory observation, in-depth interviews with traditional leaders and village officials, and document analysis. The findings reveal a shift from collective to individual orientations and a declining function of customary forums as decision-making bodies. The village government plays a strategic role by establishing the Traditional Leadership Council, formulating village regulations grounded in local wisdom, and promoting cultural education for youth. Theoretically, this study contributes to understanding the adaptation of social structures from a Lévi-Straussian perspective and offers practical insights for strengthening culture-based policy implementation at the village level.