Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sosialiasasi Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Bagi Anak Muda di SMAN 1 Mauponggo Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo Helena Laway; Maria Ariani Mali; Veronika Boleng Kelen; Indriyati Boleng Kelen; Yohanes Kornelius Ethelbert
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Juli 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/pjraa174

Abstract

Pemberdayaan anak muda merupakan proses strategis yang bertujuan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa. Generasi muda di kecamatan Mauponggo, mengalami kesulitan karena minimnya akses terhadap peluang ekonomi dan pembelajaran kewirausahaan yang memadai. Tingginya angka pengangguran dan minimnya pemahaman tentang pentingnya pemberdayaan ekonomi mandiri merupakan permasalahan sosial. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan kaum muda informasi dan kemampuan kewirausahaan yang mereka butuhkan untuk menjadi lebih mandiri secara finansial. Diharapkan sosialisasi ini akan menghasilkan generasi baru yang kreatif dan mandiri yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berkelanjutan. Metode yang digunakan berupa metode ceramah, diskusi kelompok, sesi tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Mauponggo dengan melibatkan siswa/I kelas X dan XI. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa motivasi dan kesiapan pemuda dalam mendukung pembangunan ekonomi desa dapat ditingkatkan melalui pemahaman mereka tentang kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini memberikan dampak positif yang membuat mereka dapat berkembang menjadi pelaku   ekonomi inovatif.
Sosialisasi Peran BUMDes Dalam Meningkatkan Ekonomi MasyarakatDi Desa Olaia Kabupaten Nagekeo Maria Anjelina Anu; Maria Margareta Paju; Veronika Boleng Kelen; Marianus Kleden; Kristianus Simon H. Molan
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Juli 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/tq29vz73

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Olaia, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman masyarakat serta keterbatasan kemampuan pengurus. Hal ini menyebabkan potensi ekonomi setempat seperti kopi, anyaman, dan pariwisata belum dimanfaatkan secara maksimal. Pada 14 Mei 2025, mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira Kupang mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kantor Desa Olaia dengan tujuan meningkatkan literasi dan keterlibatan warga dalam pengelolaan BUMDes. Pendekatan yang diterapkan bersifat edukatif dan interaktif, meliputi penyampaian materi, diskusi kelompok, dan pelatihan manajemen. Hasilnya, peserta memahami fungsi BUMDes, bersedia aktif berpartisipasi, dan pengurus menguasai dasar-dasar manajemen. Lima potensi ekonomi lokal berhasil diidentifikasi, serta dibentuk kelompok kerja untuk unit usaha kopi dan anyaman. Kegiatan ini menjadi dasar pengembangan BUMDes ke depan, meskipun masih diperlukan pelatihan lanjutan. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal untuk mendukung pemberdayaan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Menggali Potensi Budaya Kampung Adat Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo Melalui Karya Feature Jurnalistik Susan Paulina Tonrate; Innosensia E. I. Ndiki Satu; Veronika Boleng Kelen
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Juli 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/8wmxpc84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengangkat potensi budaya yang terdapat di Kampung Adat Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo melalui karya feature jurnalistik. Kampung adat ini menyimpan kekayaan tradisi yang mencerminkan identitas lokal, seperti struktur sosial berbasis kekerabatan, praktik adat, dan tata ruang arsitektur yang khas. Dengan pendekatan kualitatif, serta teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, penulis berupaya menyajikan realitas sosial serta nilai-nilai tradisi yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Karya feature jurnalistik dipilih karena memiliki kekuatan naratif dan emosional untuk membangun kedekatan pembaca dengan budaya lokal yang kaya namun kurang terekspos. Narasi yang dibangun tidak hanya menginformasikan tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan pentingnya pelestarian budaya. Abstrak ini menegaskan peran jurnalisme sebagai alat edukatif yang menyentuh, reflektif, dan berdampak dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembentukan Kelompok Ekonomi Produktif dan Kreatif di Kelurahan Pohon Bao Elisabeth Date Masan Welin; Veronika Boleng Kelen; Hendrikus Likusina Kaha; Yoseph D. Pala Weruin; Paulus Ile Koten
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1110

Abstract

Ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Pohon Bao, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, memiliki potensi ekonomi yanag besar namun dihadapkan pada tiga masalah utama: ketiadaan kelembagaan usaha formal, lemahnya manajemen dan pencatatan keuangan, serta minimnya literasi digital. Pengabdian ini bertujuan untuk: (1) mendirikan kelompok ekonomi produktif dan kreatif (KEPK), (2) meningkatkan kemampuan manajemen usaha dan literasi keuangan, serta (3) meningkatkan literasi digital berbasis pemasaran media sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Desember 2025 bersama mitra Pemerintah Kelurahan Pohon Bao dan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Flores Timur, melibatkan 25 peserta, dengan metode partisipatif melalui workshop, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi berbasis observasi serta diskusi reflektif. Hasil kegiatan melampaui target: terbentuk dua KEPK (target satu), seluruh 25 peserta berpartisipasi aktif melampaui ambang 80% dan terbentuk dua akun Instagram aktif. Hambatan utama adalah keterbatasan durasi kegiatan dan infrastruktur jaringan lokal yang belum merata.
Peran Pemerintah Desa dalam Pelestarian Nilai Budaya Perkawinan Tiga Tungku Masyarakat Adat Leworahang Veronika Boleng Kelen; Indriyati Indriyati; Yohanes Kornelius Ethelbert; Sisilia Oliviera Mambo
PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies Vol. 4 No. 4 (2025): PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies
Publisher : Policy, Law and Political Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/publicness.v4i4.306

Abstract

The Tiga Tungku (Likat Telo) customary marriage system of the Leworahang indigenous community serves as a cultural framework that maintains inter-clan balance through the roles of opu (the groom’s family) and belake (the bride’s family). However, modernization, globalization, and shifting values among younger generations have altered its meaning and weakened its social function. This study aims to analyze the role of village government in preserving the cultural values of the Tiga Tungku marriage system and to identify collaborative strategies between traditional institutions and the village government in sustaining social cohesion. Employing a qualitative ethnographic case study in Ile Padung Village, East Flores Regency, data were collected through participatory observation, in-depth interviews with traditional leaders and village officials, and document analysis. The findings reveal a shift from collective to individual orientations and a declining function of customary forums as decision-making bodies. The village government plays a strategic role by establishing the Traditional Leadership Council, formulating village regulations grounded in local wisdom, and promoting cultural education for youth. Theoretically, this study contributes to understanding the adaptation of social structures from a Lévi-Straussian perspective and offers practical insights for strengthening culture-based policy implementation at the village level.
KEBERHASILAN COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM TATA KELOLA RETRIBUSI PARKIR DI DINAS PERHUBUNGAN KOTA KUPANG Yoan Lisbeth Be’ni Rihi; veronika boleng kelen
JianE (Jurnal Ilmu Administrasi Negara) Vol. 7 No. 3 (2025): JianE: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jan.v7i3.10308

Abstract

This study aims to analyze the success of collaborative governance in managing parking levy administration at the Department of Transportation of Kupang City. A qualitative research method was employed, using both primary and secondary data. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using descriptive qualitative analysis based on the collaborative governance theory proposed by Ansell and Gash. The findings indicate that the success of parking levy management is influenced by four main indicators. First, face-to-face dialogue plays a crucial role in strengthening collaboration among stakeholders and improving efficiency and effectiveness in parking services. Second, trust-building is a continuous process that requires commitment to transparency, fairness, and service quality improvement. Third, commitment to the process is a core element in achieving effective and sustainable parking management. Fourth, mutual understanding among stakeholders contributes to a more responsive, efficient, and sustainable parking management system that enhances public welfare and stakeholder satisfaction.