Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Public Speaking Di Era Digitalisasi Pasca Pandemi Covid 19 Di Virageawie Indonesia Rizki Surya Tawaqal; Detya Wiryany; Ahmad Taufiq Maulana Ramdan; Amy Elva Silviany
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 2 No 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan public speaking merupakan soft skill esensial dalam mendukung aktivitas pemasaran, khususnya di era digital pascapandemi. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas komunikasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Virageawie, sebuah komunitas pengrajin bambu di Kabupaten Bandung Barat. Dengan kualitas produk yang telah diakui hingga pasar internasional, pelaku UMKM ini menghadapi kendala dalam mempresentasikan produk secara efektif kepada konsumen. Program pelatihan ini mengusung metode berbasis diskusi kelompok terfokus, ceramah, dan pendampingan dengan materi yang mencakup public speaking, penguasaan wawasan produk, komunikasi non-verbal, serta adaptasi terhadap public speaking digital. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, melibatkan 30 peserta dari berbagai peran dalam komunitas. Peserta diberikan simulasi berbicara secara daring dan luring dengan fokus pada pengenalan diri dan produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri peserta dalam berbicara di depan publik serta penguasaan teknik public speaking yang lebih baik. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam memaksimalkan pemasaran produk Virageawie dan menjadi model pengembangan kapasitas UMKM lainnya. Saran untuk keberlanjutan kegiatan ini meliputi evaluasi berbasis pre-test dan post-test guna mengukur efektivitas program secara lebih terstruktur.
Komunikasi Simbolik Masyarakat Sunda dalam Pemaknaan Situs Danau Bandung Purba Shofyan Hikmal Rusdyansyah; Ahmad Taufiq Maulana Ramdan; Ridma Meltareza
Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus: Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/studi.v3i3.1190

Abstract

This study aims to analyze how the public constructs meanings of the Ancient Bandung Lake sites through Herbert Blumer’s Symbolic Interactionism perspective. This study employs a qualitative approach with a case study method to examine the process of meaning construction within the Sundanese community. Data were collected through observation, in-depth interviews, and literature review, and were analyzed using descriptive qualitative analysis. The findings reveal that the community perceives Gunung Batu Lembang, Pawon Cave, and Sanghyang Tikoro not merely as geological sites, but also as symbols of history, cultural identity, and collective memory. These meanings encourage the community to preserve cultural values and transmit them across generations. Furthermore, the meanings are continuously constructed and modified through social interaction, scientific knowledge, and changing social contexts. The study concludes that the meanings attached to the Ancient Bandung Lake sites are socially constructed through symbolic interaction. Therefore, the findings contribute to a broader understanding of how cultural communication and symbolic interaction shape the preservation of cultural identity through the meanings attached to heritage sites.