Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Perdagangan Inteenasional dan Nilai Tukar Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Lathifah Aini; Citra Wulandari Manik; Khairani Alawiyah Matondang
Jurnal Mirai Management Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v8i3.5810

Abstract

Alat penting untuk mengukur kemajuan suatu negara adalah pertumbuhan ekonomi. Perdagangan internasional dan nilai tukar adalah dua dari banyak faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Perdagangan internasional dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dalam berbagai cara, seperti meningkatkan pendapatan nasional, menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, dan meningkatkan persaingan. Nilai tukar juga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui berbagai cara, seperti meningkatkan daur ulang barang dan jasa serta meningkatkan tingkat daya saing. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kepustakaan dan pendekatan kualitatif. Untuk penelitian kepustakaan, data dikumpulkan dengan membaca buku, artikel, catatan, dan berbagai laporan yang relevan. Studi ini menunjukkan bahwa nilai tukar dan perdagangan internasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun dampak ini bersifat kompleks dan dapat dipengaruhi oleh variabel lain seperti suku bunga, investasi, dan inflasi.
Analisis Bonus Demografi Ditengah Tingginya Pengangguran Terdidik di Indonesia Lathifah Aini; Citra Wulandari Manik; Hilkia Natasya Br Ginting; Salsabila Salsabila; Nasrullah Hidayat
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 1 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i1.31656

Abstract

Bonus demografi memberikan peluang strategis bagi Indonesia untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui dominasi penduduk usia produktif. Namun, tingginya angka pengangguran terdidik menimbulkan paradoks yang menghambat optimalisasi potensi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika bonus demografi di tengah meningkatnya jumlah pengangguran terdidik di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka, penelitian ini mengkaji kajian teoritis dan empiris terkait mismatch antara sistem pendidikan dan tuntutan pasar kerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mismatch keterampilan, fluktuasi ekonomi, dan kelemahan kebijakan ketenagakerjaan menjadi kontributor utama tingginya angka pengangguran lulusan SMA dan perguruan tinggi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif, meliputi reformasi pendidikan, peningkatan pelatihan vokasi, penciptaan lapangan kerja yang bermutu, dan integrasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan. Dengan upaya tersebut, bonus demografi dapat ditransformasikan menjadi momentum produktif yang berkelanjutan daripada menjadi beban demografi di masa mendatang.
Penurunan Kepercayaan Publik Terhadap Transparansi Kebijakan Pemerintah di Indonesia Lathifah Aini; Citra Wulandari Manik; Hilkia Natasya Br Ginting; Armin Rahmansyah Nasution
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.13516

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apa yang menyebabkan kepercayaan publik terhadap transparansi kebijakan pemerintah di Indonesia menurun, serta bagaimana transparansi dan komunikasi publik membentuk persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisis literatur dari berbagai sumber akademik nasional dan internasional yang berkaitan dengan kepercayaan publik, tata kelola pemerintahan, dan dinamika komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor utama yang memengaruhi kepercayaan masyarakat adalah ketidakkonsistenan informasi pemerintah, peningkatan disinformasi digital, dan ekspektasi publik yang semakin tinggi terhadap keterbukaan. Penurunan kepercayaan ini berdampak pada penurunan penerimaan kebijakan, penurunan partisipasi publik, dan peningkatan kerentanan terhadap narasi alternatif di dunia digital. Dalam konteks tata kelola pemerintahan kontemporer, penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan transparansi, konsistensi komunikasi, dan strategi informasi yang fleksibel sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan publik.