Kinurung Maleh
Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dialog Nilai Mira Pakat Dayak Ma’anyan Di Banjarmasin Dengan Teks Filipi 2:1-7 : (Suatu Kajian Kultural Teologis) Sudianto Sudianto; Kinurung Maleh; Ripaldi
Jurnal Teologi Pambelum Vol 3 No 2 (2024): Teologi, Budaya dan Kearifan Lokal
Publisher : Unit Penerbitan Informasi dan Teknologi Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59002/jtp.v3i2.69

Abstract

Mira Pakat is a noble value that is oriented towards unity of purpose and collective consciousness as Ma'anyan people. This value binds the Ma'anyan Dayak community as an identity and character of the Ma'anyan people. In the text of Philippians 2:1-7, the message to be like-minded, in one love, one soul, and one purpose is rooted in Jesus' example. The researcher conducted a dialogue on the values of Mira Pakat and the text of Philippians 2:1-7 with the Ma'anyan Dayak community in Banjarmasin. The research method used was qualitative research. Data was collected through interviews and observations. The results showed that the value of Mira Pakat is a noble value that must be maintained in the Ma'anyan Dayak community.
Teologi Ibadah, Peribadatan GKE Dan Spiritualitas Yang Menumbuhkan Pelayanan ripaldi Rival; Kinurung Maleh
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Pengajaran Teologi, Pelayanan Gereja, dan Pengembangan Spiritualitas
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah menempati posisi yang sentral dalam kehidupan orang Kristen. Oleh sebab itu, pemahaman tentang ibadah harus dipahami dengan sebaik-baiknya. Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Jemaat GKE Tumbang Malahoi. Dari hasil seminar ditemukan bahwa topik tentang pelayanan sebagai pelayan gereja dalam peribadatan, dan hubungan antara Injil dan Adat menjadi topik yang relevan untuk didiskusikan. Hasil PkM berakhir pada komitmen dari Majelis Jemaat GKE Tumbang Malahoi dalam menguatkan pelayanan terkhususnya dalam hal menyiapkan dan melaksanakan peribadatan.
Dekolonialisasi dan Kontekstualisasi Peribadatan GKE: Refleksi Melalui Focus Group Discussion di Resort GKE Buntok: Refleksi Melalui Focus Group Discussion di Resort GKE Buntok Enta Malasinta Lantigimo; Lia Afriliani; Kinurung Maleh
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel jurnal ini mengkaji hasil Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Resort GKE Buntok pada 7 September 2024 dengan tema "Dekolonialisasi Peribadatan GKE: Menuju Peribadatan GKE yang Kontekstual dan Mampu Menjawab Tantangan Zaman". FGD ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STT GKE dalam rangka Hari Pendidikan Teologi (HPT). Kegiatan ini melibatkan 32 peserta yang terdiri dari pendeta, penatua/diakon, tenaga kerja sukarela, dan mahasiswa, dengan tujuan mengidentifikasi elemen-elemen kolonial dalam peribadatan GKE, menggali kekayaan budaya dan spiritualitas lokal, serta merumuskan strategi menuju peribadatan yang kontekstual dan relevan. Pembahasan mencakup analisis mendalam tentang warisan zending, pengaruh denominasi lain, integrasi budaya lokal, serta tantangan dan harapan untuk masa depan peribadatan di GKE.