Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

BIAYA SISTEM KONSERVASI AIR EXISTING DAN USULAN PADA APARTEMEN AMEGA CROWN RESIDENCES SURABAYA Yudi Sanjaya; Jeffry Gunawan; Herry Pintardi Chandra; Cilcia Kusumastuti
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.823 KB)

Abstract

Kebutuhan manusia yang semakin bertambah menyebabkan sumber daya alam semakin langka, sehingga perlu diperhatikan konsep ramah lingkungan (green building). Salah satu konsep green building adalah konservasi air yang dilakukan dengan beberapa upaya seperti mendaur ulang air, penampungan air hujan, dan penggunaan fitur-fitur pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya konservasi air pada Apartemen Amega Crown Residences.Sistem konservasi air pada penelitian ini diterapkan dengan mendesain sistem rainwater harvesting, sistem pengolahan air limbah, dan sistem pendeteksi kebocoran pipa. Pada penelitian ini didapatkan besarnya curah hujan rencana dan intensitas hujan yang digunakan untuk mendesain pipa penyaluran. Sedangkan sistem pengolahan air limbah didesain berdasarkan jumlah air limbah yang dihasilkan.Berdasarkan analisis data air hujan dan air hasil sistem pengolahan air limbah, volume air hujan dan air limbah yang diolah dapat memenuhi kebutuhan untuk flushing toilet sehingga penggunaan air PDAM dapat dikurangi. Biaya konservasi air existing sebesar Rp 10.513.087.820,00 sedangkan biaya konservasi air usulan sebesar Rp 15.124.117.520,00.
PERENCANAAN SISTEM RAINWATER HARVESTING YANG BERBASIS VALUE ENGINEERING Kwek Hartono Kurniawan; Wilbert Kosasih; Herry Pintardi Chandra; Cilcia Kusumastuti
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.336 KB)

Abstract

Beberapa tahun terakhir, air hujan mulai dipertimbangkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan air domestik di perkotaan. Salah satu cara pemanfaatan air hujan untuk daerah perkotaan adalah dengan menggunakan sistem Rainwater Harvesting (RWHS). Pada penelitian ini, RWHS dicoba diterapkan pada sebuah perumahan X yang terletak di Surabaya Barat. Terdapat beberapa komponen RWHS yang direncanakan yaitu: talang air, pipa penyaluran, dan bak tampungan. Teknik value engineering digunakan dalam proses perencanaan sistem ini untuk merencanakan sebuah sistem yang efektif dan efisien. Selain itu, metode Analytical Hierarchy Process (AHP) juga digunakan pada perencanaan sistem ini untuk mencari aspek desain prioritas menurut warga perumahan X dan hasil analisanya akan dijadikan acuan perencanaan. Aspek desain yang dianalisis dalam penelitian ini adalah biaya, kualitas, perawatan, estetika, dan dampak lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek desain yang paling diprioritaskan adalah dampak lingkungan, diikuti oleh biaya dan kualitas, perawatan, dan terakhir estetika. Talang air yang dipakai adalah talang kotak 120 mm x 110 mm dengan panjang talang 13,9 m. Pipa mendatar dan pipa tegak memakai pipa tipe AW dengan diameter 3/4” dan panjang masing-masing 1,44 m dan 9,55 m. Pada perencanaan bak tampungan dipillih mengunakan bak tampungan dengan kapasitas minimal 2000 liter. Kombinasi perencanaan RWHS terbaik yang disarankan adalah talang air menggunakan talang PVC, pipa penyaluran menggunakan pipa PVC, dan bak tampungan menggunakan bak tampungan plastik dengan kapasitas 2200 liter.
PERBANDINGAN NILAI EVAPOTRANSPIRASI MENGGUNAKAN METODE THORNTHWAITE DAN BLANEY-CRIDLE DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT, KABUPATEN SIKKA, DAN KABUPATEN FLORES TIMUR Dicky Gode; Yobella Febe Kurnianto; Cilcia Kusumastuti; federick Jones Syaranamual
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi mengenai besarnya evapotranspirasi Pulau Flores menjadi penting karena pulau tersebut merupakan daerah semi-arid di Indonesia yang kemungkinan memiliki evapotranspirasi tinggi. Di sisi lain, tidak ada data aktual yang memberikan informasi mengenai besarnya nilai evapotranspirasi di daerah tersebut. Besarnya evapotranspirasi perlu diketahui dalam proses perhitungan kebutuhan air tanaman. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu penggunaan air di Pulau tersebut menjadi lebih efisien. Dalam penelitian ini nilai evapotranspirasi diperkirakan dengan menggunakan data temperatur yang diambil dari stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang ada di Kabupaten Manggarai Barat (1998-2016), Sikka (1977-2018), dan Flores Timur (1985-2016). Berdasarkan data meteorologi yang tersedia di daerah tersebut, maka metode Thornwaite dan Blaney-Criddle dipilih dalam penelitian ini. Nilai evapotranspirasi dari ketiga kabupaten tersebut akan dicari menggunakan kedua metode tersebut dan dibandingkan. Hasil penelitian ini menunjukan metode Thornthwaite (maks 165,816 mm/hari) memberikan hasil nilai evapotranspirasi yang lebih besar dibandingkan dengan metode Blaney-Criddle (maks 260,532mm/hari).
Manajemen Risiko Proyek Konstruksi Perbaikan Dermaga di Kota Gresik Evander Setiawan Utomo; Raphael Ricardo Putradi; Herry Pintardi Chandra; Cilcia Kusumastuti
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.324 KB)

Abstract

Proyek pembangunan dermaga tidak pernah lepas dari risiko yang menyebabkan proyek tidak berjalan sesuai rencana. Analisis manajemen risiko merupakan cara untuk mengurangi atau bahkan menghindari risiko yang dapat terjadi di proyek pembangunan dermaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta mengetahui respon risiko kejadian pada proyek pembangunan dermaga dengan menggunakan metode wawancara pada proyek perbaikan di Gresik. Identifikasi risiko meliputi 8 (delapan) bagian, yaitu risiko alam, sumber daya manusia, teknik, kecelakaan, desain, finansial, kontraktual dan peraturan lingkungan. Berdasarkan 8 (delapan) bagian tersebut, kemudian dilakukan analisis frekuensi dan dampak kejadian serta tingkat kepentingan risiko kejadian. Dalam setiap bagian tersebut kemudian dianalisis terhadap respon yang dilakukan atas risiko yang menyebabkan proyek tidak berjalan sesuai rencana. Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan wawancara, dimana pada kategori risiko alam terjadi hujan lebat serta angin kencang pada proyek dermaga di Gresik dan sangat jarang terjadinya kecelakaan pada tenaga kerja karena adanya safety briefing yang diadakan setiap pagi sehingga para pekerja mengerti pentingnya keselamatan.
ANALISIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN DI KABUPATEN FAKFAK Marvin Christhie; Timotius Krisna; Cilcia Kusumastuti; Prasetio Sudjarwo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.861 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang terjadi di Kabupaten Fakfak dari 66,828 jiwa pada tahun 2010 menjadi 76,102 jiwa pada tahun 2017 (Badan Pusat statistik, 2011 dan 2018) mengakibatkan kebutuhan air bertambah, dan adanya kemungkinan perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tata guna lahan. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini meliputi analisis perubahan tata guna lahan dengan memperhitungkan nilai koefisien pengaliran (C), perhitungan intensitas hujan dengan metode Mononobe, dan perhitungan debit banjir rencana dengan metode Rasional. Dari analisis frekuensi yang dilakukan, data hujan Kabupaten Fakfak mengikuti sebaran Log Normal diuji menggunakan uji Chi-Kuadrat dan memiliki X2cr lebih kecil dari X2cr tabel Chi-Kuadrat, dengan demikian perhitungan kedalaman hujan rencana dihitung berdasarkan perhitungan sebaran Log Normal. Waktu konsentrasi yang digunakan pada perhitungan intensitas hujan adalah 3 (tiga) jam, diambil dari data rata-rata durasi hujan dalam sehari selama 1 (satu) tahun pada tahun 2018. Hasil yang diperoleh menunjukan adanya perubahan tata guna lahan di Kabupaten Fakfak dari lahan Hutan produktif terbatas menjadi lahan Kawasan suaka alam/ kawasan pelestarian alam dengan perubahan tersebut, nilai C sebesar 0,387 pada tahun 2014 berubah menjadi 0,389 pada tahun 2018. Perubahan nilai tersebut mengakibatkan kenaikan banjir rencana sebesar 0,52% dari tahun 2014 ke tahun 2018.