UMKM Cilok Ngakak merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang kuliner yang mengalami perkembangan usaha cukup pesat, namun belum didukung oleh identitas visual yang mampu merepresentasikan karakter merek secara optimal. Permasalahan tersebut ditunjukkan oleh bentuk logo yang kurang sederhana, penggunaan elemen visual yang belum konsisten, serta belum adanya pedoman identitas visual sehingga mengurangi kemampuan merek dalam membangun citra dan meningkatkan daya ingat konsumen. Penelitian ini bertujuan merancang ulang identitas visual UMKM Cilok Ngakak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode design thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan kuesioner. Proses perancangan mengusung konsep visual pedas, ramah, dan modern melalui pengembangan logo maskot berbentuk api yang mengacu pada teori Significant Form, Perception Theory, dan psikologi warna. Hasil penelitian menghasilkan identitas visual baru berupa logo, Graphic Standard Manual (GSM), serta berbagai media pendukung identitas visual. Pengujian dilakukan menggunakan teknik triangulasi sumber dengan melibatkan lima responden. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa identitas visual yang dirancang lebih menarik, mudah dikenali, memiliki karakter visual yang lebih kuat, serta mampu merepresentasikan UMKM Cilok Ngakak sebagai produk kuliner yang pedas, ramah, dan modern. Dengan demikian, perancangan ini menghasilkan identitas visual yang lebih konsisten dan dapat menjadi pedoman penerapan identitas visual pada berbagai media komunikasi.