Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI SMAN 13 MEDAN T.A 2025/2026 Vailimlim Simamora; Charles Fransiscus Ambarita
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6795

Abstract

This study aims to analyze the effect of learning discipline and learning independence on the economic learning achievement of 11th-grade students at SMAN 13 Medan in the 2025/2026 academic year. The study uses a quantitative approach with an ex-post facto method. The population of the study includes all 11th-grade students consisting of four classes, with a sample of 105 students selected using simple random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS version 26. The results of the study show the regression equation Y = 60.410 + 0.246X₁ + 0.174X₂ + e. Partially, learning discipline has a positive and significant effect on academic achievement with a t-count value = 5.995 > t-table = 1.659 and significance 0.000 < 0.05. Learning independence also has a positive and significant effect on academic achievement with a t-count value = 4.154 > t-table = 1.659 and significance 0.000 < 0.05. Simultaneously, learning discipline and independence. Simultaneously, study discipline and learning independence have a positive and significant effect on academic achievement, with a calculated F value of 125.185 > table F of 3.09 and a significance of 0.000 < 0.05. These two variables contribute 71.1% to academic achievement, while 28.9% is influenced by other factors outside the study. Thus, study discipline and learning independence positively and significantly affect the economics learning achievement of 11th grade students at SMAN 13 Medan
Analisis Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran yang Digunakan oleh Guru Bidang Studi IPS di SMP N 3 Sibolga Nur Adawiyah Harahap; Pitri Aulia Usman Lubis; Sayyidina Sayyidina; Vailimlim Simamora; Haryadi Haryadi
Journal of Citizen Research and Development Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4538

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif guru bidang studi IPS di SMP Negeri 3 Sibolga menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi. Alat pembelajaran yang digunakan termasuk PowerPoint dan proyektor (infokus), dan fokusnya adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi melalui unsur visual seperti gambar dan video. Dengan data yang dikumpulkan dari wawancara dengan guru IPS, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini sangat membantu siswa memahami materi. Siswa lebih tertarik dan terlibat dalam pelajaran jika materi divisualisasikan dengan cara yang menarik. Namun, kendala teknis seperti waktu persiapan infokus yang lama dan konektivitas internet yang lambat dapat mengganggu proses belajar. Jadi, meskipun teknologi berbasis media pembelajaran berfungsi dengan baik, mereka membutuhkan dukungan infrastruktur dan pelatihan guru untuk membuat mereka menggunakannya sebaik mungkin.
Analisis Perkembangan Lembaga Keuangan Syariah Perbankan Syariah di Indonesia pada Tahun 2013-2023 Irma Chintia Simbolon; Jelita Maria Christine Samosir; Nur Adawiyah Harahap; Nurhaliza Nurhaliza; Sayidah Latifah Hanum; Sayiddina Sayiddina; Vailimlim Simamora
Journal of Citizen Research and Development Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4682

Abstract

Perbankan syariah di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan antara tahun 2013 hingga 2023, meskipun terdapat fluktuasi dalam jumlah lembaga keuangan. Jumlah Bank Umum Syariah (BUS) mengalami penurunan dari 11 menjadi 10, sementara Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) meningkat dari 158 menjadi 173. Pertumbuhan aset perbankan syariah juga menunjukkan tren positif, mencapai Rp2. 450,55 triliun pada Juni 2023 dengan pangsa pasar sebesar 10,94% dari total keuangan nasional. Faktor-faktor seperti kebijakan pemerintah yang mendukung dan inovasi teknologi berperan penting dalam mendorong akses layanan perbankan syariah ke masyarakat luas. Secara keseluruhan, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, perbankan syariah menunjukkan kapasitas untuk berkembang dan beradaptasi dalam perekonomian Indonesia. Dukungan regulasi yang kuat dan transformasi digital yang terus berlangsung memberikan peluang bagi perbankan syariah untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kerjasama antara pemerintah, industri, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan dan kemajuan perbankan syariah di masa depan.