Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis quineensis Jacq) PADA MEDIUM ULTISOL YANG DIAPLIKASI KOMPOS Mucuna bracteata Taufik Ristumoyo Rambe; Adiwirman; Wawan
DINAMIKA PERTANIAN Vol. 35 No. 3 (2019): Jurnal Dinamika Pertanian Edisi Desember 2019
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/dp.2019.vol35(3).7701

Abstract

The first problem faced in cultivating oil palm is the procurement of seeds. Ultisol soil when used for breeding media has several problems such as having a wet saturation of less than 35% at a depth of 125 cm below the upper limit of the argillic horizon. Ultisol has an acidity level of less than 5.5, low to moderate organic matter and low nutrition. The addition of organic material such as the LCC Mucuna bracteata compost is highly recommended because it will improve the physical, biological, and chemical properties of the soil, so that it increases the availability of nutrients in the soil to be optimal. This study aims to determine the effect of LCC mucuna bracteata compost on ultisol soil medium and determine the dosage/dose of LCC Mucuna Bracteata compost which provides the best growth of oil palm seedlings (Elaeis guineensis Jacq). This research was carried out experimentally with a Completely Randomized Design (CRD), consisting of 5 treatments and 4 replications. The results of this study indicate that distributing doses of 400 g/8 kg of soil improved the physical and chemical properties of the soil and the vegetative growth of oil palm seeds.
Analysis of Peat Soil Characteristics (Histosol) at Several Maturity Levels in Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Plantations in Lubuk Sakat Village, Kampar Patra Anjara Ginting; Wawan; Fifi Puspita; Cynthia Bernadetta Silalahi; Asri Cahyati Zebua
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 7 No. 3 September 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v7i3.4579

Abstract

Agricultural development on peatlands requires a careful and thoughtful approach. Therefore, conducting an inventory of their characteristics is essential for ensuring proper utilization and effective planning. This study aims to analyze the characteristics of peat soils in Lubuk Sakat Village, Kampar, Riau, which are planted with oil palm at various maturity stages, covering a potential peatland area of approximately 800 hectares. The research was conducted using observational and descriptive methods, with purposive sampling employed at peatlands of fibric, hemic, and sapric maturity stages. The observed soil characteristics included pH, organic carbon (C-Organic), available phosphorus (P-Available), and cation exchange capacity (CEC). In addition to these chemical properties, the soil microbial population was also assessed. The results revealed that soil pH, C-Organic, and CEC were similar across the three maturity stages, while P-Available was higher in sapric and hemic peat compared to fibric peat. The microbial population was found to be highest in sapric peat, followed by hemic peat, and lowest in fibric peat. These findings are expected to provide a solid foundation for managing fertilization and improving oil palm productivity on peatlands with similar characteristics.
Pemberdayaan Kelompok Tani Suka Jaya dalam Produksi Kompos Solid dengan Aplikasi Konsorsium Bakteri Selulolitik di Desa Bungaraya Isna Rahma Dini; Hapsoh Hapsoh; Wawan; Wira Hadi; Ahmad Sobirin
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2758

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bungaraya, Kabupaten Siak, dengan mitra Kelompok Tani Suka Jaya untuk mengatasi kebutuhan pupuk organik yang semakin meningkat. Program difokuskan pada pemanfaatan limbah decanter solid dari pabrik kelapa sawit sebagai bahan baku alternatif pengomposan. Proses pengeringan bahan dilakukan untuk menurunkan kadar air, kemudian dicampur dengan konsorsium bakteri selulolitik sebagai dekomposer. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, uji coba, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan petani dalam menyiapkan bahan baku, mengaplikasikan inokulum, serta memantau kematangan kompos. Teknologi pengomposan ini mampu mempercepat waktu dekomposisi dari 2–3 bulan menjadi 4–6 minggu, meningkatkan kualitas dan kuantitas kompos, serta mendukung terciptanya teknologi pertanian berkelanjutan. Program ini terbukti efektif dalam memberdayakan petani melalui produksi pupuk organik secara mandiri dan ramah lingkungan.
Strategi Pengelolaan dan Pemantauan Kualitas Air Tanah pada Area Pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) di Kabupaten Siak, Provinsi Riau Khairi Setiawan; Bintal Amin; Wawan
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7684

Abstract

Tumpahan minyak bumi dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang berdampak pada ekosistem, kualitas air tanah, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak tumpahan minyak terhadap aspek ekologi, sosial, dan ekonomi masyarakat, menilai kondisi kualitas air tanah setelah pengangkatan tanah terkontaminasi minyak, serta merumuskan strategi pengelolaan dan pemantauan kualitas air tanah di lokasi PKM 15.800 Lukut, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, penyebaran kuesioner, serta pengambilan sampel air tanah pada sumur pantau untuk analisis parameter Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) fraksi C6–C9 dan C10–C36 di laboratorium. Data sekunder diperoleh melalui studi literatur, dokumen pemantauan lingkungan, dan laporan pemulihan lahan. Analisis data dilakukan secara deskriptif serta menggunakan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpahan minyak memberikan dampak terhadap aspek ekologi, sosial, dan ekonomi masyarakat. Secara ekologis terjadi perubahan komposisi vegetasi dan indikasi suksesi ekosistem pada tahap pemulihan. Dari aspek sosial ekonomi, sebagian masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan mengalami penurunan produktivitas dan pendapatan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kualitas air tanah pascapemulihan secara umum berada di bawah baku mutu berdasarkan parameter TPH. Upaya pemulihan yang dilakukan dinilai efektif dalam menurunkan tingkat kontaminasi hidrokarbon pada air tanah. Strategi pengelolaan yang direkomendasikan adalah strategi agresif (Strength–Opportunity) melalui penguatan sistem pemantauan lingkungan, pemanfaatan teknologi monitoring, serta kolaborasi multipihak untuk mendukung pengelolaan kualitas air tanah yang berkelanjutan.