Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peranan Asosiasi Homestay dalam Penyediaan Akomodasi Homestay sebagai Penunjang Destinasi Wisata Bahari Raja Ampat Tampubolon, Novelina; Muhammad Andhika Irawan; Yusril Munawir
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11028

Abstract

Pariwisata bahari merupakan sektor unggulan Indonesia, dengan Raja Ampat sebagai salah satu destinasi utama yang dikenal karena kekayaan hayati laut dan budaya lokal. Meningkatnya arus wisatawan memunculkan kebutuhan akan akomodasi berkelanjutan yang dikelola komunitas. Namun, peranan kelembagaan lokal khususnya asosiasi homestay dalam memastikan kualitas layanan, tata kelola dan keberlanjutan destinasi belum dikaji secara mendalam. Penelitian ini mengkaji bagaimana peranan asosiasi homestay dalam penyediaan akomodasi, peningkatan kualitas layanan, promosi serta tantangan yang dihadapi dalam mendukung pariwisata bahari berkelanjutan di Raja Ampat. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan karena dapat menggali secara mendalam dinamika kelembagaan dan praktik pengelolaan homestay berbasis komunitas. Studi dilakukan di Kampung Arborek dan Pulau Kri selama Januari-Juni 2025. Informan terdiri dari 32 pengelola homestay, 2 orang pengurus asosiasi homestay dan kepala seksi pengembangan destinasi dinas pariwisata. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola peranan asosiasi dan tantangan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asosiasi homestay berperan penting dalam standarisasi layanan, pelatihan kapasitas, promosi digital melalui platform Stay Raja Ampat, serta advokasi kebijakan pariwisata. Keanggotaan asosiasi terbukti meningkatkan okupansi, profesionalisme, dan konsistensi kualitas layanan homestay. Namun, tantangan internal seperti rendahnya partisipasi anggota, keterbatasan manajerial serta kesenjangan digital masih menjadi kendala. Upaya penguatan kelembagaan melalui pelatihan, digitalisasi informasi, dan reformasi tata kelola menjadi strategi utama dalam menjawab tantangan tersebut. Penelitian menyimpulkan bahwa asosiasi homestay merupakan aktor kunci dalam mendukung destinasi bahari yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas lokasi studi dan mengkaji kolaborasi lintas pihak untuk penguatan tata kelola ekowisata.
Integrating Conservation and Ecotourism within Community-Based Mangrove Management: Empirical Evidence from Sawinggrai, Raja Ampat Tampubolon, Novelina; Saranga, Novelin; Kaber, Yuanike; Munawir, Yusril
Forest and Nature Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Green Insight Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63357/fornature.v2i2.43

Abstract

Mangrove ecosystems play a crucial role in maintaining coastal stability while supporting local welfare through environmental services and sustainable economic opportunities. In archipelagic regions such as Raja Ampat, integrating mangrove conservation with community-based ecotourism is a strategic necessity; however, this approach often faces complex institutional and governance challenges. A significant research gap remains in understanding how the nuanced interactions among subsystems within the social–ecological system (SES)—specifically the interplay between resource units, governance systems, and actors—determine long-term sustainability. This study addresses this gap by assessing the biophysical status of mangroves and community dynamics in Sawinggrai Village to develop an integrated, community-based management model. Using a qualitative explanatory case study with a participatory approach, data were collected from 50 stakeholders through in-depth interviews, focus group discussions, and field observations. Data were analyzed using an interactive qualitative framework, strengthened by an SES perspective to capture the feedback loops between social and ecological components. The findings reveal that although mangrove ecosystems remain in relatively good biophysical condition with low to moderate anthropogenic pressure, the system’s stability is precarious. Strong customary institutions and high community awareness coexist with limited formal regulatory structures and unequal access to ecotourism benefits. A key contribution of this study lies in demonstrating that inequitable benefit-sharing functions as a critical mediating variable that weakens collective action and, consequently, ecological sustainability. To address this, the study proposes an integrative management model that aligns ecosystem protection, institutional strengthening, and equitable benefit-sharing within a dynamic SES framework. This model advances both theory and practice by offering a scalable approach for reconciling livelihood needs with conservation objectives.
Peranan Asosiasi Homestay dalam Penyediaan Akomodasi Homestay sebagai Penunjang Destinasi Wisata Bahari Raja Ampat Tampubolon, Novelina; Muhammad Andhika Irawan; Yusril Munawir
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11028

Abstract

Pariwisata bahari merupakan sektor unggulan Indonesia, dengan Raja Ampat sebagai salah satu destinasi utama yang dikenal karena kekayaan hayati laut dan budaya lokal. Meningkatnya arus wisatawan memunculkan kebutuhan akan akomodasi berkelanjutan yang dikelola komunitas. Namun, peranan kelembagaan lokal khususnya asosiasi homestay dalam memastikan kualitas layanan, tata kelola dan keberlanjutan destinasi belum dikaji secara mendalam. Penelitian ini mengkaji bagaimana peranan asosiasi homestay dalam penyediaan akomodasi, peningkatan kualitas layanan, promosi serta tantangan yang dihadapi dalam mendukung pariwisata bahari berkelanjutan di Raja Ampat. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan karena dapat menggali secara mendalam dinamika kelembagaan dan praktik pengelolaan homestay berbasis komunitas. Studi dilakukan di Kampung Arborek dan Pulau Kri selama Januari-Juni 2025. Informan terdiri dari 32 pengelola homestay, 2 orang pengurus asosiasi homestay dan kepala seksi pengembangan destinasi dinas pariwisata. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola peranan asosiasi dan tantangan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asosiasi homestay berperan penting dalam standarisasi layanan, pelatihan kapasitas, promosi digital melalui platform Stay Raja Ampat, serta advokasi kebijakan pariwisata. Keanggotaan asosiasi terbukti meningkatkan okupansi, profesionalisme, dan konsistensi kualitas layanan homestay. Namun, tantangan internal seperti rendahnya partisipasi anggota, keterbatasan manajerial serta kesenjangan digital masih menjadi kendala. Upaya penguatan kelembagaan melalui pelatihan, digitalisasi informasi, dan reformasi tata kelola menjadi strategi utama dalam menjawab tantangan tersebut. Penelitian menyimpulkan bahwa asosiasi homestay merupakan aktor kunci dalam mendukung destinasi bahari yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas lokasi studi dan mengkaji kolaborasi lintas pihak untuk penguatan tata kelola ekowisata.