Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Kain Flannel Menjadi Tempat Pensil Aprilia Ananda; Ratna; Srilestari; Nur Pertiwi; Ratna Wati; Ilham Tahier
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (September)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v2i1.209

Abstract

Kain flannel adalah kain yang dibuat dari serat wol tanpa tenun. Kain flannel biasanya digunakan sebagai salah satu bahan pokok dalam pembuatan kerajinan tangan karena mudah diolah serta murah. Kerajinan ini merupakan kerajinan yang mempunyai nilai jual yang ekonomis dan rama lingkungan karena menggunakan bahan-bahan yang tidak merusak lingkungan hidup. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan keterampilan yang bermanfaat dalam membuat kerajinan dari kain Flanel dan kain Perca agar meningkatkan kemandirian serta kreativitas. . Metode pelaksanaan yang di gunakan adalah input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Hasil program ini adalah input, melakukan survei pasar untuk mengetahui kondisi pasar atas kelayakan dan kekurangan kekurangan yang ada pada produk kami. Selanjutnya adalah pemilihan bahan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi. Proses (produksi), proses pembuatan tempat pensil dari kain flanel mulai dari persiapan bahan dan alat sampai tempat pensil dari kain flanel ini siap dipasarkan. Output, yaitu hasil kerajinan tempat pensil karakter yang siap digunakan dan dipasarkan kepada konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilaksanakan pada saat produksi produk tempat pensil dari kain flanel ini telah selesai dilakukan. Pada tahap ini akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak nyaman menggunakan produk kami. Kesimpulan dari program PKM-K Pemanfaatan kain flane Menjadi tempat pensil karakter yang berkualitas dan bernilai ekonomis dapat memberikan keterampilan kepada mahasiswa agar dapat mengolah kain flanel dapat di jadikan ide untuk berwirausaha.
PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL BONGGOL PISANG PADA KELOMPOK WANITA TANI DESA MIAWA KECAMATAN PIANI KABUPATEN TAPIN Karisma Tia Krisba; Aprilia Ananda; Siti Aisyah; Guruh Elkhan Rabsyah; Guntur Maulana; Ronny Mulyawan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2741

Abstract

Pertanian di Desa Miawa, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, masih sangat bergantung pada pupuk dan pestisida kimia. Praktik ini berisiko menyebabkan penumpukan hama dan penyakit karena kurangnya rotasi tanaman. Di sisi lain, desa ini memiliki sumber daya lokal melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal, seperti limbah bonggol pisang dan kotoran kambing. Untuk mengatasi masalah ini dan mendukung pertanian berkelanjutan, sebuah program pelatihan dan demonstrasi pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bonggol pisang diadakan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Miawa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Materi yang disampaikan meliputi definisi MOL, manfaatnya, dan kandungan yang terdapat pada MOL bonggol pisang. Bonggol pisang kaya akan karbohidrat dan mikroba pengurai seperti Bacillus sp. dan Aspergillus niger, yang berperan penting dalam meningkatkan nutrisi dan kualitas tanah secara alami. Peserta, yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan tentang pengolahan limbah ini, diberikan pelatihan teoretis dan praktik langsung untuk membuat MOL bonggol pisang. Proses pembuatannya melibatkan bahan-bahan sederhana seperti bonggol pisang, gula merah, tepung beras, dan air. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta, dan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah. Penggunaan MOL bonggol pisang berpotensi memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan hasil panen, dan mendukung konsep pertanian berkelanjutan.