Rio Mahesa Putra
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat sebagai Sumber Belajar dalam Melestarikan Naskah Kuno Rio Mahesa Putra; Diemas Arya Komara
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 1 (2022): Inovasi Kurikulum, February 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.43918

Abstract

Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang tidak terbatas hanya sebagai tempat koleksi tersimpan. Perpustakaan sendiri nyatanya lebih dari itu, secara keilmuan perpustakaan merupakan suatu tempat di mana terdapat koleksi yang tentunya berisi informasi cetak atau non cetak, pustakawan sebagai pengelola perpustakaan, dan pemustaka sebagai pengunjung atau pelanggan dari perpustakaan. Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat memiliki koleksi Naskah Kuno yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Penelitian ini berfokus pada peranan perpustakaan dalam melestarikan koleksi nasional dan naskah kuno yang berperan dalam menghimpun, menyimpan, melestarikan, dan mendayagunakan terbitan dari daerah Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa penting dan apa saja peran perpustakaan dalam menjaga, menghimpun, merawat koleksi nasional dan naskah kuno. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, Pengumpulan data dilakukan menggunakan studi literatur menggunakan beberapa jurnal dan artikel yang berkaitan dengan peran perpustakaan dalam menjaga koleksi nasional dan naskah kuno. Hasil penelitian menunjukkan peraturan pemerintah perpustakaan sangat penting dalam menjaga, dan menyimpan sebagaimana fungsi deposit dalam menjaga dan melestarikan koleksi Nasional dan Naskah kuno. Perpustakaan merupakan pusat layanan informasi yang menyediakan berbagai sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, dan pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno, sebagaimana yang diatur dalam perda Provinsi Kalimantan Barat Nomor 4 tahun 2018 tentang perpustakaan pada Bab v.Kata Kunci: Naskah Kuno; Sumber Belajar, Peraturan Perpustakaan AbstractThe library is an institution that is not limited only as a place for collections to be stored. The library itself is in fact more than that, scientifically the library is a place where there are collections which of course contain printed or non-printed information, librarians as library managers, and users as visitors or customers of the library. The West Kalimantan Provincial Library has a collection of Ancient Manuscripts that can be used as a learning resource. This study focuses on the role of libraries in preserving national collections and ancient manuscripts that play a role in collecting, storing, preserving, and utilizing publications from the province of West Kalimantan. The purpose of this research is to find out how important and what are the roles of libraries in maintaining, compiling, maintaining national collections and ancient manuscripts. The method used is a descriptive method. Data collection is narrative review by using several journals and articles related to the role of libraries in maintaining national collections and ancient manuscripts. The results of the study show that the role of the library is very important in maintaining, and storing as a 'deposit' function in maintaining and preserving the National collection and ancient manuscripts. The library is an information service center that provides various sources of knowledge, research, recreation, and preservation of national collections and ancient manuscripts, as regulated in the West Kalimantan Provincial regulation Number 4 of 2018 concerning libraries in Chapter v.
Ciherang Stunting Corner: A step to reduce the prevalence of stunting Rio Mahesa Putra; Fitriani Halimatus Sadiyyah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.62468

Abstract

Stunting is a serious global public health challenge and a major concern in Indonesia. Stunting refers to impaired child growth, primarily caused by nutritional deficiencies during early development. Data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia indicates that the prevalence of stunting in children in 2023 reached 21,6 percent, highlighting malnutrition in children as an urgent issue. Various approaches have been undertaken to address this problem, including the Ciherang Stunting Corner, which is the focus in the Ciherang Village, West Java. The method used in this study is quantitative, with a survey approach and data collection. This program emphasizes a community-based and holistic approach to stunting prevention. By involving the community in planning and implementing nutritional interventions, the program can provide solutions tailored to local needs while addressing sanitation and environmental aspects. Initial results show increased community awareness of nutrition and participation in child growth monitoring. Furthermore, the Community Service Learning (KKN) approach has helped to raise awareness about nutrition issues and gather crucial data to support stunting prevention efforts. Integrating the Ciherang Stunting Corner model with a significant reduction in stunting rates is a strategic step in addressing this issue in Indonesia, offering hope for a brighter future for the nation's next generation.   Abstrak Masalah stunting merupakan tantangan serius dalam bidang kesehatan global dan juga menjadi perhatian utama di Indonesia. Stunting  merujuk pada kondisi pertumbuhan anak yang terhambat akibat kekurangan gizi pada masa perkembangan awal mereka. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada anak di tahun 2023 sebesar dua puluh satu koma enam persen, mengindikasikan bahwa masalah gizi buruk pada anak-anak masih menjadi masalah yang mendesak. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa pendekatan telah diambil, salah satunya adalah Ciherang Stunting Corner, yang menjadi fokus di Desa Ciherang, Jawa Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dan pengumpulan data. Program ini menonjolkan pendekatan berbasis komunitas dan holistik dalam upaya pencegahan stunting. Dengan melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi gizi, program ini mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan juga memperhatikan aspek-aspek sanitasi dan lingkungan. Hasil awal menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang gizi dan partisipasi dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Selain itu, pendekatan KKN telah membantu mensosialisasikan isu gizi dan mengumpulkan data penting untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Pengintegrasian model Ciherang Stunting Corner dengan penurunan angka stunting yang signifikan merupakan langkah strategis dalam mengatasi masalah ini di Indonesia, memberikan harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa ini. Kata Kunci: KKN; Pojok Stunting; Stunting 
UPI KKN Student Action in Desantri: Desa Sadar Nutrisi dan Gizi activities in Ciherang Village, Cianjur Regency Amelia Fitri; Puspa Auliani Tohaga; Rismawan Giri Santoso; Rio Mahesa Putra
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62209

Abstract

This article discusses stunting, a child growth problem caused by a lack of adequate nutrition, which is a severe issue in Indonesia, especially in rural areas. The research method used in this article is mixed methods. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) students are crucial in tackling this problem through the Desantri program in Ciherang Village, Cianjur Regency. This program aims to increase family nutrition awareness and reduce stunting rates. This involves nutrition counseling, monitoring of children's growth, and distribution of nutritional supplements. As a result, this program reduced the village's stunting rate. This article highlights the importance of good nutrition and adequate nutrition in preventing stunting and the critical role of students as agents of social change in overcoming this problem. The collaboration between students, health workers, and the community in this program shows that collaboration can effectively solve the problem of stunting in various regions, helping children grow healthily and setting a positive example for similar initiatives.   Abstrak Artikel ini membahas stunting, masalah pertumbuhan anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi yang memadai, yang merupakan isu serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Metode penelitian yang digunakan pada artikel ini adalah metode campuran. Mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memainkan peran kunci dalam menangani masalah ini melalui program Desantri di Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran gizi keluarga dan mengurangi angka stunting. Ini melibatkan penyuluhan gizi, pemantauan pertumbuhan anak-anak, dan distribusi suplemen gizi. Hasilnya, program ini berhasil mengurangi tingkat stunting di desa tersebut. Artikel ini menyoroti pentingnya nutrisi yang baik dan gizi yang cukup dalam mencegah stunting serta peran penting mahasiswa sebagai agen perubahan sosial dalam mengatasi masalah ini. Kerjasama antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam program ini menunjukkan bahwa kolaborasi dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah stunting di berbagai daerah, membantu anak-anak tumbuh dengan sehat, dan memberikan contoh positif untuk inisiatif serupa di masa depan. Kata Kunci: Desantri; KKN; nutrisi; pengabdian masyarakat; stunting