Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The influence of Fear of Missing Out (FOMO), Social Validation, and Influencer Marketing on Generation Z’s Impulsive Buying Purchasing Behavior in Pop Mart Ivan Ardianto; Kardina Yudha Parwati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8586

Abstract

This study aims to analyze the influence of Fear of Missing Out (FOMO), social validation, and influencer marketing on Generation Z’s impulsive buying behaviour at Pop Mart Indonesia. The research employs a quantitative approach with an explanatory research design and a survey method, involving 143 respondents who are Pop Mart customers aged between 17 and 28 years. Data were collected through an online questionnaire and subsequently analyzed using SPSS version 27 to examine the relationships among the variables. The findings indicate that FOMO, social validation, and influencer marketing collectively have a significant influence on impulsive buying behaviour. Among the three factors, FOMO demonstrates the strongest influence, while social validation contributes the weakest yet still meaningful effect. These results suggest that Gen Z’s urge to stay socially connected, combined with digital peer validation and influencer-driven content, significantly drives unplanned purchases. The outcomes of this study are expected to serve as a basis for ongoing evaluation in formulating effective marketing strategies for Pop Mart and similar industries in Indonesia, enabling a deeper understanding of Generation Z consumer dynamics in the digital era. Furthermore, this research aims to contribute both theoretically and practically by enriching the marketing literature regarding the psychological and social factors that drive impulsive behaviour among young consumers, while offering actionable insights for brands targeting digitally native audiences.
Penguatan Kapasitas Diaspora Indonesia di Australia sebagai Penggerak Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal Raditha Dwi Vata Hapsari; Ananda Sabil Hussein; Rr Ayu Firdausiah; Kardina Yudha Parwati; Adelia Shabrina Prameka; Nguyen (Beo) Thai
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i3.3347

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa Indonesia di Universitas Wollongong, Australia (PPI UOW) dalam mengomunikasikan potensi pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal kepada khalayak internasional melalui pendekatan partisipatif. Studi ini dilakukan dalam tiga fase dengan partisipasi 15 mahasiswa dari PPI UOW: (1) persiapan dan penilaian kebutuhan, (2) pelatihan, Focus Group Interview (FGD), implementasi dan pendampingan, dan (3) evaluasi dan tindak lanjut. Instrumen disusun berdasarkan tujuan dan materi kegiatan serta ditelaah berdasarkan kesesuaian isi dengan tujuan dan indikator kegiatan (content validity. Sebagai hasil dari kegiatan tersebut, skor kesadaran rata-rata peserta tentang pariwisata berkelanjutan dan pariwisata berbasis komunitas (CBT) meningkat sebesar 39,5%, dari 3,01 menjadi 4,20, dan tingkat keberhasilan 88% pengabdian ini berhasil diukur dari rata-rata presentase pengisian dari responden. Hasil utama studi ini, Kerangka Kerja Partisipatif, mendukung diaspora Indonesia dalam bertindak sebagai aktor diplomasi pariwisata, secara sistematis mengomunikasikan nilai-nilai budaya lokal dan pesan pariwisata berkelanjutan kepada khalayak internasional. Participatory Framework yang dihasilkan dari kegiatan ini membawa implikasi praktis yang signifikan bagi penguatan diplomasi pariwisata berbasis diaspora. Secara operasional, kerangka kerja ini menyediakan panduan terstruktur dan siklikal bagi organisasi mahasiswa seperti PPI UOW untuk mengolah kearifan lokal.