Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Vulva Hygiene Dan Tata Laksana Vulvovaginitis Pada Pengemudi Ojek Online Di Wilayah Jabodetabek Rully Ayu Nirmalasari; Lily Marliany Surjadi; Raditya Wratsangka
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 7 : Agustus (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vulvovaginitis is a major gynecological disorder found in women of reproductive age. Various risk factors can increase the incidence of vaginitis, including occupational factors. Of the 50 female online motorcycle taxi drivers in the Jabodetabek area who had microbiological examination of vaginal secretions, 70% had vaginitis. The highest prevalence of infections found was due to bacterial vaginosis, and the majority of participants had tinea inguinalis. For this reason, this acounseling and treatment activity aims to increase knowledge about good vulvavaginal hygiene behavior, detect symptoms of vulvovaginitis and provide therapy and referral if these symptoms are found.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri Di Desa Nagrak Dan Ciangsana, Bogor Atut Cicih Mayasari; Raditya Wratsangka; Denny Dhanardono
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 8 : September (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on demographic data displayed online, the 10-19 age group comprises a significant portion of the total population of Nagrak Village, approximately 20%. In Bogor City, the incidence of stunting among toddlers reaches 24%. This reflects the nutritional status of women in this area. Therefore, anemia is also a key parameter. The number of Community Health Centers (Puskesmas) in Bogor City in 2021 was 1 in 23,756, significantly supporting health education efforts. Counseling is needed to improve the knowledge, attitudes, and behavior of adolescent girls, especially in the villages of Nagrak and Ciangsana, Bogor.
Hubungan Paritas dengan Derajat Prolaps Organ Panggul (POP) Berdasarkan Sistem Klasifikasi POP-Q Muhammad Naufal Rofif; Raditya Wratsangka
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3806

Abstract

Prolaps organ panggul (POP) merupakan kondisi yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup perempuan, dengan manifestasi klinis berupa sensasi tonjolan pada vagina, gangguan fungsi berkemih dan defekasi, hingga disfungsi seksual. Proses persalinan pervaginam diduga menyebabkan trauma pada otot dan jaringan ikat dasar panggul yang berperan menyokong organ panggul, sehingga paritas diduga menjadi salah satu faktor risiko terkuat yang menyebabkan POP. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara paritas dan derajat POP berdasarkan sistem klasifikasi Pelvic Organ Prolapse Quantification (POP-Q). Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan di RSUD Balaraja, RS Ilanur, dan RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Subjek penelitian adalah ibu berusia <45 tahun dengan riwayat persalinan pervaginam >1 kali yang didiagnosis POP. Data sekunder meliputi usia, paritas, dan derajat POP diambil dari rekam medis menggunakan teknik purposive sampling. Hubungan antara paritas dan derajat POP dianalisis dengan uji korelasi non-parametrik Spearman Rank. Sebagian besar responden merupakan multipara (34 orang, 85%), dengan derajat POP terbanyak berada pada derajat 1 (20 orang, 50%) menurut klasifikasi POP-Q. Hasil analisis statistik tidak menunjukkan hubungan signifikan antara paritas dan derajat POP (p = 0,553; p > 0,05). Tidak terdapat hubungan signifikan antara paritas dan derajat POP pada penelitian ini. Temuan tersebut diduga dipengaruhi oleh distribusi paritas responden yang tidak seimbang, sehingga variasi paritas menjadi terbatas dan perbedaan derajat prolaps antar kelompok paritas sulit diamati secara statistik. Meskipun paritas dikenal luas sebagai salah satu faktor risiko utama POP, diperlukan penelitian lanjutan dengan sebaran paritas yang lebih merata agar hubungan antara kedua variabel tersebut dapat dianalisis secara lebih akurat.