Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Bibliometrik Terhadap Pemetaan Riset Akuntansi Zakat (PSAK 109) Menggunakan VOSviewer Ginda Hamonangan Lubis; Nur Hanisah; Silvia Anggraini Zikra
Al-Istimrar: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/istimrar.v2i1.310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penelitian akuntansi zakat pada database dimensionsi. Pendekatan bibliometrik digunakan untuk menjawab tujuan tersebut sehingga dapat menggambarkan perkembangan ilmu pengetahuan melalui pemetaan publikasi penelitian. Penelitian ini selanjutnya mencoba memetakan gambaran umum mengenai tema-tema riset akuntansi zakat dengan memanfaatkan analisis bibliometrik untuk menilai perfoma dari artikel-artikel ilmiah sekaligus memaparkan peluang riset akuntansi zakat. Data riset ini merupakan meta-data yang diekstrak dari database Google Scholar yang dimulai dari tahun 2019 sampai dengan 2023. Semua informasi diekspor ke format Research Information Systems (RIS) untuk keperluan analisis yang memanfaatkan software VOSviewer. Topik terbaru dalam artikel akuntansi zakat adalah shodaqoh, akuntabilitas, penelitian, kualitas, dan pengembangan. Sedangkan 'sodaqoh' dan 'penelitian' merupakan topik yang masih akan muncul di tahun 2022 dan diprediksi akan terus digunakan pada tahun-tahun berikutnya. Melalui pendekatan bibliometrik ini, permasalahan mengenai akuntansi zakat menjadi lebih mudah untuk diketahui, lebih hemat biaya, dan memudahkan peneliti untuk menentukan topik yang banyak digunakan.
Penyuluhan Pencegahan Stunting (PENTING) Rani Suraya; Anggina Cucu Khetri Sianturi; Fahmi Ardiansyah Siregar; Marcella Permata Sari; Ninis Lestari; Nur Hanisah; Rizky Nanda Pratama
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.930

Abstract

Diketahui, menurut SSGI tahun 2021 prevalensi stunting di Kabupaten Batu Bara sebesar 30,9%, jauh diatas prevalensi stunting rata-rata provinsi Sumatera Utara yang mencapai 25,8%. Desa Bangun Sari merupakan salah satu desa yang terletak Di Kecamatan DatukTanah Datar, Kabupaten Batu Bara. Jumlah seluruh populasi masyarakat Desa Bangun Sari sebanyak 4.100 jiwa dengan jumlah kartu keluarga sebanyak 1.148. tampak dari kehidupan masyarakatnya yang kini cenderung mengandalkan teknologi, baik untuk kehidupansehari-hari, maupun untuk memudahkan masyarakat dalam bertani, berkebun, beternak, berdagang, dan lain-lain. Kasus stunting pada Desa Bangun Sari masih minim. Namun pencegahan perlu dilakukan di desa tersebut agar terhindar dari dampak yang buruk bagi anak maupun ibu hamil. Salah satau program kerja kuliah kerja nyata (KKN) 96 UINSU yaitu penuluhan terkait pencegahan stunting (penting). Adapun dilakukannya program penyuluhan pencegahan stunting (penting) yaitu untuk menambah pengetahuan masyarakat desa Bangun Sari terkait Pentingnya mencegah terjadinya stunting pada anak. Kegiatan pengabian dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan berupa pencegahan stunting (penting). Kegiatan ini dilakukan olek tim kuliah kerja nyata (KKN) 96 UINSU dan para kader posyandu. KKN 96 juga mendapatkan kesempatan untuk ikut andil dalam kegiatan posyandu dan pemberian makanan tambahan (PMT). Dengan adanya penyuluhan terkait pencegahan stunting (penting) diharapkan dapat memberikanpengetahuan kepada ibu maupun masyarakat desa Bangun Sari terkait pencegahan stunting (penting). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Bangun Sari tentang stunting dan pentingnya gizi bagi anak. Melalui penyuluhan, masyarakat diharapkan lebih sadar akan bahaya stunting dan tahu cara pencegahannya, seperti memperhatikan asupan nutrisi anak sejak dini. Kegiatan ini juga bertujuan membekali kader desa dengan keterampilan penyuluhan berkelanjutan, sehingga mereka dapat melanjutkan edukasi mengenai stunting secara mandiri setelah program selesai, mendukung upaya pencegahan stunting secara berkesinambungan di masyarakat.