Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

KEGIATAN FILANTROPI DI MASA PANDEMI PERAN SATGAS NU DALAM MENANGGULANGI DAMPAK COVID-19 DI INDONESIA Hasan Bastomi; Abdurrohman Kasdi
Muslim Heritage Vol 7, No 1 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3551

Abstract

AbstractThis article aims to examine philanthropic activities in the pandemic era by looking at the role of the NU Task Force in dealing with the impact of Covid-19 in Indonesia. This research uses field research with descriptive-qualitative-analytical analysis techniques. The results showed that as an Islamic philanthropic movement in the pandemic era, the NU Covid-19 Task Force carried out the following activities: (1) Education and outreach to the public about the urgency of philanthropic attitudes in achieving happiness in the hereafter through socialization through educational videos about preventing Covid-19. (2) Collecting donations by involving volunteers, NU internal institutions and external institutions engaged in philanthropy through professional and proportional investment in dealing with Covid-19. (3) Expanding the use of philanthropic funds by distributing and utilizing them in the form of providing consumptive and productive assistance to communities affected by Covid-19. (4) Supervision of the NU Covid-19 Task Force through supervision from PBNU involving WHO and other institutions. This collaboration with various parties is carried out so that this philanthropic movement becomes a massive joint movement through synergies with related parties in the fight against Covid-19. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan filantropi di era pandemi dengan melihat peran Satgas NU dalam menaggulangi dampak Covid-19 di Indonesia.Penelitian ini mengunakan riset lapangan (field research) dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai sebuah gerakan filantropi Islam di era Pademi, Satgas Covid-19 NU melakukan kegiatan: (1) Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang urgensi sikap filantropi dalam meraih kebahagiaan hidup dunia akhirat melalui sosialisasi lewat video edukasi tentang pencegahan Covid-19. (2) Pengumpulan donasi dengan cara melibatkan relawan, lembaga internal NU dan lembaga eksternal yang bergerak di bidang filantropi melalui penanaman kerja secara professional dan proporsional dalam penaggulangan Covid-19. (3) Memperluas pemanfaatan dana filantropi dengan pendistribusian dan pendayagunaan dalam bentuk pemberian bantuan konsumtif dan produktif kepada masyarakat terdampak Covid-19. (4) Pengawasan Satgas Covid-19 NU melalui pengawasan dari PBNU yang melibatkan WHO dan lembaga lain. Kerjasama dengan berbagai pihak ini dilakukan agar gerakan filantropi ini menjadi gerakan bersama yang bersifat massif melalui sinergi dengan pihak terkait dalam penaggulangan Covid-19.
Perbandingan Sikap Empati Mahasiswa Sebagai Calon Konselor Berdasarkan Analisis Gender Hasan Bastomi
Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Vol 4 No 2 (2020): Ghaidan Jurnal Bimbingan Konseling Islam & Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ghaidan.v4i2.5673

Abstract

This study aims to compare the empathy attitudes of Islamic Education Guidance and Counseling students at the Kudus State Islamic Institute as prospective counselors based on gender analysis. This study used a qualitative method with the type of Field Research research with a sample size of 120 Islamic Education Guidance and Counseling students at the Kudus State Islamic Institute, extracting data using questionnaires, observations, interviews and documentation and then analyzed using a descriptive percentage table. The results of this study indicate that there are differences in empathy between female research participants and male research participants with affective empathy components in the good category, namely 32% versus 42% and cognitive empathy in the good category 79% versus 80%. This can happen due to various things. Initially, the stereotype said that women are more nurturance and have an interpersonal orientation compared to men so that it has an impact on the level of empathy they have.
Implementation of Counseling Services on ibunda.id Platform in Overcoming Mental Health Problems Hasan Bastomi; Diana Fitriani; Maulida Rizqiyyatul Chusna; Safitra Salwa; Muhammad Sholeh
Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi BKPI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/pamomong.v3i1.1-14

Abstract

This research aimed to reveal the implementation of the counseling service on ibunda.id platform in overcoming mental health problems. This field research used a qualitative approach with interviews, observation, and documentation techniques in collecting the data. The results showed that the main background of Ibunda.id was utilizing technology to ease anything, including counseling services. The implementation of the Ibunda.id counseling service in dealing with mental health problems was as follows: (1) Establishing a relationship with the counselees using friendly greetings, (2) Reflecting on the counselees' empathy and appreciating their courage to share their story/problems, and then finding the solutions, (3) Providing self-help psychoeducation to train their ability in solving daily problems and developing their character.
PENDIDIKAN PESANTREN DALAM PANDANGAN KH. MA’SHUM AHMAD LASEM Hasan Bastomi
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 24 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.545 KB) | DOI: 10.24090/insania.v24i2.2826

Abstract

Pondok Pesantren merupakan lembaga dan wahana pendidikan agama sekaligus sebagai komunitas santri yang “ngaji“ ilmu agama Islam. Beberapa pandangan tentang pendidikan pesantren menurut KH. Ma’shum Ahmad antara lain: tujuan pendidikan pesantren sebagai pencetak ulama’ untuk menyebarkan ilmu, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Kurikulum di pesantren lebih mengutamakan pelajaran berbasis agama yang dilakukan melalui pembelajaran kitab kuning. Sedangkan seorang pendidik (guru) dipesantren harus memiliki komitmen dan senantiasa selalu meningkatkan keilmuan (belajar) serta menguasai materi pelajaran. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tidak hanya sebagai tempat mendidik dan belajar, namun juga berfungsi sebagai lembaga untuk menanamkan jiwa sosial. Sebagai seorang pendidik di pesantren dituntut memiliki kemampuan dalam mengenali potensi dan karakteristik santri melalui perhatian kepada para santri. Kata Kunci: Pesantren, Pandangan, KH. Ma’shum Ahmad
Pendidikan Keluarga melalui Keterampilan Mendengar: Studi Kasus di Wedung, Demak Hasan Bastomi
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.705 KB) | DOI: 10.22515/bg.v1i2.403

Abstract

A family is the smallest comunity in society. It is the first environment (milleu) for the children in having interaction. This correlation pattern is embodied by the attitude and behavior of parents towards their children, one of them is through listening culture. This research employed a field research method with descriptive qualitative analisys technique. The research data collected subsequently analyzed by using deductive and inductive approaches related with listening skill of parents in Desa Mutih Wetan Wedung Demak. The result of the research shows that listening skill is important in the family especially the awareness for parents in entrusting their children to express any idea or opinion.Keluarga merupakan komunitas terkecil dalam masyarakat. Ia merupakan lingkungan pertama bagi anak dalam berinteraksi. Pola hubungan ini diwujudkan dengan sikap dan perilaku orang tua terhadap anak, salah satunya dengan budaya mendengar. Penelitian ini mengunakan metode riset lapangan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan deduktif dan pendekatan induktif yang berkenaan dengan ketrampilan mendengar orang tua di Desa Mutih Wetan Wedung Demak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketrampilan mendengar penting dalam keluarga terutama kesadaran bagi orang tua dalam memberikan kepercayaan kepada anak untuk mengeluarkan segala ide ataupun gagasan yang dimilikinya. 
Spiritual Guidance With Dhikr Therapy for People with Mental Disorders (Analysis of the Implementation of Spiritual Guidance With Dhikr Therapy at the Jalma Sehat Kudus Foundation) Hasan Bastomi
Jurnal Penelitian Vol 16, No 1 (2022): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v16i1.13807

Abstract

This study aims to reveal the implementation of spiritual guidance with dhikr therapy for people with mental disorders at the Jalma Sehat Kudus Foundation. The research on the implementation of spiritual guidance with dhikr therapy in people with mental disorders was carried out using a qualitative approach with the type of field research with data collection techniques using Interview, Observation and Documentation. The results showed that first, the method of Islamic spiritual guidance with dhikr therapy in dealing with people with mental disorders at the Jalma Sehat Kudus Foundation is the group therapy method and the direct therapy method. Second, there are two stages in the implementation of Islamic spiritual guidance with dhikr therapy in dealing with mental disorders patients at the Jalma Sehat Kudus Foundation, namely: (1) The preparation stage, is the stage where the supervisor assisted by nurses identifies problems, designs action plans, and solves problems. patient problems. (2) The implementation stage, namely by reading dhikr sentences such as tasbih, istigfhar, and sholawat sentences. Third, the material in Islamic spiritual guidance with dhikr therapy is an explanation of the nature of God, human duties, commendable and despicable morals, and gratitude. The implication of this research is to provide knowledge about the implementation of dhikr therapy, because dhikr based on various studies can help overcome mental disorders.
FILOSOFI GUSJIGANG DALAM DAKWAH PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM KUDUS Bastomi, Hasan
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 1 (2019): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v3i1.5625

Abstract

AbstractGusjigang is an acronym of good (morality), Koran (demanding knowledge) and trade (business), which shows economic stability and at the same time has spiritual maturity. The gusjigang philosophy should be internalized in the implementation of community development da'wah, namely the implementation of da'wah in the Holy community in terms of inviting to do good (yad'uuna ila al-khair), telling people to do good and right or wise (makruf) (wayamuruuna bi al-ma ' ruf) and preventing evil deeds (wayanhauna anilmunkar) should be principled on good practices (morality issues, ahklak), then based on knowledge delivered by preachers who are good at recitation which means studying, diligently worshiping, and then cleverly trading, which invites kindness and prevents munkar can also be through the path of entrepreneurs (entrepreneurs).Keywords:       Philosophy, Gusjigang, Islamic Community Development
Peran Masyarakat Sipil Keagamaan Di Tengah Pandemi: Analisis Peran Nahdlotul Ulama (NU) Dalam Menghadapi Pandemi Covid 19 Di Indonesia Hidayah, Sri Noor Mustaqimatul; Bastomi, Hasan
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 4, No 2 (2020): Community Development : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v4i2.8925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran masyarakat sipil di tengah pandemi: analisis peran Nahdlotul Ulama (NU) dalam menghadapi pandemi covid 19 di Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu, dengan mencatat semua temuan dan memadukan segala temuan baik teori atau temuan baru baik dari buku, website, artikel dan surat kabar tentang peran masyarakat sipil di tengah pandemi, menganalisis segala temuan dari berbagai bacaan dan memberikan gagasan kritis tentang peran Nahdlotul Ulama (NU) dalam menghadapi pandemi covid 19 di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelompok masyarakat sipil keagamaan yang sudah mapan seperti Nahdlatul Ulama (NU) bergerak secara nyata di tengah masyarakat. Nahdlotul Ulama (NU) membentuk Satgas NU Peduli Covid 19, melalui Satgas tersebut melakukan berbagai kegiatan meliputi; kampanye pencegahan Covid 19 kepada masyarakat, optimalisasi peran Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU), dalam bidag ekonomi PBNU melalui NU Peduli membantu menghidupkan usaha kecil, menengah, koperasi (UKMK) dan menyalurkan bantuan Sosial (BANSOS), dan NU juga membantu memberikan tuntunan mental dan spiritual bagi masyarakat dalam menghadapi Pandemi. Peran tersebut, tidak hanya dilakukan di dalam Negeri (Indonesia) tetapi juga dilakukan warga Nu yang berada di Luar negeri melalui PCINU. Kata Kunci: Masyarakat Sipil, Keagamaan, NU, Covid 19
Optimizing Consultation Services Through Spiritual Guidance: Religious Counselors in Overcoming Religious Problems in Kudus Communities Bastomi, Hasan; Mundakir, Akhmad
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 8, No 1 (2024): Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v8i1.27771

Abstract

Optimizing Consultation Services Through Spiritual Guidance: Religious Counselors in Overcoming Religious Problems in Kudus Communities. This research aims to reveal religious counselors in overcoming religious problems in the Kudus community through consultation services. This research on religious instructors in overcoming religious problems in the Kudus community through consultation services was carried out using a qualitative approach with the type of field research with data collection techniques using Interview, Observation and Documentation techniques. The research subjects or informants in this research were religious instructors and the Kudus community. The results of the research show that the Optimization of Kudus Regency Religious Extension Consultation Services in the Development of the Islamic Community is carried out in the form of spiritual counseling to the assisted communities to help them overcome spiritual crises, moral conflicts, or questions about religious beliefs in the Kudus community. For further research, it is recommended to explore more deeply the various factors that influence the effectiveness of spiritual guidance, such as the counselor's educational background, the approach used, and institutional support.Keywords: Optimization, Consultation Services, Religious Counselors, Religious Problems, Kudus Society
Penguatan Moderasi Beragama Bagi Calon Konselor dalam Layanan Konseling Multikultural Hasan Bastomi
Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Mafapress Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/kifah.v1i2.561

Abstract

Penguatan moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural sangat bermanfaat bagi bagi calon konselor (mahasiswa BKPI), karena Bagi Calon Konselor dalam kehidupan memberikan layanan konseling tidak dapat terlepas dari setting multikultural. Melalui sebuah kegiatan penguatan moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural dapat membantu meningkatkan pemahaman calon konselor terkait moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural baik secara konsep maupun implementasi dalam kegiatan konseling. Tim pengabdian memberikan Penguatan moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural dengan tujuan memberikan pengetahuan bagi calon konselor (mahasiswa BKPI). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang dilaksanakan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting dan Youtube dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Pada kegiatan Peningkatan pemahaman ini dibantu dengan narasumber yang menjelaskan terkait dengan konsep dan implemetasi moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural. Setelah peserta mendapatkan materi tentang moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural, peserta diminta untuk berfikir kritis melalui sesi diskusi terkait dengan moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural. Hasil yang dicapai dalam kegiatan Penguatan moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural bagi bagi calon konselor adalah peserta memahami konsep dan implementasi moderasi beragama dalam layanan konseling multikultural. Secara keseluruhan mitra pengabdian merasa puas dengan kegiatan ini, baik dalam sisi pelaksanaan, materi yang disampaikan, partisipasi abdimas dalam kegiatan, dan manfaat kegiatan serta diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.