Kosim Kosim
Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Kelekatan Remaja dengan Kedua Orang Tua pada Mahasiswa Baru Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Tahun Ajaran 2025/2026 Inka Fadilla Nur Aushaf; Iceu Amira; Kosim Kosim
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24175

Abstract

ABSTRACT Adolescence is transitional phase that is vulnerable to mental health problems, making emotional support from parents important in helping adolescents cope with developmental demands. Secure attachment with parents serves as a protective factor, particularly for new nursing students as late adolescents who face academic demands and social adaptation during the early period of university life. This study aimed to describe adolescent attachment to fathers and mothers among new students of the Faculty of Nursing at Universitas Padjadjaran in the 2025/2026 academic year. This study used a quantitative descriptive design with purposive sampling involving 160 respondents. Attachment was measured using the Indonesian version of the Inventory of Parent and Peer Attachment IPPA, which includes the dimensions of trust, communication, and alienation. Data analysis was conducted using univariate analysis.  Results showed that secure attachment, characterized by high trust, open communication, and low alienation, was slightly more dominant than insecure attachment, which reflects low trust, poor communication, and high alienation. Attachment to fathers showed that 85 respondents (53.1%) were in the secure category and 75 respondents (46.9%) were insecure, while attachment to mothers showed 84 respondents (52.5%) were secure and 76 respondents (47.5%) were insecure. Most students showed secure attachment with both parents, though about half showed insecure attachment. Family-based nursing support is recommended to enhance psychosocial adaptation in early college life. Keywords: Adolescent Attachment, Parents, First-Year Nursing Students, Inventory Of Parent And Peer Attachment (IPPA).  ABSTRAK Masa remaja merupakan fase transisi yang rentan terhadap gangguan kesehatan jiwa, sehingga dukungan emosional orang tua menjadi penting dalam membantu remaja menghadapi tuntutan perkembangan. Kelekatan yang aman dengan orang tua berperan sebagai faktor protektif pada mahasiswa baru Fakultas Keperawatan sebagai remaja akhir yang menghadapi tuntutan adaptasi pada awal perkuliahan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kelekatan remaja dengan ayah dan ibu pada mahasiswa baru Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 160 responden. Kelekatan diukur menggunakan Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) versi Bahasa Indonesia, mencakup dimensi kepercayaan, komunikasi, dan keterasingan, serta dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelekatan aman, yang ditandai oleh kepercayaan tinggi, komunikasi terbuka, dan rendahnya keterasingan, sedikit lebih dominan dibandingkan kelekatan tidak aman yang mencerminkan kepercayaan dan komunikasi rendah serta tingginya keterasingan. Kelekatan dengan ayah menunjukkan 85 responden (53,1%) berada pada kategori aman dan 75 responden (46,9%) tidak aman, sedangkan kelekatan dengan ibu menunjukkan 84 responden (52,5%) aman dan 76 responden (47,5%) tidak aman. Sebagian besar mahasiswa baru memiliki kelekatan aman dengan ayah dan ibu, meskipun sekitar setengah responden memiliki kelekatan tidak aman. Dukungan keperawatan berbasis keluarga diperlukan untuk menunjang adaptasi psikososial pada awal perkuliahan. Kata Kunci: Inventory of Parent And Peer Attachment (IPPA), Kelekatan Remaja, Mahasiswa Baru Keperawatan, Orang Tua.
Hubungan Antara Karakteristik Sosiodemografi dengan Kondisi Kesehatan Rumah di Desa Sukamulya Nida Nabilatuz Zahra; Laili Rahayuwati; Kosim Kosim; Iqbal Pramukti; Mamat Lukman
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23116

Abstract

ABSTRACT Housing health conditions contribute to the improvement of health status. Unhealthy housing conditions can increase the risk of various health problems. Sociodemographic characteristics are among the factors influencing this. Identifying the relationship between sociodemographic characteristics and housing health condition is the primary purpose of this research. The study employs a quantitative strategy using a cross-sectional correlational design for analysis. The study population and sample consisted of households residing in rural areas, totaling 207 households. The Chi-Square statistical test and Spearman’s rank correlation were used for data analysis. The study found a significant relationship between sociodemographic characteristics and housing health conditions, specifically age (p= 0,001), education level (p= 0,000), occupation (p= 0,000), and income (p= 0,044). No significant association was observed with gender (p= 0,115). This could result from the majority of respondents being in the early adulthood age group, who typically have limited experience in maintaining housing health conditions. While the majority employed as agricultural or factory laborers may contribute to household economic limitations in maintaining housing health conditions. In addition, relatively low levels of education tend to hinder understanding and access to information related to housing health conditions. Most respondents also have low income, which may limit the availability of resources to achieve adequate housing health conditions. Meanwhile, the predominance of female respondents indicates greater concern for maintaining housing health conditions. The overall housing health conditions are generally good. Sociodemographic characteristics that show a significant relationship are age, education level, occupation, and income. However, continuous improvement efforts are still needed to support the improvement of public health. Keywords: Housing health, Rural areas, Sociodemographic.  ABSTRAK Kondisi kesehatan rumah berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan. Kondisi kesehatan rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan. Faktor yang mempengaruhinya adalah karakteristik sosiodemografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan kondisi kesehatan rumah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik kuantitatif korelasional cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian ini adalah rumah tangga yang tinggal di rumah tersebut di wilayah pedesaan, berjumlah 207 rumah tangga. Data dianalisis melalui Uji Chi Square dan Rank-Spearman. Dari hasil penelitian, terdapat hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan kondisi kesehatan rumah, yaitu usia (p= 0,001), tingkat pendidikan (p= 0,000), pekerjaan (p= 0,000), dan pendapatan (p= 0,044). Akan tetapi, tidak ada hubungan dengan jenis kelamin (p= 0,115). Hal ini dimungkinkan karena mayoritas berada pada kelompok usia dewasa awal, yang umumnya memiliki pengalaman terbatas dalam menjaga kondisi kesehatan rumah, tingkat pendidikan yang rendah cenderung kurang mendukung pemahaman dan akses informasi terkait kondisi kesehatan rumah. Sebagian besar responden bekerja sebagai buruh tani/buruh pabrik yang dapat berkontribusi pada keterbatasan ekonomi rumah tangga dalam memenuhi kondisi kesehatan rumah. Mayoritas responden juga memiliki pendapatan rendah sehingga dapat membatasi sumber daya dalam mewujudkan kondisi kesehatan rumah. Sementara itu, jenis kelamin yang didominasi oleh perempuan menunjukkan lebih peduli dalam menjaga kondisi kesehatan rumah. Kondisi kesehatan rumah secara umum tergolong baik. Karakteristik sosiodemografi yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kondisi kesehatan rumah adalah usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Meskipun demikian, upaya perbaikan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Kesehatan Rumah, Pedesaan, Sosiodemografi.