Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Eksistensi Tarian Kabasaran Dalam Perayaan Kuncikan di Kelurahan Buyungon Tamon, Max Laurens; Tombuku, Tiara Debora; Ramaino, Almen S
Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Vol 6 No 2 (2025): Lani: Jurnal Kajian Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/Lanivol6iss2page114-121

Abstract

The involvement of kabasaran dance in kuncikan celebrations in Buyungon Village is an important part that cannot be separated. Kabasaran dance in the celebration of kuncikan as an identity of the Minahasa community that must be preserved, especially in the midst of a very strong modernisation that causes a lack of interest in the younger generation. The purpose of this research is to describe the influence of modernisation on the values of kabasaran dance in kuncikan celebrations and describe the role of the younger generation in preserving kabasaran dance during kuncikan celebrations in Buyungon Village. The research method used in this research is the historical method. The data collection techniques used were interviews, documentation and questionnaires in the form of questions asked to the local government in Buyungon Village, religious leaders and the younger generation. The analysis technique was carried out through the results of interviews, field notes and documentation which were adjusted to the problems studied and then described through words and sentences. The results of this study show that although modernisation brings challenges to the preservation of kabasaran dance. However, the values contained in this dance are still relevant and important to the Buyungon community. Furthermore, the involvement of the younger generation in the preservation of this dance, shows a hope to maintain cultural heritage, with an approach that involves collaboration between various parties, as well as the utilisation of technology and innovation in the preservation process.
Mendalami Situs Sejarah Lesung Batu: Praktik Pengalaman Lapangan Kolaboratif di Kali Oki Winoto, Darmawan Edi; Dasfordate, Aksilas; Tamon, Max Laurens; Pelealu, Aldegonda E.; Khoeriyah, Ngismatul
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i2.753

Abstract

Pelaksanaan praktik pengalaman lapangan memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan sesuai dengan bidang ilmu yang didalami. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman nyata untuk menyeimbangkan kebutuhan teori di kelas dan praktik dilapangan. Kolaborasi dengan praktisi juga perlu dilaksanakan. Artikel ini membahas praktik pengalaman lapangan mahasiswa di Desa Kali Oki. Memakai pendekatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menjabarkan kegiatan tentang sosialiasi Desa Kali Oki meliputi aspek geografis dan sejarahnya yang dilaksanakan di aula Desa setempat. Bagian pertama, sambutan dari dosen pendamping dan pegawai desa, kemudian perkenalan singkat di mulai dari dosen pendamping dan mahasiswa sebagai tamu, serta dilanjutkan perangkat desa sehagai tuan rumah. Dijelaskan kajian tentang perlawanan terhadap bangsa Belanda oleh masyarakat lokal. Pelaksanaan praktik kerja lapangan di Lesung Batu di Desa Kali Oki meliputi sejarah Kali Oki, penedalaman situs Lesung Batu, serta legenda Lesung Batu. Mahasiswa mendapat arahan tentang Lesung Batu yang ada di depannya. Arahan ini disampaikan langsung oleh dosen sejarah lokal dan pegawai desa yang mengetahui secara rinci sejarah tempat tersebut.
Analisis Peran dan Makna Tarian Pa’Gellu dalam Upacara Rambu Tuka’ di Toraja Mersi Tandi Padang; Aksilas Dasfordate; Max Laurens Tamon
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan makna tarian Pa'gellu dalam konteks upacara Rambu Tuka' yang merupakan tradisi penting dalam masyarakat Toraja. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian sejarah, menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam dengan para pelaku budaya serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian Pa'gellu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan nilai-nilai budaya, identitas, dan spiritualitas masyarakat Toraja. Tarian ini melibatkan gerakan yang simbolis dan diiringi oleh musik tradisional, yang menciptakan suasana sakral selama upacara Rambu Tuka'. Selain itu, tarian ini juga mencerminkan hubungan sosial antar anggota masyarakat, memperkuat ikatan komunitas, dan menghormati leluhur. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tarian Pa'gellu memiliki makna yang mendalam dalam konteks Rambu Tuka', berfungsi sebagai medium untuk melestarikan budaya dan tradisi Toraja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih lanjut mengenai seni pertunjukan tradisional di Indonesia, serta mendorong upaya pelestarian budaya lokal.
Sinamot : Adat Perkawinan Suku Batak Toba di Perantauan (Manado) Devi Sagala; Max L Tamon, M. Hum; Darmawan Edi Winoto
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2203

Abstract

Tradisi sinamot merupakan salah satu unsur penting dalam perkawinan adat Batak Toba yang diwariskan secara turun-temurun sebagai simbol penghormatan kepada pihak keluarga perempuan, pengikat kekerabatan, serta wujud tanggung jawab calon mempelai laki-laki terhadap kehidupan rumah tangga. Penelitian ini membahas keberlangsungan serta adaptasi tradisi sinamot pada masyarakat Batak Toba yang melangsungkan perkawinan di tanah perantauan, khususnya di Kota Manado, Sulawesi Utara. Dalam konteks perantauan, pelaksanaan sinamot tidak sepenuhnya identik dengan praktik di bona pasogit (tanah asal) karena dipengaruhi oleh perbedaan lingkungan sosial, interaksi budaya lokal, serta perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian kualitatif yang Dimana peneliti melakukan wanwacara dengan beberapa tokoh Masyarakat dan mengolah data hasil wawancara tersebut, meskipun nilai dasar sinamot sebagai simbol penghargaan dan pengikat kekerabatan tetap dipertahankan, bentuk maupun maknanya mengalami penyesuaian. Besaran sinamot cenderung disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat, sementara praktik tambahan seperti tradisi todoan di Tondano Selatan menunjukkan adanya transformasi budaya yang khas di daerah rantau. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya pergeseran makna sinamot meliputi modernisasi, perbedaan pandangan agama, tingkat pendidikan, status sosial, serta kebutuhan ekonomi keluarga. Dengan demikian, tradisi sinamot pada masyarakat Batak Toba di Manado memperlihatkan sifat budaya yang dinamis: tetap lestari dalam esensi adatnya, namun bertransformasi agar relevan dengan kehidupan masyarakat multikultural dan modern.