Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LITERASI PERGAULAN REMAJA DALAM MEMBINA KEROHANIAN SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SMP TEOLOGI KRISTEN YOBEL BATAM Haposan Simanjuntak; Imayanti Nainggolan; Viktor Deni Siregar; Elvi Putri Jelita; Asmanto; Mega Mustika Zega; Justine Handayani Waruwu; Febe Simatupang; Rifa Idola Siregar; Rini Wahyuni Panggabean; Winda Silaban; Desiana Br Sianipar; Indah Magdalena Sijabat
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i4.2249

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa, yang telah meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Tetapi pada masa perkembangan era digital yang semakin pesat saat ini telah banyak mempengaruhi kerohanian manusia terkhususnya remaja masa kini. Salah satu penyebabnya karena adanya pergaulan remaja yang membawa dampak kenakalan remaja. Adapun penyebab masalah kenakalan remaja diantaranya adalah orang tua yang terlampau sibuk dengan pekerjaannya serta dikarenakan tidak tepatnya saat memilih teman/lingkungan pergaulan hingga mengakibatkan terjerumusnya para remaja di dalam pergaulan yang salah ataupun akibat dari individunya sendiri. Oleh sebab itu kehidupan rohani pemuda tersebut harus diubahkan dengan suatu tindakan nyata yaitu dengan ibadah dan dari semua pihak, tidak hanya para pemuda saja. Serta upaya Bersama, baik itu dari orang tua, Guru, gereja dan seluruh pemimpin bangsa. Metode yang dilakukan adalah pembinaan. Implikasi pembinaan dilihat melalui observasi pelaksanaan PKM dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah Peserta didik dapat mengerti serta memahami betapa pentingnya menjauhi lingkungan-lingkungan yang merusak diri serta menghambat pertumbuhan iman dari seorang remaja
Menuju gereja sebagai komunitas pembelajar: Rekonstruksi teologi pendidikan agama Kristen berbasis spiritualitas partisipatif Haposan Simanjuntak
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i3.1129

Abstract

This study arises from a theological concern that Christian Religious Education (CRE) has been reduced to doctrinal transmission, thereby neglecting the dialectical dimension of faith formation. The prevailing instructive-hierarchical paradigm has produced congregations that are cognitively informed yet fail to mature into hermeneutical communities capable of collectively interpreting faith. This research aims to reconstruct the theological foundations of CRE through the framework of participatory spirituality. Employing a qualitative approach grounded in systematic literature review and a reflective-analytical approach to pastoral theology, faith pedagogy, and ecclesiological praxis, this study argues that participatory spirituality enables CRE to be reconceived as a dialogical, interactive, and transformative process of faith formation. The church is repositioned as a learning community wherein liturgy, ministry, and fellowship constitute the locus of formative encounter. In conclusion, this reconstruction offers an ecclesiological reorientation affirming the church's nature as the Body of Christ, growing through a relational learning ecology that culti-vates reflective, participatory, and contextual faith.   Abstrak Penelitian ini berangkat dari kegelisahan teologis atas reduksi Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai transmisi doktrinal yang mengabaikan dimensi dialektis pembentukan iman. Paradigma instruktif-hierarkis telah melahirkan jemaat yang terinformasi secara kognitif, namun tidak bertumbuh sebagai komunitas hermeneutis yang menafsirkan iman secara kolektif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi landasan teologis PAK melalui kerangka spiritualitas partisipatif. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur sistematis dan pendekatan reflektif-analitis terhadap literatur teologi pastoral, pedagogi iman, serta praksis eklesiologis, penelitian ini merumuskan bahwa spiritualitas partisipatif memungkinkan PAK dipahami sebagai proses formasi iman yang dialogis, interaktif, dan transformatif. Gereja diposisikan sebagai learning community di mana liturgi, pelayanan, dan persekutuan menjadi locus pembentukan iman. Kesimpulannya, rekonstruksi ini menawarkan reorientasi eklesiologis yang menegaskan hakikat gereja sebagai Tubuh Kristus yang bertumbuh melalui ekologi pembelajaran relasional, membentuk iman yang reflektif, partisipatif, dan kontekstual.
Edukasi Pendekatan Inkuiri dan Konseling Behavior dalam Mengatasi Bulying Pada Siswa di SMP Misi Bagi Bangsa Fredik Melkias Boiliu; Haposan Simanjuntak; Sepril Oksar Saroro; Putri Melisa Simorangkir; Nening Satriani Radja; Elybeth Nazara; Faldin Adrianus Bunga; Janet Sartika Sihombing; Bremi Janualdi Sakerebau; Nugroho Agustinus Manalu; Herli Marlina Hutagaol; Dewi Christina; Riwati Agnes Pakpahan; Saprina Siagian; Analisa Pasaribu
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v1i2.109-122

Abstract

Masa remaja merupakan masa perahlian antara anak-anak dan dewasa. Pada masa remaja, merupakan masa pencarian jati diri dan pada masa ini jugalah sering terjadi penyimpangan-penyimpangan yang mengakibatkan kenakalan-kenakalan pada remaja termasuk Bullying dalam dunia pendidikan khususnya. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, siswa masih mengelompokkan diri, kurangnya empati terhadap orang lain, agresif dan emosi terhadap orang yang dianggap lebih lemah dari mereka. Oleh sebab itu, pembinaan untuk mengatasi Bullying pada masa remaja itu sangat perlu diadakan supaya peserta didik tidak lagi sebagai pelaku bulying. Maka dari itu, team Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengadakan kegiatan ini di SMPS Misi Bagi Bangsa untuk memberikan pembinaan kepada setiap peserta didik untuk mengatasi Bullying tersebut. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, peserta didik diharapkan dapat terhindar dari hal tersebut dan tetap memiliki semangat dalam proses pembelajaran. Untuk itu, dalam pelaksanaan kegiatan ini, team PKM melakukannya dalam tiga tahapan, Yakni: Pertama, team PKM melakukan observasi langsung kepada mitra kegiatan yakni SMPS Misi Bagi Bangsa. Kedua, Melakukan kegiatan ibadah, pemaparan materi, serta konseling kelompok. Dan tahapan Ketiga, evaluasi melalui pemberian angket manual berbentuk kertas. Oleh sebab itu, adapun hasil yang diperoleh melalui kegiatan PKM ini yakni peserta didik mampu mengenal apa itu Bullying, Jenis-jenis Bullying, sumber-sumber Bullying, dampak Bullying, terlebih cara menghadapi Bullying tersebut sehingga setiap peserta didik dapat menemukan jati dirinya serta memiliki semangat dalam pembelajaran.