Dicky Rachmat Pauji
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Inner Conflict of Dewa's Character in the Novel Invalidite by Faradita: A Study of Humanistic Psychology Raja Gukguk, M Evelina; Dicky Rachmat Pauji; Kurnia Rachmawati
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v5i3.5271

Abstract

The objective of this research is to elucidate three key aspects related to Dewa's character in the novel "Invalidite": (1) the internal conflicts experienced by Dewa, (2) the various manifestations of these inner conflicts, and (3) an exploration of Dewa's unmet needs within the context of the novel "Invalidite." This research methodology uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques involve meticulous reading and note-taking, tailored to the primary data source, namely Faradita's novel "Invalidite." The researcher engaged in a thorough examination of the novel's text, systematically documenting all information about Dewa's inner conflicts. Additionally, relevant data such as words, sentences, or paragraphs depicting Dewa's inner conflicts, behaviors, and unfulfilled needs were identified and recorded. This research reveals distinct forms of inner conflict within Dewa's character, encompassing anxiety, trauma, fear, anger, and indecision. Furthermore, this research sheds light on Dewa's unmet needs as the primary drivers of his internal conflicts, specifically: (1) unfulfilled physiological need, (2) unmet need for security, (3) unmet need for love and affection, and (4) unmet need for recognition. In summary, this research provides a comprehensive understanding of the inner conflicts and unmet needs of Dewa's character in the novel "Invalidite," drawing on Abraham Maslow's framework. The identified forms of inner conflict and unfulfilled needs contribute to a nuanced exploration of Dewa's psychological landscape in the narrative.
Inner Conflict of Dewa's Character in the Novel Invalidite by Faradita: A Study of Humanistic Psychology Raja Gukguk, M Evelina; Dicky Rachmat Pauji; Kurnia Rachmawati
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v5i3.5271

Abstract

The objective of this research is to elucidate three key aspects related to Dewa's character in the novel "Invalidite": (1) the internal conflicts experienced by Dewa, (2) the various manifestations of these inner conflicts, and (3) an exploration of Dewa's unmet needs within the context of the novel "Invalidite." This research methodology uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques involve meticulous reading and note-taking, tailored to the primary data source, namely Faradita's novel "Invalidite." The researcher engaged in a thorough examination of the novel's text, systematically documenting all information about Dewa's inner conflicts. Additionally, relevant data such as words, sentences, or paragraphs depicting Dewa's inner conflicts, behaviors, and unfulfilled needs were identified and recorded. This research reveals distinct forms of inner conflict within Dewa's character, encompassing anxiety, trauma, fear, anger, and indecision. Furthermore, this research sheds light on Dewa's unmet needs as the primary drivers of his internal conflicts, specifically: (1) unfulfilled physiological need, (2) unmet need for security, (3) unmet need for love and affection, and (4) unmet need for recognition. In summary, this research provides a comprehensive understanding of the inner conflicts and unmet needs of Dewa's character in the novel "Invalidite," drawing on Abraham Maslow's framework. The identified forms of inner conflict and unfulfilled needs contribute to a nuanced exploration of Dewa's psychological landscape in the narrative.
Dinamika “Friendzone” pada tokoh utama dalam novel Friendzone karya Vanesa Marcella Stevi Pusvita Sari; Dicky Rachmat Pauji; Arju Susanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi emosional dan psikologis yang timbul akibat ketidakseimbangan hubungan persahabatan Abel dan David yang terjebak friendzone. Penelitian ini menganalisis dinamika hubungan Friendzone terhadap tokoh utama dalam novel Friendzone karya Vanesa Marcella dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Analisis ini menggunakan teori Triangular Theory Of Love oleh Robert Sternberg dan teori psikologi humanistik oleh Carl Rogers, serta menggunakan metode deskripsi kualitatif dan teknik baca catat. Hasil analisis menunjukan tokoh utama, Abel mengalami konflik emosional yang ditimbulkan oleh ketidaksesuaian eskspetasinya yang ingin memiliki hubungan romantis dengan David dan realita bahwa David hanya menganggapnya sebagai teman. Ketidaksesuaian ini diperkeruh dengan kebutuhan Abel akan penerimaan positif dari David, yang membuat Abel terus berada dalam hubungan itu meskipun penuh rasa sakit. Pada akhirnya, Abel berada dititik penerimaan diri dan mulai fokus pada dirinya sendiri dan mencari kebahagiannya sendiri, dia tidak lagi pada hubungan yang tidak seimbang.
Kepercayaan Jawa dalam Bingkai Realisme Magis pada Novel Gong Nyai Gandrung karya Sekar Ayu Asmara Puteri Najlah Meylani; Dicky Rachmat Pauji; Nisrina Rona Nabilah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4941

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik realisme magis dan kepercayaan Jawa dalam novel Gong Nyai Gandrung karya Sekar Ayu Asmara. Beragam ekspresi budaya di Indonesia menyebabkan tumbuhnya kepercayaan magis di masyarakat ditambah adanya ritual dan upacara yang melibatkan unsur magis yang memperkuat keyakinan seseorang. Oleh karena itu, fokus penelitian ini menemukan kepercayaan Jawa yang terbingkai di dalam realisme magis. Pemilihan topik ini diteliti sebab di dalam novel ditemukan karakteristik realisme magis maka dari itu teori yang digunakan adalah Wendy B. Faris. Peneliti menerapkan metode kualitatif sehingga dapat mendeskripsikan dan menginterpretasikan data-data tertulis yang tertuang di dalam sumber data yaitu berupa prosa. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan keberadaan karakteristik realisme magis, yaitu unsur yang tak tereduksi, dunia yang fenomenal, kenyataan yang bercampur magis, keraguan-raguan yang menggangu, dan kekacauan terhadap waktu, ruang, dan identitas. Narasi realisme magis yang terdapat di dalam novel ini mengandung kepercayaan Jawa yang didominasi oleh benda magis, kepercayaan terhadap leluhur, ritual, dan kepercayaan tradisional yang berhubungan dengan upacara pernikahan adat Jawa.
TINDAKAN SOSIAL TOKOH ANINDIA DALAM NOVEL HOLD ON, IT HURTS KARYA NOVENI ADELIA: PERSPEKTIF MAX WEBER Syifa Nur Alifia; Dicky Rachmat Pauji; Iskandarsyah Siregar
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.12252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk 1) Tindakan rasionalitas instrumental Anindia; 2) Tindakan rasionalitas berorientasi nilai Anindia; 3) Tindakan tradisional Anindia; dan 4) Tindakan afektif Anindia dalam novel Hold On, It Hurts karya Noveni Adelia menggunakan teori tindakan sosial perspektif Max Weber. Dalam penyajian penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan teknik baca dan catat untuk pengumpulan data serta analisis domain untuk analisis data. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Tindakan afektif Anindia lebih ditonjolkan dalam novel; 2) Anindia lebih sering menggunakan ujaran berupa kalimat permintaan, pernyataan, dan pertanyaan sebagai alat untuk mencapai tujuan dalam tindakan rasionalitas instrumental; 3) Nilai moral lebih sering dijadikan titik tumpu Anindia dalam melakukan tindakan rasionalitas berorientasi nilai; 4) Tindakan tradisional yang dilakukan Anindia hanya diperlihatkan satu kali ketika Anindia merasa harus menjalankan kewajiban seorang istri; dan 5) Anindia lebih sering melakukan tindakan afektif yang disebabkan oleh perasaan marah yang memuncak. Kata kunci: Tindakan Sosial, Tokoh, Max Weber
HIERARKI KEBUTUHAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LUKACITA KARYA VALERIE PATKAR: KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIK ABRAHAM MASLOW Amanda Aulia; Dicky Rachmat Pauji; Kurnia Rachmawati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.13030

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menganalisis dan mendeskripsikan hierarki kebutuhan yang dialami tokoh utama dalam novel LukaCita karya Valerie Patkar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dan apa saja bentuk pemenuhan kebutuhan manusia dalam novel tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menganalisis data dari novel LukaCita dan memilih kutipan-kutipan yang relevan untuk dianalasis. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow sebagai kerangka pemikiran. Dalam proses pengumpulan data, digunakan metode membaca, mencatat, reduksi data, klasifikasi data, dan pemilihan kutipan yang relevan dari teks sebagai korpus data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam novel LukaCita memenuhi kebutuhankebutuhan dalam hierarki Maslow secara bertahap. Kebutuhan-kebutuhan yang ditemukan meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial (termasuk kebutuhan untuk memiliki dan dicintai), kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri. Pemenuhan kebutuhan ini terjadi melalui interaksi dengan lingkungan sekitar, hubungan dengan karakter lain, dan proses internal yang dilalui oleh tokoh utama. Melalui analisis ini, dapat dilihat bagaimana perjalanan tokoh utama mencerminkan dinamika pemenuhan manusia menurut teori Maslow dalam konteks sosial dan psikologis yang ada dalam novel tersebut. Teori humanistik dalam psikologi berfokus pada pengembangan potensi manusia dan pencapaian aktualisasi diri. Pendekatan ini menekankan pentingnya kebebasan, pilihan, dan tanggung jawab individu dalam mencapai tujuan hidup yang bermakna.Kata kunci: Hierarki Kebutuhan, tokoh utama, Abraham Maslow, Humanistik.
Representasi Toxic Family Terhadap Pemenuhan Hierarki Kebutuhan Tokoh Alie dalam Novel Rumah Untuk Alie Nadia Natla; Kurnia Rachmawati; Dicky Rachmat Pauji
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt22pg78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemenuhan dan kegagalan pemenuhan hierarki kebutuhan manusia yang dialami tokoh Alie dalam lingkungan toxic family serta mendeskripsikan dampak dari terpenuhi dan tidak terpenuhinya setiap tingkat hierarki kebutuhan manusia terhadap trauma psikologis tokoh Alie yang hidup dalam tekanan toxic family. Penelitian menggunakan model kualitatif yang bersifat deskriptif menggunakan data berupa kutipan monolog, dialog, dan narasi dalam novel Rumah Untuk Alie karya Lenn Liu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Analisis data mencakup pengambilan data, pengolahan data, penganalisisan data, dan penyimpulan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan tokoh Alie mencapai kebutuhan fisiologisnya tidak membuat dirinya dapat memenuhi kebutuhan yang berada pada tingkatan lebih tinggi, bahkan menghancurkan kesempatannya untuk menjangkau pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri sebagai kebutuhan paling tinggi dalam hierarki. Kegagalan tersebut menyebabkan tokoh Alie mengalami trauma mendalam dan perasaan tidak ternilai di mata keluarga, hal ini dikarenakan lingkungan keluarganya yang toxic menghambat dirinya untuk mengembangkan pertumbuhan psikologisnya secara sehat.