Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGGUNAAN APLIKASI MICROSOFT PROJECT UNTUK ANALISA KINERJA WAKTU DENGAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) Alfrendo Satriawan Kabupung; Margaretha Yuneta; Octavianus Jori
Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal In Create
Publisher : Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi berkembang pesat baik dari segi fisik maupun biaya khususnya pada konstruksi Jembatan, Perkembangan konstruksi yang pesat tentunya dirasakan pada konstruksi Jembatan, proyek jembatan yang akan dijadikan studi kasus berlokasi di daerah Nangarasong, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pada proyek akan diteliti apa yang menyebabkan time Schedule perencana dan realisasi dilapangan berbeda, sehingga ditelesuri dengan menggunakan metode penjadwalan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mempercepat waktu pelaksanaan proyek serta perbandingan waktu menggunakan Precedence Diagram Method (PDM). Metode Penelitian yang digunakan yang didapat Metode PDM menurut Time Schedule realisasi dilapangan durasi 132 Hari kalender kerja, Berdasarkan Analisis Kinerja Waktu Dengan Menggunakan Precedence Diagram Method (PDM) Rescadule Proyek Pembangunan Jembatan Nangarasong, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, maka kesimpulan yang diambil yaitu dengan menggunakan metode PDM didapatkan tiga perbandingan waktu pelaksanaanya. Waktu realisasi didapatkan durasi 132 Hari kalender. Jumlah pekerja yang ada di Lokasi didapatkan durasi 126 Hari Kalender. Penambahan jumlah pekerja yang ada di Lokasi didapatkan durasi 118 Hari Kalender. Perbandingan waktu realisasi dengan menggunakan metode PDM sebesar 132 hari kalender, sedangkan waktu pelaksanaan dengan penambahan jumlah pekerja menggunakan metode PDM sebesar 118 hari kalender. Sehingga didapatkan percepatan waktu pelaksanaan proyek sebesar 18 hari kalender.
STUDI BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG “ STUDI KASUS PADA BAGIAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN GEDUNG UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA” Octavianus Jori
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia konstruksi pemeliharaan gedung merupakan suatu cara untuk mempertahankan fungsi gedung itu sendiri. Pelaksanaan pemeliharaan gedung membutuhkan manajemen pemeliharaan yang trampil dan biaya pemeliharaan yang menunjang.Hasil dari pemeliharaan gedung dinikmati dan mampu memberikan kepuasaan kepada pengguna gedung. Penelitian ini digunakan untuk mengkaji dan memberikan informasi biaya pemeliharaan gedung kuliah di Kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Metode penelitiannya menggunakan “Multivariate Analysis of Varians atau Manova” dan Analisa Mean. Data tersebut diperoleh dari hasil kuesioner dari team pemelihara gedung dan pengguna gedung. Hasil pengolahan data Manova dari team pemelihara gedung akan di bandingkan antara hasil biaya pemeliharaan gedung A dan gedung B. sedangkan hasil analisa mean dari pengguna gedung digunakan untuk menilai kinerja gedung. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dari masing – masing item pekerjaan memiliki perbandingan biaya pemeliaraan yang bervariasi. Faktor yang paling berpengaruh pada biaya pemeliaraan gedung A dan gedung B adalah faktor volume kerusakan pada item pekerjaan plafon dengan kategori sangat tinggi atau nilai skor 5. Sedangkan untuk penilaian kepuasan gedung A dan gedung B adalah masuk dalam kategori baik, nilai rata – rata 4. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manajemen untuk biaya pemeliharaan gedung sudah memenuhi standar pemeliharaan dan mampu memberikan kepuasan kepada pengguna gedung.
STUDI PENELITIAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TUKANG BATU DAN TUKANG BESI (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Kampus Poltekom Malang) Octavianus Jori
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu proyek konstruksi, peranan tenaga kerja tukang batu dan tukang besi mengambil peranan yang tidak kecil. Maka dari itu peranan tenaga kerja tukang batu dan tukang besi tidak bisa diabaikan, sehingga faktor tenaga kerja tersebut menjadi faktor penting. Hal ini disebabkan faktor tenaga kerja tukang batu dan tukang besi berpengaruh langsung terhadap waktu dan biaya. Faktor yang mempengaruhi tenaga kerja tukang batu dan tukang besi antara lain ; gaji, pendidikan, pengalaman kerja, umur, jarak material, dan asal tenaga kerja. Penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner terhadap 32 tukang batu dan 16 tukang besi di proyek pembangunan Kampus Poltekom Malang. Dari data-data yang diperoleh kemudian dilakukan analisa statistik diantaranya uji validitas, uji reliablitas, dan uji regresi berganda. Dari hasil uji validitas di dapat nilai korelasi Rhitung lebih besar dari Rtabel = 0,349. Artinya, semua item pertanyaan tentang produktivitas kerja dinyatakan valid. Dari hasil uji regresi berganda secara simultan untuk tukang batu didapat Fhitung lebih besar dari Ftabel = 2,49. Sedangkan secara simultan untuk tukang besi didapat Fhitung lebih besar dari Ftabel = 3,37. Setelah dilakukan perhitungan produktivitas, untuk produktivitas rata-rata tukang batu sebesar 4,2 m²/ hari dan untuk produktivitas rata-rata tukang besi sebesar 13,5 lonjor/ hari atau sebesar 904 Kg besi. Dari hasil analisa data dengan Uji t untuk tukang batu diperoleh : variabel gaji = 1,109, pendidikan = 0,56, pengalaman = 3,772, umur = 0,049, jarak material = 1,226, dummy daerah asal = 0,004 dan untuk tukang besi diperoleh : variabel gaji = 0,905, pendidikan = 1,482, pengalaman = 2,365, umur = 1,111, jarak material = 10,474, dummy daerah asal = 0,055. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap produktivitas baik tukang batu maupun tukang besi adalah : faktor pengalaman, dari nilai yang tertinggi dari nilai variabel yang lainnya.
ANALISIS FASILITAS PEJALAN KAKI DI JALAN RAYA WAIRKLAU-MAUMERE KABUPATEN SIKKA Henrikus Lando; Yosef Norbertus T. Muda; Octavianus Jori
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 2 (2017): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trotoar merupakan bagian ruang terbuka publik yang berfungsi sebagai jalur khusus pejalan kaki untuk dapat melakukan aktifitasnya dengan aman dan nyaman. Permasalahan secara umum jalur pejalan kaki yang terjadi di negara berkembang seperti di Indonesia adalah kurang mewadahinya aktifitas pejalan kaki sebagai pengguna utamanya yang kurang mempertimbangkan pejalan kaki baik dari kualitas dan kuantitasnya. Mengenai hak para pejalan kaki di Indonesia sudah diatur dan dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dimana pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyebrangan, dan fasilitas lain. Penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner terhadap pejalan kaki yang yang melewati fasilitas trotoar di jalan raya Wairklau-Maumere sisi jalan sebelah Utara. Dari data-data yang diperoleh kemudian dilakukan analisa statistik diantaranya Analisa Uji Chi Square untuk tingkat kepuasan pejalan kaki atau pengguna trotoar. Selain itu dilakukan pula analisa keadaan eksisting trotoar berdasarkan peraturan Pedoman Bahan Kontruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil (PBKBRS), Kementrian PUPR 2018.Dari tabel uji chi square diatas dapat diketahui bahwa chi Square hitung sebesar 8,105 > x2 tabel sebesar 46,194. Hal ini berarti tidak adanya pengaruh tingkat kepuasan pelanggan terhadap fasilitas trotoar atau tergolong rendah. Berdasarkan hasil survey keadaan eksisting jalur fasilitas pejalan kaki (trotoar) bahwa fasilitas jalur pejalan kaki atau ntrotoar yang ada di Jalan Wairklau sudah memenuhi syarat pedoman PBKBRS 2018. Setelah dilakukan perhitungan dan analisa menunjukkan bahwa fasilitas jalur pejalan kaki yang ada di Jalan Wairklau – Maumere dengan Pedoman Bahan PBKBRS 2018 adalah : telah memenuhi syarat dengan total lebar jalur fasilitas pejalan kaki 5,5 m ( lebar efektif trotoar = 2 m). Tingkat kepuasan pejalan kaki terhadap pelayanan fasilitas trotoar yang ada di Jalan Wairklau – Maumere adalah : tergolong rendah, karena masih sebagian fasilitas belum terpenuhi, misalnya fasilitas penerangan.
ANALISA PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA STRUKTUR DAN PENJADWALAN GEDUNG RUKO 2 LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN STANDAR HARGA SATUAN BANGUNAN PERDA KABUPATEN SIKKA TAHUN 2020 Sebastianus Hendra Vias Iry; Octavianus Jori; Dedi Imanuel Pau
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 1 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruko atau rumah toko adalah bangunan yang umumnya bertingkat dua atau lebih dimana lantai bawah biasa digunakan untuk tempat usaha, dan lantai-lantai berikutnya difungsikan sebagai tempat tinggal. Dalam mendirikan bangunan ruko ini ada banyak faktor yang diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan bangunan. Salah satu faktor yang dimaksud adalah ketersediaan dana atau anggaran biaya. Anggaran biaya adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan. Dalam menghitung rencana anggaran biaya (RAB), digunakan standar harga satuan bangunan Pem erintah Daerah Kabupaten Sikka Tahun 2020 dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan SNI Tahun 2017 – 2018. Pada penyusunan penjadwalan digunakan metode PDM dengan bantuan Microsoft excel. Dari hasil perhitungan perencanaan anggaran biaya struktur yang ada maka Ruko 2 lantai menggunakan standar harga satuan kabupaten Sikka adalah sebesar Rp 4.866.105.714,14 dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan struktur (kolom, balok, dan plat lantai) telah direncanakan dengan durasi waktu 51 hari.
OPTIMASI PELAYANAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PELABUHAN L. SAY MAUMERE Martinus Laurensius Rao; Octavianus Jori; Dedi Imanuel Pau
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 2 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ak— Dalam perkembangan pelabuhan L. Say Maumere mengalami peningkatan akan permintaan volume jasa pelayanan yaitu menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan peti kemas. Untuk meningkatkan pelayanan akan kebutuhan jasa bongkar muatan yang ideal yang menghasilkan produktifitas yang optimal baik dari segi waktu maupun biaya, dilakukan penelitian pelayanan bongkar muat barang dari peti kemas di pelabuhan L, say Maumere. Penelitian ini menggunakan metode optimasi yang didasarkan pada data historis arus peti kemas dan arus kapal. Metode optimasi yang digunakan adlah analisis kapsitas terminal peti kemas, sistem penanganan penumpukan peti kemas di lapangan, dari analisis metode regresi dengan memperhatikan nilai BOR yang disarankan UNCTAD. Analisis yang dilakukan berdasarkan data tahun 2010-2019, kemudian berdasarkan data proyeksi arus peti kemas dan arus kapal dianalisis pelayanan bongkar muat barang dan peti kemas di pelabuhan Maumere yang optimal untuk 10 tahun kedepan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat diprediksi untuk 10 tahun ke depan pelayanan bongkar muat barang dan peti kemas lebih optimal dengan menambah jumlah gang pekerja menjadi 3 gang dan produktifitas bongkar muat dinaikan menajdi 14 TEU’s/jam dan penambahan tambatan sebanyak 4 tambatan sehingga panjang dermaga menjadi 495 m. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, luas lapangan penumpukan peti kemas yang teramati di lapangan adalah 28332 m2 atau 2,83 ha yang masih mampu menampung peti kemas untuk 10 tahun yang akan datang terhitung darri tahun 2020 sampai tahun 2029 dengan tinggi/jumlah penumpukan peti kemas adalah 3 susun.
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MAUMERE TAHUN 2022DENGAN METODE SARIMA Debora Oktaviana Lado; Octavianus Jori; Dedi Imanuel Pau
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 8 No 1 (2022): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a tropical country that consists of 2 seasons. However, the change of seasons in Indonesia is currently unpredictable. The same thing happened in Maumere City. Instabilities in weather and climate that affect the seasons prevent rainfall intensity from being estimated by analogy. Meanwhile, rainfall information is needed in various fields. Therefore, rainfall prediction research was carried out using the Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) method. Rainfall prediction is done by analyzing rainfall data in Maumere City every month from 2014 to 2021 which is taken from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) of the Maumere Climatology Station. The results obtained are the best SARIMA model, namely the SARIMA model (1,1,1) (0,1,1)23 . From the best model, the results of the prediction of the City of Maumere in 2022 are obtained, namely the maximum rainfall occurs in November with a total rainfall of 214 mm. While the minimum rainfall occurs in May with a total rainfall of 22 mm. The average rainfall in 2022 is 93.17 mm.