Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelestarian Warisan Budaya Melalui Pembangunan Rumah Sanggar Tenun Ikat Mbola So di NTT Cornelia Hildegardis; Yono Putra; Alfrendo Satriawan Kabupung; Petrus Verianto Soge; Triapriono Kaidu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.550

Abstract

Pembangunan Rumah sanggar Mbola So, di Desa Hewuli, diawali dengan keinginan para pengrajin tenun dalam komunitas Mbola So yang ingin merubah lokasi pengungsian yang ditempatinya menjadi salah satu tempat wisata, terutama tenun ikat. Tenun ikat yang menjadi kekhasan dari wilayah ini merupakan tenun ikat bermotif Palue dengan warna alami. Keinginan tersebut secara perlahan ingin diwujudkan dengan memulai beberapa pembangunan rumah sanggar. Kerjasama pun dilakukan bersama dengan tim teknis dari Universitas Nusa Nipa program studi Arsitektur dan Sipil yang melibatkan dosen maupun mahasiswa. Beberapa proses dilakukan dalam perancangan ini seperti rembuk warga, pemilihan maupun pengukuran lokasi, perancangan hingga pada pembangunan rumah sanggar. Keberadaan “Rumah Sanggar Mbola So” ini diharapkan mampu meningkatkan produksi tenun ikat bemotif khas palue, meningkatkan perekonomian warga sekitar serta mampu menciptakan destinasi wisata baru bagi wilayah Kabupaten Sikka. The construction of the Mbola So studio house, in Hewuli Village, began with the wish of the weaving craftsmen in the Mbola So community who wanted to change the location of the refuge they were living in into a tourist spot, especially weaving. The uniqueness of this region is the Palue patterned weaving with natural colors. This desire is slowly being realized by starting several construction of studio houses. Collaboration was also carried out with the technical team from Nusa Nipa University, the Architecture and Civil Study program which involved lecturers and students. Several processes were carried out in this design, such as community consultation, location selection and measurement, and design and construction of studio houses. The existence of the “Mbola So Studio House” is expected to be able to increase the production of woven motifs with typical Palue motifs, improve the economy of local residents and be able to create new tourist destinations for the Sikka Regency area.
PENGARUH VOLUME KENDARAAN TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN JALAN ANGGREK DI KOTA MAUMERE Antonio Rolando Orlando; Alfrendo Satriawan Kabupung; Maria Kurniaty Lete
Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal In Create
Publisher : Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan hubungan ekonomi dan kegiatan sosial lainnya. Namun jika terjadi kerusakan jalan tidak hanya akan berakibat terhalangnya kegiatan ekonomi dan sosial namun dapat terjadi kecelakaan bagi pemakai jalan. Penelitian ini membahas lebih spesifik terkait tingkat kerusakan ruas jalan  lokasi studi Jalan Anggrek Kota Maumere, jumlah volume kendaraan pada jam puncak serta pengaruh antara jumlah kendaraan terhadap kerusakan jalan.Metode Perhitungan yang digunakan dalam Analisis Hubungan antara kerusakan jalan, Kapasitas Kendaraan dan Waktu adalah Regresi  Linier Berganda  pada ruas Jalan Anggrek Kota Maumere. Berdasarkan hasil penelitian dan volume kendaraan yang ditinjau pada hari senin tanggal 5 oktober 2020 sampai dengan rabu tanggal 7 oktober 2020 sebesar 2.863 SKR. Nilai persentase kerusakan jalan yang diperoleh 15,04%, nilai ini masuk dalam kategori kerusakan jalan sedang berdasarkan nilai persentase kerusakan jalan (NP) menurut standar Bina Marga. dilihat dari hasil persamaan ternyata pada daerah – daerah penelitian terjadi pengaruh yang signifikan terhadap kerusakan jalan dari volume lalu lintas, karena semakin tinggi volume lalu lintas maka kerusakan jalan juga akan semakin besar. pertumbuhan volume lalu lintas dari waktu ke waktu semakin cepat dan meningkat, sehingga kerusakan jalan menjadi lebih cepat terjadi dari waktu yang telah direncanakan sebelumnya 
PENGGUNAAN APLIKASI MICROSOFT PROJECT UNTUK ANALISA KINERJA WAKTU DENGAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) Alfrendo Satriawan Kabupung; Margaretha Yuneta; Octavianus Jori
Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal In Create
Publisher : Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi berkembang pesat baik dari segi fisik maupun biaya khususnya pada konstruksi Jembatan, Perkembangan konstruksi yang pesat tentunya dirasakan pada konstruksi Jembatan, proyek jembatan yang akan dijadikan studi kasus berlokasi di daerah Nangarasong, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pada proyek akan diteliti apa yang menyebabkan time Schedule perencana dan realisasi dilapangan berbeda, sehingga ditelesuri dengan menggunakan metode penjadwalan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mempercepat waktu pelaksanaan proyek serta perbandingan waktu menggunakan Precedence Diagram Method (PDM). Metode Penelitian yang digunakan yang didapat Metode PDM menurut Time Schedule realisasi dilapangan durasi 132 Hari kalender kerja, Berdasarkan Analisis Kinerja Waktu Dengan Menggunakan Precedence Diagram Method (PDM) Rescadule Proyek Pembangunan Jembatan Nangarasong, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, maka kesimpulan yang diambil yaitu dengan menggunakan metode PDM didapatkan tiga perbandingan waktu pelaksanaanya. Waktu realisasi didapatkan durasi 132 Hari kalender. Jumlah pekerja yang ada di Lokasi didapatkan durasi 126 Hari Kalender. Penambahan jumlah pekerja yang ada di Lokasi didapatkan durasi 118 Hari Kalender. Perbandingan waktu realisasi dengan menggunakan metode PDM sebesar 132 hari kalender, sedangkan waktu pelaksanaan dengan penambahan jumlah pekerja menggunakan metode PDM sebesar 118 hari kalender. Sehingga didapatkan percepatan waktu pelaksanaan proyek sebesar 18 hari kalender.
ANALISIS PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) DENGAN APLIKASI MICROSOFT PROJECT 2016 Margaretha Yuneta; Maria Kurniaty Lete; Alfrendo Satriawan Kabupung
Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal In Create
Publisher : Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perencanaan hingga pengendalian proyek selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi merupakan kegiatanpenting dari suatu proyek. Demi kelancaran jalannya sebuah proyek dibutuhkan manajemen yang akan mengelolaproyek dari awal hingga proyek berakhir, yakni manajemen proyek. Untuk memenuhi permintaan konsumen makadiperlukan penjadwalan proyek yang tepat agar proyek dapat selesai sesuai tenggat waktu yang disepakati. Salahsatu proyek konstruksi yang sedang dilaksanakan adalah Pembangunan Boster SPAM. Dalam pengerjaankonstruksi ini masalah yang sering dihadapi adalah tentang penggunaan waktu yang kurang efektif. Hal inidisebabkan oleh pekerjaan yang tidak tepat waktu sehingga menghambat pekerjaan lainnya yang berhubungandengan pekerjaan tersebut. Maka diperlukan metode untuk mengoptimalisasikan jangka waktu dan meminimasitotal biaya proyek untuk pekerjaan yang bisa dipercepat serta bisa mentargetkan penyelesaian proyekpembangunan tersebut dengan optimal dan tepat waktu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis perencanaan waktu dan perencanaan biaya yangoptimal pada Pembangunan Boster SPAM menggunakan metode (Critical Path Method) CPM. Lokasi penelitianyakni pada proyek Pembangunan Boster SPAM Perum Korpri Sempaja di Kota Samarinda. Data yangdikumpulkan antara lain: data jenis aktivitas atau kegiatan, data urutan kegiatan, data waktu pelaksanaan proyeknormal, data biaya tiap kegiatan normal proyek, data harga upah, bahan dan alat. Analisa yang dipakai dalampenelitian ini adalah Analisa (Critical Path Method) CPM dengan Aplikasi Microsoft Project 2016.Hasil penelitian menunjukkan dari hasil perhitungan dan penjadwalan, didapatkan Kegiatan yang dapatdipercepat antara lain adalah kegiatan yang berada pada jalur kritis terutama kegiatan-kegiatan utama yaitu A1(Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan, Pengukuran dan pematokan) dan A2 (Pelaporan, Gambar ShopDrawing+Asbuilt Drawing) dari 124 hari menjadi 116 hari Sehingga metode CPM (Critical Path Method)dipercepat dapat menghasilkan durasi lebih cepat 9 hari dari waktu awal. Biaya proyek Pembangunan secarariil perusahaan yaitu dengan biaya Rp. 789,128,263.00 sedangkan bila menggunakan metode CPM (Critical PathMethod) dengan total pekerjaan selama 116 hari (lebih cepat 9 hari dari durasi normal) dengan biaya Rp.801,004,549.00 (mengalami kenaikan biaya sebesar Rp.12.000.000).
ANALISIS KARAKTERISTIK PARAMETER HIDROLIS ALIRAN MELALUI AMBANG PADA SALURAN TERBUKA Nurul Ayu Istiqomah; Dedi Imanuel Pau; Alfrendo Satriawan Kabupung
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 1 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tilting flume merupakan saluran laboratorium yang salah satu fungsinya bisa digunakan untuk melihat karakteristik aliran yang terjadi dengan menggunakan ambang. Karakteristik dari suatu aliran sangat penting diketahui untuk membangun bangunan air, seperti bendungan dan bendung. Karakteristik aliran yang terjadi pada saluran disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah dimensi dari ambang sekat. Panjang lebar dan bentuk ambang sangat mempengaruhi karakteristik aliran yang terjadi, sehingga debit yang didapatkan juga bervariasi. Kecenderungan aliran yang terjadi pada hulu dan hilir ambang akan mempengaruhi debit aliran yang didapatkan. Pada penelitian ini mengunakan empat ambang lebar dan tiga ambang tajam. Dengan dimensi ambang yang berbeda maka debit yang dihasilkan juga bervariasi pada setiap sekatnya. Percobaan yang dilakukan berulang menunjukan besarnya pengaruh tinggi muka air pada hulu ambang terhadap debit aliran di hilir ambang. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa semakin besar ketinggian muka air di hulu ambang (Y0 ) maka semakin besar debit (Q) yang didapatkan. Dengan nilai Q tertinggi yang didapatkan adalah 0,27 liter/detik untuk jenis ambang lebar dan ambang tajam. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa panjang dari ambang merupakan salah satu faktor besar dan kecilnya debit aliran yang didapatkan.
PENGARUH VOLUME KENDARAAN TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN JALAN ANGGREK DI KOTA MAUMERE Antonio Rolando Orlando; Alfrendo Satriawan Kabupung; Yono Putra
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 2 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan hubungan ekonomi dan kegiatan sosial lainnya. Namun jika terjadi kerusakan jalan tidak hanya akan berakibat terhalangnya kegiatan ekonomi dan sosial namun dapat terjadi kecelakaan bagi pemakai jalan. Penelitian ini bertujuan untuk tingkat kerusakan ruas jalan lokasi studi Jalan Anggrek Kota Maumere, jumlah volume kendaraan pada jam puncak pada lokasi studi serta pengaruh antara jumlah kendaraan terhadap kerusakan jalan. Metode Perhitungan yang digunakan dalam Analisis Hubungan antara kerusakan jalan, Kapasitas Kendaraan dan Waktu adalah Regresi Linier Berganda pada ruas Jalan Anggrek Kota Maumere. Berdasarkan hasil penelitian dan volume kendaraan yang ditinjau pada hari senin tanggal 5 oktober 2020 sampai dengan rabu tanggal 7 oktober 2020 sebesar 2.863 SKR. Nilai persentase kerusakan jalan yang diperoleh 15,04%, nilai ini masuk dalam kategori kerusakan jalan sedang berdasarkan nilai persentase kerusakan jalan (NP) menurut standar Bina Marga. dilihat dari hasil persamaan ternyata pada daerah – daerah penelitian terjadi pengaruh yang signifikan terhadap kerusakan jalan dari volume lalu lintas, karena semakin tinggi volume lalu lintas maka kerusakan jalan juga akan semakin besar. Dan pertumbuhan volume lalu lintas dari waktu ke waktu semakin cepat dan meningkat, sehingga kerusakan jalan menjadi lebih cepat terjadi dari waktu yang telah direncanakan sebelumnya
ANALISIS EFISIENSI PRODUKTIVITAS ALAT BERAT DUMP TRUCK, ASPHALT FINISHER, TANDEM ROLLER, DAN PNEUMATIC TYRED ROLLER PADA PEKERJAAN JALAN Ferdinandus Antonio So; Alfrendo Satriawan Kabupung
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 8 No 1 (2022): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas dan waktu kerja suatu alat berat merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek kontruksi agar dapat mengurangi keterlambatan kerja yang menyebabkan pemborosan biaya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai produktivitas dan waktu kerja alat berat pada proyek pembangunan jalan Patimoa-Arawawo dengan panjang 2000 m. Alat berat yang akan dianalisa dalam penelitian ini adalah Dump Truck, Asphalt Finisher, Tandem Roller Dan Pneumatic Tyred Roller. Penelitian ni menggunakan metode perhitungan kapasitas produksi alat berat secara actual, yaitu perhitungan kecepatan alat berat, waktu siklus alat berat, faktor efisiensi alat dan kapasitas produksi Asphalt Mixing Plant (AMP) yang digunakan sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Hasil analisis produktivitas alat berat dan waktu kerja yang diperoleh dari penelitian ini adalah Dump truck untuk pekerjaan HRS Base produktivitas sebesar 3,71 m³/hari dan waktu kerjanya 5 hari, Dump truck untuk pekerjaan Agregat produktivitas sebesar 7,56 m3/jam dan waktu kerjanya 1 hari, Asphalt finisher produktivitas sebesar 33,32 m3/jam dan waktu kerja 2 hari, Tandem roller Produktivitas sebesar 23,32m3/jam dan waktu kerjanya 2 hari, Pneumatic Tyred roller produktivitas sebesar 18,29 m3/jam dan waktu kerjanya 2 hari, dan produksi Asphalt Mixing Plant (AMP) 6,40 m3/jam dan waktu kerjanya 6 hari.
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS (ANDALALIN) D I KAWASAN SMA KATOLIK ST. GABRIEL DAN SMK ST. GABRIEL MAUMERE (STUDI KASUS : JLN. SOEKARNO-HATTA KAB. SIKKA) Patrisius Wege; Alfrendo Satriawan Kabupung
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 8 No 1 (2022): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

‒ This research focuses on knowing the traffic performance on Soekarno-Hatta Road due to the activities at SMA Katolik St. Gabriel and SMK St. Gabriel and SMK St. Gabriel Maumere and also to find out the impact of traffic from existing activities at SMA Katolik St. Gabriel and SMK St. Gabriel. In this research, the researcher used the Indonesian Highway Guidance (2014). The date needed in this research consisted of primary and secobdary data. In collecting the data, the researcher conducted a traffic survey on Soekrano-Hatta Road. For traffic impacts, the Soekarno-Hatta Road had Road service level D, showing a stable flow, speed can still be controlled, V/C was still tolerable, for the hypothesis , there was a significant impact between the number of teachers and the number of students on entry and exit of vehicles
REDESAIN STRUKTUR GEDUNG KAMPUS STFK LEDALERO 3 LANTAI MENGGUNAKAN KONSTRUKSI BAJA Ignasius Anwal Moan Hure; Alfrendo Satriawan Kabupung
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 7 No 2 (2021): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur baja merupakan struktur logam yang terbuat dari komponen baja struktural yang saling terhubung untuk mengangkut beban dan memberikan kekakuan dan kekuatan penuh serta merata. Gedung Kampus STFK Ledalero merupakan bangunan bertingkat dimana strukturnya utamanya menggunakan struktur beton bertulang dan akan direncanakan ulang menggunakan konstruksi baja. Gedung kampus ini berada pada Wilayah gempa 5 akan digunakan sebagai kantor dan ruang kelas, maka perencanaan pada Gedung ini harus memenuhi kriteria keselamatan yang prima sesuai dengan ketentuanketentuan yang berlaku. Pada perencanaan struktur baja ini mengunakan peraturan standar saat ini, yaitu SNI 1729:2020 yang mengacu kepada metode LRFD dengan beberapa kombinasi pembebanan yang sesuai dengan ketentuan dalam SNI-1726-2019, SNI 1727:2020 dan PPPURG 1987. Analisis struktur menggunakan bantuan SAP 2000 v.14, untuk mengetahui besarnya nilai momen, gaya geser, dan gaya aksial pada struktur atas bangunan yaitu pada balok dan kolom terhadap beban-beban yang bekerja. Hasil analisis redesain Gedung kampus STFK Ledalero 3 lantai menggunakan BJ 37 didapatkan dimensi profil baja untuk Kolom Utama menggunakan WF 400x400x13x21, Kolom Teras menggunakan WF 350x350x12x19, Balok Induk menggunakan WF 450x200x9x14 dan untuk Balok Anak menggunakan WF 350x175x7x11, Balok Induk atap menggunakan WF 294x200x8x12, Balok Anak atap menggunakan WF 244.175.7.11, Balok Teras menggunakan WF 244.175.7.11, kesimpulan struktur aman terhadap momen, gaya geser, dan gaya aksial.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG TAHAN GEMPA PADA BANGUNAN PUSKESMAS BERU KABUPATEN SIKKA Martinus Laga Muli; Alfrendo Satriawan Kabupung
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 7 No 2 (2021): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan pada bangunan Puskesmas Beru Kabupaten Sikka yang lokasinya terletak di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur didesain menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus. Perancangan Komponen Struktur meliputi persyaratan balok pada SRPMK, kolom dan pelat lantai berdasarkan peraturan SNI 2847:2019, yaitu Persyaratan Beton Struktur Untuk Bangunan Gedung dan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Nongedung, SNI 1726:2019. Gedung tersebut memiliki ukuran denah 36,80 m x 6,60 m dengan 2 lantai struktur dan tinggi gedung 7,25 m. Hasil akhir dari perencanaan struktur diperoleh tebal pelat lantai 120 mm dengan tulangan ϕ10 mm – 100 mm dan digunakan tulangan bagi ϕ10 mm – 100 mm. Balok induk 30/45 digunakan tulangan 3D16 dengan tulangan sengkang daerah tumpuan ϕ10 -100 mm dan daerah lapangan ϕ10 – 150 mm. Balok induk 25/30 digunakan tulangan 3D13 dengan tulangan sengkang daerah tumpuan ϕ10 – 100 mm dan daerah lapangan ϕ10 – 150 mm. Balok anak 20/25 digunakan tulangan 3D13 dengan tulangan sengkang daerah tumpuan ϕ10 – 100 mm dan daerah lapangan ϕ10-150 mm. Pada kolom digunakan dimensi 30/30 dengan tulangan utama 8D16 dengan sengkang sepanjang Io ϕ10 – 100 mm dan penulangan luar daerah Io ϕ10 – 150 mm.